Kebanyakan penderita diabetes memang memiliki tubuh gemuk. Tetapi jangan salah, diabetes juga bisa menyebabkan penurunan berat badan secara mendadak. Bahkan, banyak pasien yang didiagnosis diabetes pertama kali, karena mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Mereka merasa makan seperti biasa bahkan makan cenderung berlebihan tetapi badan justru bertambah kurus. berat badan turun adalah salah satu gejala diabetes. Inilah beberapa mekanisme yang dapat menjelaskan penurunan berat badan penderita diabetes:

 

Gula darah tinggi

Baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cukup dramatis di awal penyakitnya terdiagnosis. Tetapi memang gejala ini lebih sering dialami penderita diabetes tipe 1. Penyebabnya adalah kegagalan insulin menunaikan tugasnya. 

 

Tugas insulin mengangkut glukosa (gula) dari makanan yang kita makan masuk ke dalam sel sehingga sel memiliki energi untuk menyokong aktivitas kita sehari-hari. Namun, sebagian besar penderita diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin, dan penderita diabetes tipe 2 tidak menghasilkan cukup insulin, atau tubuhnya gagal merespon insulin dengan benar. Konsekuensinya, gula darah itu hanya menumpuk dan kemudian dikeluarkan melalui urine. Gula darah pun tidak dapat masuk ke sel. 

 

Terlalu sering buang air kecil inilah yang menyebabkan penurunan berat badan. Jika kamu mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, melebihi 5 persen dari berat badan Kamu dalam beberapa hari, segera cek ke dokter.

Baca juga: Kapan Insulin Mulai Diberikan?

 

Dehidrasi

Gejala diabetes lainnya yang menyebabkan penurunan berat badan adalah sering buang air kecil. Terlalu sering buang air kecil dan tidak cukup minum sebagai pengganti cairan yang hilang, menyebabkan dehidrasi. Frekuensi buang air kecil pada penderita diabetes meningkat karena ginjal harus bekerja lebih keras membuang kelebihan glukosa. Glukosa yang berlebihan di urine akan menarik cairan dari jaringan tubuh. Ketika glukosa dikeluarkan melalui urine, otomatis kita juga kehilangan kalori. Kehilangan kalori dan dehidrasi inilah yang menyebabkan penurunan berat badan dengan cepat.

 

 

Penyusutan otot

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penurunan berat badan melalui pengecilan otoT. Menurut laporan yang diterbitkan dalam “British Medical Journal”, kekurangan insulin yang ditemukan pada penyakit diabetes memicu kerusakan otot. Tahukah Kamu bahwa berat itu mencapai 36 persen dari berat rata-rata wanita dan 45 persen dari berat badan pria. Maka pengecilan otot akibat diabetes dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Baca juga: Manfaat Protein Bagi Otot dan Tubuh

 

Hipertiroid

Orang dengan diabetes banyak yang mengalami gangguan tiroid, jumlahnya lebih tinggi daripada orang tanpa diabetes. Tiroid adalah kelenjar penghasil hormon yang lokasinya ada di dalam leher, tepat di bawah kulit. Hormon tiroid membantu mengatur tingkat kecepatan metabolisme tubuh kita. Hipertiroid terjadi jika produksi kelenjar tiroid  terlalu banyak, sehingga metabolisme sangat cepat, dan pada akhirnya menyebabkan penurunan berat badan.

 

Gangguan tiroid juga dapat memperburuk kontrol gula darah sehingga penderita diabetes akan memerlukan insulin lebih banyak. Selain penurunan berat badan, gejala lain hipertiroid adalah detak jantung lebih cepat, berkeringat, dan tremor. Gejala-gejala ini mirip gejala gula darah rendah.

 

Kita sering menganggap penurunan berat badan itu baik dan sehat. Penurunan berat badan secara teratur dan stabil dengan mengubah pola makan dan olahraga sangat baik untuk kesehatan jantung, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Selain itu, penurunan berat badan juga dapat mengurangi "resistensi insulin" dan membuat otot dan jaringan lemak lebih sensitif terhadap sirkulasi kadar insulin dalam darah.

Baca juga: Fakta di Balik Kepercayaan Air Lemon Dapat Turunkan Berat Badan

 

Namun dalam kasus-kasus tertentu seperti jika gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah atau Kamu memiliki penyakit jantung, penurunan berat badan terlalu mendadak bisa berbahaya. Inilah sebabnya mengapa semua program olahraga dan penurunan berat badan harus dimulai hanya setelah diskusi dengan dokter. Setiap penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, pada pasien dengan maupun tanpa diabetes dapat menjadi tanda gula darah tinggi atau ada penyakit serius lainnya. (AY)

 

Mitos Seputar Diabetes - guesehat