Berbicara mengenai kanker, rasanya sudah sangat paham betapa berbahayanya penyakit yang satu ini. Tidak terkecuali jenis kanker yang akan kita bahas kali ini, yakni kanker rahim. Meski tidak termasuk dalam 10 besar jenis kanker pembunuh wanita, namun bukan berarti penyakit kanker rahim bisa disepelekan. Sangat penting bagi para wanita untuk tetap mengetahui penyebab serta ciri-ciri kanker rahim, agar bisa melakukan pencegahan serta deteksi dini terhadap kanker yang satu ini.

 

Kanker rahim atau yang biasa disebut juga dengan kanker endometrium, merupakan jenis kanker yang menyerang rahim atau sistem reproduksi wanita. Kanker ini menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau dalam istilah medisnya disebut endometrium.

 

Hingga saat ini, sebenarnya belum diketahui secara pasti mengenai penyebab munculnya penyakit kanker rahim pada wanita. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan resiko seorang wanita terkena kondisi ini, antara lain:

  1. Pengaruh hormon esterogen

    Seperti kita ketahui, hormon yang berperan dalam sistem reproduksi wanita adalah progesteron dan esterogen. Kedua hormon ini bekerja sama untuk mengatur keseimbangan sistem reproduksi. Namun, setelah wanita mengalami menopause, produksi hormon progesteron akan berhenti secara total. Sedangkan produksi hormon esterogen akan tetap ada, walaupun juga mengalami penurunan yang drastis.

    Di lain sisi, kadar hormon esterogen akan mengalami peningkatan jika tidak diimbangi dengan produksi hormon progesteron. Karena kondisi inilah, maka resiko kanker rahim bagi wanita yang telah mengalami masa menopause akan cenderung lebih tinggi.

  2. Belum pernah hamil

Saat seorang wanita hamil, kadar hormon progesteron akan berada pada jumlah yang lebih tinggi dibanding hormon esterogen. Karena faktor inilah, maka wanita yang belum pernah hamil biasanya memiliki risiko kanker rahim lebih tinggi.

  1. Pengaruh kelebihan berat badan atau obesitas

    Kadar esterogen yang terdapat dalam tubuh wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas cenderung lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan resiko kanker rahim dua kali lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena jaringan lemak akan menghasilkan esterogen tambahan, sedangkan tubuh wanita tidak menghasilkan hormon progesteron tambahan untuk mengimbangi.

  2. Faktor usia

    Sebagian besar penyakit kanker rahim menyerang wanita yang sudah lanjut usia dan sudah mengalami menopause.

  3. Wanita penderita diabetes tipe 2

    Penderita diabetes tipe 2 umumnya akan mengalami kondisi obesitas atau kelebihan berat badan. Hal inilah yang akhirnya memicu resiko terjadinya kanker rahim.

  4. Pengguna obat jenis tamoksifen

    Setiap obat pasti memiliki risiko dan efek samping. Namun, obat jenis tamoksifen berisiko meningkatkan kanker rahim bagi penggunanya.

 

Setelah mengetahui beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim, penting pula untuk mengetahui ciri-ciri yang timbul agar penyakit ini bisa terdeteksi lebih dini. Adapun ciri-ciri yang ditimbulkan saat seseorang menderita kanker rahim, antara lain:

  1. Perdarahan dari vagina setelah menopause dan di luar siklus menstruasi.

  2. Pendarahan yang berlebihan saat menstruasi.

  3. Sekresi vagina yang berbentuk cairan atau bahkan darah dengan tekstur encer.

  4. Sakit pada panggul.

  5. Nafsu makan yang menurun.

  6. Terasa nyeri saat melakukan hubungan seksual.

  7. Mudah lelah.

  8. Rasa sakit pada panggul atau pada bagian perut bawah.

  9. Mual.

Jika seorang wanita mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segeralah melakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Semakin cepat kanker terdeteksi, maka semakin cepat pula kanker dapat ditangani.