Geng Sehat, pernahkah mendengar istilah obat generik? Atau mungkin ketika membeli obat, kalian disarankan untuk memilih jenis obat yang satu ini? Bagi kaum awam, mungkin akan sedikit membingungkan ya ketika dihadapkan pada beberapa jenis obat, seperti obat generik atau obat paten. Kira-kira obat mana yang lebih berkhasiat?

 

Salah satu perbedaan obat generik dengan obat paten adalah harganya. Obat generik cenderung lebih murah dibanding obat paten. Tidak jarang kita jadi meragukan cara kerja dan khasiatnya bagi tubuh. Apa yang membuat obat generik lebih murah? Apakah ini membuatnya bekerja lebih lambat dalam tubuh sehingga tidak berkhasiat dalam menyembuhkan penyakit? Nah, sebelum memandang sebelah mata mengenai obat generik, yuk kita kenal lebih jauh mengenai jenis obat satu ini!

 

Apa sih yang dimaksud dengan obat generik?

Menurut apoteker, Topan S. P., S.Farm., Apt., yang dimaksud dengan obat paten adalah obat yang masih memiliki hak paten. Biasanya, hak paten ini didapat oleh perusahaan farmasi jika mereka telah melakukan riset dan menemukan formula obat tersebut. Hak paten sendiri akan berlaku selama 15-20 tahun. Dan selama hak paten itu berlaku, jenis obat paten tidak boleh diproduksi atau dipasarkan oleh perusahaan farmasi lain.

 

Nah, berhubung masa paten tidak bisa diperpanjang, maka obat yang sudah melewati masa patennya boleh diproduksi serta dipasarkan oleh perusahaan farmasi lain tanpa harus membayar royalti. Jenis obat inilah yang kita sebut dengan istilah obat generik, Gengs!

 

Singkatnya, obat generik adalah jenis obat yang telah habis masa patennya. Bagaimana? Sudah cukup jelas kan mengenai pengertian obat generiknya?

Baca juga: Pilih Obat Generik atau Obat Paten?

 

Apa saja jenis obat generik?

Di Indonesia, obat generik dibedakan menjadi 2 jenis, yakni Obat Generik Berlogo (OGB) dan Obat Generik Bermerek (OGM). Meski harganya terbilang murah, kualitas OGB tidak boleh diragukan lho. Nah, jika Geng Sehat perhatikan, pada OGB biasanya terdapat logo lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan “Generik' di bagian tengah lingkarannya. Logo ini menunjukkan jika OGB telah lulus uji kualitas, khasiat, dan keamanan. Selain itu, produsen OGB juga diharuskan memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga dapat dipastikan jika OGB juga memiliki kualitas yang baik dalam menyembuhkan penyakit.

 

Jenis obat generik lainnya adalah Obat Generik Bermerk (OGM). OGM adalah jenis obat generik yang diberi nama dagang oleh perusahaan farmasi tertentu. Biasanya, OGM memiliki harga yang sedikit lebih mahal dibanding OGB, namun tetap lebih murah dibanding obat paten. Hal ini karena kebanyakan OGM diproduksi dengan kemasan yang lebih menarik jika dibandingkan dengan OGB dan juga adanya penambahan teknologi dalam OGM, misalnya teknologi obat lepas lambat, yang membuat obat hanya perlu dikonsumsi sehari sekali dari yang seharusnya 3 kali sehari.

 

Benarkah obat generik bekerja lebih lambat dalam tubuh?

     

Kebanyakan orang mungkin lebih percaya akan khasiat obat paten dibanding obat generik. Apalagi, harga obat generik yang murah dibanding obat paten, membuat kita meragukan khasiat obat jenis generik. Tidak jarang pula akhirnya timbul pemikiran-pemikiran seperti, “Apakah benar obat generik bisa menyembuhkan?” atau “Ah, harganya saja murah, palingan juga obat generik kerjanya lebih lambat dibanding obat paten!”

 

Nah, jika Kamu adalah salah satu yang memiliki pemikiran seperti itu, ada baiknya jika mulai sekarang Kamu mengubahnya, deh! Pasalnya, obat generik memiliki kekuatan, kualitas, kemurnian, dan cara kerja yang sama dengan obat paten.


Perlu diketahui, kandungan yang terdapat dalam obat generik tidak 100% sama dengan obat bermerek. Namun, obat generik diwajibkan untuk menduplikasi bahan aktif yang ada dalam obat bermerek. Obat generik juga wajib memiliki tingkat keamanan yang sama dengan obat generik bermerek. Bahkan, obat generik juga memiliki efek samping yang sama dengan obat paten.


Selanjutnya, efektivitas obat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kualitas, kekuatan, kemurnian, stabilitas unsur kimia, serta waktu penyerapan obat. Banyak anggapan bahwa proses penyerapan obat generik dalam tubuh akan berlangsung lebih lama dibanding obat paten. Padahal kenyataanya, tidak demikian. Obat generik memiliki kekuatan, kualitas, kemurnian, dan cara kerja yang sama dengan obat generik bermerek dan juga obat paten.


Untuk memastikan kualitas obat generik, FDA (Food and Drugs Administration) telah melakukan tes untuk mengukur perbedaan taraf penyerapan obat generik dan obat paten dalam tubuh. Kemudian, berdasarkan tes tersebut, para ilmuwan akan menjelaskan hasilnya dalam bentuk presentase. Adapun batas maksimal perbedaan atas penyerapan obat dalam tubuh yang disetujui secara internasional adalah sebesar 20%.


Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata variasi atau perbedaan penyerapan hanya sekitar 3,5%. Angka tersebut sangat rendah jika dibanding dengan batas maksimal perbedaan yang telah ditetapkan oleh internasional. Ini membuktikan jika waktu yang dibutuhkan oleh obat generik untuk diserap tubuh tidak lambat jika dibanding obat paten seperti yang Kamu pikirkan, Gengs!

Baca juga: Dengan Obat Generik Berlogo, Semua Orang Berhak Sehat

 

Nah, setelah mengetahui kemampuan obat generik yang sebenarnya, apakah saat ini Kamu masih berpikir jika obat generik bekerja lebih lambat dibanding obat paten? Ingat ya, enggak ada ruginya kok kalau Kamu menggunakan jenis obat generik. Selain harganya lebih murah, khasiat yang didapat juga sama dengan obat paten (Advertorial/BAG/AS)