Penyakit

Alzheimer disease (Penyakit Alzheimer)

Unsplash.com

 

Penyakit Alzheimer adalah penyakit progresif yang mengakibatkan penurunan memori dan fungsi mental penting lainnya. Pada awalnya, seseorang dengan penyakit Alzheimer mungkin mengalami kebingungan ringan dan kesulitan mengingat. Akhirnya, orang-orang dengan penyakit ini bahkan mungkin lupa orang-orang penting dalam hidup mereka dan mengalami perubahan kepribadian yang dramatis.

Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia, yaitu sekelompok gangguan otak yang menyebabkan hilangnya kemampuan intelektual dan sosial.

Pada penyakit Alzheimer, fungsi sel-sel otak menurun dan mengalami kematian, menyebabkan penurunan yang bertahap terhadap memori dan fungsi mental. Namun seiring berjalannya waktu, penyakit ini semakin menghilangkan kemampuan memori bahkan pada memori yang baru saja terjadi. Kecepatan perburukan Alzheimer bervariasi antar individu.

Jika Anda memiliki Alzheimer, Anda mungkin menjadi yang pertama untuk menyadari bahwa Anda mengalami kesulitan lebih dari biasanya untuk mengingat hal-hal dan mengatur pikiran Anda. Atau Anda mungkin tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, bahkan ketika perubahan tersebut terlihat oleh anggota keluarga, teman dekat atau rekan kerja.

Alzheimer umumnya terjadi pada orang lanjut usia. Jika ada orang muda yang menderita penyakit ini, itu biasanya akibat kelainan atau cedera otak. Selalu konsultasi kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Unsplash.com

 

Terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, termasuk:

  • Umur adalah faktor risiko terkuat, terutama setelah berusia 65 tahun
  • Riwayat penyakit yang sama pada anggota keluarga
  • Orang yang mengalami gangguan kognitif ringan
  • Cedera kepala
  • Gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik, merokok, hanya sedikit makan buah-buahan dan sayur-sayuran
  • Mengidap penyakit kardiovaskular, hipertensi, hiperkolesterolemia, peningkatan kadar homocysteine
  • Proses pembelajaran dan ikatan sosial: level pendidikan formal yang rendah, pekerjaan yang membosankan, kurangnya aktivitas yang melatih otak seperti membaca, bermain game, bermain alat musik, dan kurangnya komunikasi sosial.

Unsplash.com

 

Gejala awal penyakit Alzheimer adalah sering pikun, termasuk lupa namanya sendiri dan di mana menaruh barang. Gejala lainnya adalah ingatan yang terganggu, misalnya lupa nama kenalan, menanyakan pertanyaan yang sama atau menceritakan cerita yang sama berulang kali, dan sulit mengingat sesuatu setiap hari.

Di tahap terakhir penyakit Alzheimer, pasien membutuhkan lebih banyak pertolongan dan pada akhirnya mereka perlu perawatan menyeluruh. Tahap akhir penyakit Alzheimer adalah sering tersesat, perubahan emosi dan sifat, dan aktivitas fisik tidak lagi normal.

Berikut beberapa gejala Alzheimer yang sering terjadi:

  • Lupa dengan nama benda atau tempat.
  • Lupa dengan kejadian-kejadian yang belum lama dialami.
  • Lupa dengan hal-hal yang belum lama dibicarakan dengan orang lain.
  • Kerap tersesat di tempat atau daerah yang seharusnya sudah familiar.
  • Salah menaruh barang (misalnya menaruh piring di dalam lemari baju).
  • Suka lupa cara menggunakan suatu barang.
  • Kesulitan dalam menulis.
  • Sering mengulang pertanyaan yang sama.
  • Kesulitan merangkai kata-kata dalam berkomunikasi.
  • Terlihat kurang berenergi dan tidak antusias.
  • Tampak seperti mengalami depresi.
  • Enggan beradaptasi dengan perubahan.
  • Enggan melakukan hal-hal yang baru.
  • Tidak tertarik lagi terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.
  • Lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, duduk, atau menonton televisi daripada mengobrol dengan keluarga atau bersosialisasi.
  • Sulit membuat keputusan.
  • Mudah berburuk sangka.

Unsplash.com

 

Penyebab penyakit Alzheimer belum ditentukan. Pada penyakit Alzheimer, sel otak yang menyimpan dan memproses informasi mulai melemah dan mati. Selain itu, protein abnormal dihasilkan, yang menciptakan plak dan penumpukan di sekitar dan di dalam sel sehingga dapat mengganggu komunikasi.

Unsplash.com

 

Dokter akan mendiagnosis Alzheimer dengan memeriksa kesehatan secara menyeluruh, riwayat pengobatan, dan kepintaran Anda. Dokter juga akan memeriksa kemampuan bernalar, koordinasi tangan-mata, keseimbangan, dan sensasi penciuman, serta tanda depresi di saat yang bersamaan. Scan otak dan tes darah mungkin digunakan untuk mengidentifikasi penyebab lain demensia, misalnya hipotiroid atau kekurangan vitamin B12.

Unsplash.com

 

Pengobatan penyakit Alzheimer saat ini dan strategi manajemen sementara dapat memperbaiki gejala dari Alzheimer. Hal ini terkadang dapat membantu orang dengan penyakit Alzheimer memaksimalkan fungsi dan mempertahankan kemandirian dalam jangka waktu yang lebih lama. Karena tidak adanya obat untuk menyembuhkan penyakit Alzheimer, pasien Alzheimer penting untuk mendapatkan dukungan dan pengobatan sedini mungkin. Pada awalnya, peningkatan frekuensi lupa atau kebingungan ringan mungkin satu-satunya gejala penyakit Alzheimer yang dapat diketahui.

Rekomendasi Artikel

3 Cara Menghindari Demensia Alzheimer

3 Cara Menghindari Demensia Alzheimer

Penyakit alzheimer biasanya menyerang orang tua. Ternyata ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena alzeimer di usia tua.

Jessica Christy

24 March 2017

Direktori

    Proses...