Penyakit

Kanker Serviks (Cervical Cancer)

Kanker serviks merupakan kondisi ketika sel-sel pada leher rahim wanita tumbuh tak terkendali dan bersifat abnormal. Serviks atau leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim.

Karena sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV, maka salah satu cara pencegahan yang efektif adalah dengan melakukan vaksin HPV. Vaksin ini akan membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap beberapa jenis HPV yang paling banyak menyebabkan kasus kanker serviks.

 

Vaksin HPV dapat diberikan sejak seorang wanita berusia 11 tahun dan paling baik dilakukan sebelum kontak seksual pertama. Selain vaksin, melakukan kontak seksual yang aman juga penting dalam mencegah kanker serviks, seperti tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan pengaman pada hubungan seks berisiko.

 

Melakukan pap smear secara rutin tidak mencegah terjadinya kanker, namun sangat baik sebagai upaya deteksi dini agar terapi dapat dilakukan secepat mungkin dengan tingkat keberhasilan yang lebih baik.

Sebagian besar kasus kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Gejala yang timbul pun bervariasi, tergantung derajat keparahannya, mulai dari ringan hingga sangat berat. Gejala yang paling sering muncul adalah nyeri pada bagian leher dan bahu.

 

Kebanyakan penderita melaporkan gejala-gejala antara lain nyeri pada leher, bahu, lengan, tangan, dan jari-jari, kekakuan leher, kelemahan pada lengan, mati rasa, serta kesemutan pada lengan, tangan, dan jari-jari.

 

Nyeri ini dapat terasa lebih buruk pada saat penderita mengalami batuk, bersin, mengubah posisi duduk, berdiri, atau membengkokkan leher. Pada beberapa kasus, walaupun sangat jarang, dilaporkan penderita mengalami pusing, kehilangan keseimbangan, gangguan koordinasi, sampai dengan gangguan berkemih.

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus yang berjenis human papillomavirus (HPV). Infeksi HPV dapat diperoleh melalui berbagai cara, salah satunya melalui kontak seksual dengan seseorang yang juga terinfeksi.

 

Tidak semua jenis HPV dapat menyebabkan kanker serviks, beberapa di antaranya menyebabkan terjadinya kutil kelamin. Hampir semua orang dewasa pernah mengalami infeksi HPV dalam suatu waktu di masa hidupnya. Beberapa infeksi dapat hilang dengan sendirinya, namun sebagian lainnya menyebabkan penyakit seperti kutil kelamin atau memicu kanker serviks.

 

Selain itu, beberapa faktor risiko terjadinya kanker serviks antara lain paparan obat diethylstilbestrol saat di dalam kandungan, terlalu sering melahirkan, kebiasaan merokok, dan penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu yang panjang.

Deteksi dini perubahan sel serviks yang mungkin mengarah kepada kanker dapat dilakukan dengan tes pap atau yang biasa dikenal dengan nama pap smear. Tes tersebut dilakukan dengan cara mengambil contoh sel di serviks, kemudian diteliti di laboratorium. Biopsi juga dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis apabila dirasa perlu.

Penanganan kanker serviks dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan. Beberapa stretegi yang dapat dilakukan secara umum adalah tindakan bedah, kemoterapi, serta terapi radiasi.

Rekomendasi Artikel

Wanita, Waspada Kanker Serviks Yuk!

Wanita, Waspada Kanker Serviks Yuk!

Kanker serviks disebut sebagai pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia. Jadi, memang kita sebagai perempuan harus waspada akan penyakit ini.

Putri Arinda

29 September 2017

Direktori

    Proses...