gorengan_1360Coba kalau Anda dihadapkan dengan pisang goreng dan pisang rebus, mana yang Anda pilih? Pisang rebus sih memang enak, tapi sepertinya pisang goreng lebih menarik! Ya, pemikiran seperti itu rasanya menjadi jawaban sebagian besar orang. Panganan yang dimasak dengan cara digoreng memang relatif lebih menarik daripada yang di rebus. Tapi tahukah anda jika terlalu sering konsumsi gorengan dapat berdampak buruk pada tubuh? Bagi yang memiliki sistem pencernaan yang sensitif makanan yang diolah dengan cara digoreng biasanya akan menjadi awal terjadinya masalah pencernaan. Gorengan yang dijual di pinggir jalan sangat rentan terkena debu, asap, dan polusi jalanan lainnya. Untuk itu, tidak heran jika panganan ini banyak terkontaminasi oleh bakteri yang bisa menimbulkan dampak buruk bagi tubuh. Tidak hanya itu, penggunaan minyak yang dipakai berkali-kali atau bahkan penggunaan minyak goreng bekas (minyak jelantah) dalam proses penggorengan akan membuat gorengan mengandung radikal bebas epioksida yang membahayakan kesehatan. Minyak yang digunakan berulang kali ini juga bisa membentuk lemak tras yang dapat meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Jika kolesterol tinggi maka dapat memicu Anda mengalami penyakit lain, seperti serangan jantung dan tekanan darah tinggi.

Bahaya Makan Gorengan Berlebihan

Bahaya konsumsi gorengan secara berlebih lainnya adalah rasa nyeri pada dada yang disebabkan adanya pergerakan asam lambung menuju esofagus.  Dalam jangka panjang, seseorang juga bisa terserang kanker usus besar. Kanker memang bisa timbul karena pola makan yang tidak baik tetapi kebiasaan buruk dalam mengonsumsi makanan juga dapat menjadi pemicunya. Penggunaan minyak pada gorengan yang terlalu sering dan berkali-kali juga akan meningkatkan pembentukan asam empedu yang ada dalam usus yang mengakibatkan iritasi pada usus. Selain rentan terserang kanker usus besar, penyakit lain yang juga sering dialami dari terlalu banyak makan gorengan adalah tukak lambung. Hal ini karena gorengan dapat menyebabkan keasaman dan ulkus di perut Anda. Tukak lambung ini akan membuat luka di sekitar lambung ataupun usus yang akan menghasilkan rasa nyeri dalam sistem pencernaan dan hasil akhirnya sistem pencernaan bermasalah. Selain dari cara mengolahnya, gorengan juga akan menjadi berbahaya jika bahan sebagai pembungkusnya mengandung bahan yang berbahaya. Anda mungkin tidak terlalu memperdulikan bungkus apa yang digunakan oleh penjual untuk membungkus gorengan yang dibeli di pinggir jalan. Padahal, sebagian besar penjual menggunakan kertas koran bekas atau plastik daur ulang yang bisa saja tidak higienis. Siapa yang tahu kalau ternyata kertas yang digunakan diambil dari tempat yang tidak bersih? Bayangkan saja bakteri yang menempel di pembukus itu. Bukan hanya kebersihannya saja, sebuah penelitian menyebutkan bahwa tinta pada kertas koran jika bercampur dengan minyak dan menempel pada makanan bisa memicu penyakit kanker, kerusakan otak, syaraf, reproduksi, dan bagian organ dalam lainnya. Tidak ada yang melarang kok untuk mengonsumsi gorengan. Hanya saja sebaiknya Anda sendiri yang memasak gorengan tersebut supaya tahu bahan apa saja yang digunakan. Anda juga harus lebih cerdas dalam mengontrol asupan yang masuk ke dalam tubuh. Coba deh mulai sekarang mengurangi konsumsi gorengan secara berlebihan agar kesehatan tubuh kita lebih berkualitas.