Setelah banyak beraktivitas, pastinya badan kita merasa letih dan pegal-pegal bukan? Ada banyak cara yang dilakukan untuk mengembalikan stamina tubuh agar tetap fit dan terjaga, salah satunya dengan melakukan terapi pijat. Terapi ini sendiri pada awalnya lebih banyak ditemukan di kampung-kampung. Namun lama-kelamaan, jasa pijat mulai banyak ditemukan di wilayah kota.

 

Pijat merupakan salah satu cara yang sering digunakan untuk meredakan rasa pegal dan nyeri pada berbagai bagian tubuh. Pijat sendiri adalah suatu tindakan menekan dan mendorong kulit, otot, tendon, dan ligamen. Pijat juga dapat dilakukan dengan menggunakan tangan, siku, dan kaki. Ada berbagai macam jenis pijat yang sering kita jumpai, di antaranya:

  1. Pijat tradisional. Teknik pijat tradisional dilakukan dengan menggunakan jari tangan, disertai dengan kekuatan dari telapak tangan. Pijat ini sangat cocok untuk terapi pengobatan dan relaksasi.
  2. Pijat Shiatsu atau pijat Jepang. Merupakan jenis pijat yang menggunakan seluruh kekuatan jari tangan, dari jempol sampai kelingking. Pijat ini dilakukan tanpa menggunakan minyak.
  3. Pijak refleksi. Jenis pijat yang satu ini dilakukan dengan cara memijat daerah telapak kaki atau punggung kaki, sebab terdapat titik-titik refleksi yang terhubung dengan berbagai organ tubuh. Pijat ini menggunakan kekuatan jari tangan atau alat bantu pijat, seperti kayu atau bambu.

 

Berdasarkan berbagai penelitian, manfaat dari melakukan pijat antara lain mengurangi rasa cemas, gangguan pencernaan, fibromialgia (penyakit yang menyebabkan rasa nyeri di beberapa otot sekaligus), sakit kepala, insomnia yang disebabkan oleh stres, dan nyeri otot akibat cedera.

Baca juga: 3 Manfaat Pijat untuk Bayi

 

Di sisi lain, pijat juga memiliki manfaat lain sebagai mana dikutip dari female first, yakni:

  1. Detoksifikasi racun. Pijatan dapat meningkatkan kemampuan kelenjar getah bening dan darah untuk mensuplai oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh. Selanjutnya, pijatan berguna mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
  2. Mengurangi rasa sakit. Dengan melakukan pijat, beberapa bagian yang mengalami sakit atau tegang, seperti sendi, kepala, otot leher, dan bahu, juga dapat disembuhkan.
  3. Mengurangi kelelahan. Pijatan yang kita lakukan pada otot yang tegang akan menstimulasi otak untuk melepaskan rasa lelah serta merasakan sensasi lebih rileks dan nyaman.
  4. Menjaga kesehatan sistem pernapasan. Ketika kita dipijat, tubuh dengan sendirinya akan bernapas lebih pelan dan dalam. Aktivitas menarik napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya dengan pelan akan membuat peredaran oksigen lebih mudah mengalir ke dalam tubuh, sehingga membantu proses penyembuhan dan menyehatkan sistem pernapasan kita.

 

Ada beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk melakukan pijat, yaitu kalau Kamu menderita kelainan pembekuan darah, mengonsumsi obat pengencer darah, memiliki luka bakar pada kulit, memiliki luka terbuka atau luka yang belum sembuh pada kulit, serta mengalami trombosis vena dalam (adanya sumbatan pada pembuluh vena dalam yang diakibatkan oleh gumpalan darah), patah tulang, osteoporosis berat, dan trombositopenia berat (kadar trombosit di dalam darah sangat rendah).

Baca juga: Penderita Gangguan Kecemasan Ingin Kamu Mengetahui 12 Hal Ini

 

Jika Kamu dalam kondisi di atas, maka sebaiknya menunggu dahulu sampai keadaan tubuh sudah memungkinkan untuk melakukan pijat. Jadi, lebih peka terhadap kondisi tubuh dan konsultasikan dulu ke dokter, ya!