Ketoasidosis diabetik (DKA) adalah kondisi penumpukan asam di dalam darah. Hal tersebut bisa terjadi jika kadar gula darah terlalu tinggi dalam waktu yang lama. Ketoasidosis bisa sangat membahayakan hingga menyebabkan kematian.

 

Namun, biasanya ketoasidosis membutuhkan proses beberapa jam sampai kondisinya semakin serius. Oleh sebab itu, Diabestfriend harus mencegah kondisi tersebut secepatnya. Untuk mengantisipasinya, berikut penjelasan lengkap tentang ketoasidosis, seperti yang dilansir dari WebMD!

Baca juga: Penderita Diabetes dan Masalah Kesuburan
 

Apa Penyebab Ketoasidosis?

Ketoasidosis biasanya terjadi karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup. Alhasil, sel-sel tidak bisa menggunakan gula di dalam darah untuk diubah menjadi energi. Karenanya, sel-sel tersebut malah menggunakan lemak untuk diubah menjadi energi.

 

Proses pembakaran lemak menyebabkan timbulnya asam darah yang disebut keton. Lama kelamaan, keton bisa menumpuk di darah. Terlalu banyaknya keton di dalam darah dapat mengubah keseimbangan kimia darah dan merusak sistem tubuh secara keseluruhan.

 

Penderita diabetes tipe 1 memiliki risiko terkena ketoasidosis, karena tubuhnya tidak memiliki insulin. Keton juga bisa meningkat jika Diabestfriend yang menderita tipe 1 melewatkan waktu makan, sedang sakit, dan stres.

 

Ketoasidosis juga bisa menyerang penderita diabetes tipe 2, tetapi cukup jarang terjadi. Penderita diabetes tipe 2, terutama jika sudah memasuki usia lanjut, akan memiliki risiko lebih tinggi terkena kondisi yang gejalanya mirip dengan HHNS (sindrom hyperosmolar hiperglikemik nonketoik). Kondisi tersebut bisa menyebabkan dehidrasi akut.

 

Gejala Ketoasidosis yang Perlu Diwaspadai 

Diabestfriend harus mengecek kadar keton jika kadar gula darah melebihi 240 mg/dL. Diabestfriend juga harus mengecek kadar keton jika mengalami gejala gula darah tinggi, seperti mulut kering, merasa haus, dan sering buang air kecil. Gunakan tes urine strip untuk mengecek kadar keton. Beberapa glukosa meter juga bisa mengukur kadar keton. 

 

Kalau kadar keton melebih batas normal, Diabestfriend perlu menurunkan kadar gula darah. Lalu, 30 menit kemudian cek kadar keton lagi. Diabestfriend harus segera periksa ke dokter jika langkah tersebut tidak berhasil menurunkan keton, terutama jika mengalami lebih dari satu gejala-gejala di bawah ini:

  • Muntah-muntah selama lebih dari 2 jam.
  • Mual atau perut terasa sakit.
  • Perubahan aroma napas (baunya seperti aseton).
  • Merasa lelah dan bingung.
  • Sulit bernapas.
Baca juga: Gula Darah Stabil, Bolehkan Berhenti Minum Obat?
 

Pengobatan dan Pencegahan Ketoasidosis

Untuk mengatasi ketoasidosis, Diabestfriend harus segera ke rumah sakit. Di rumah sakit, biasanya dokter akan memasukkan insulin ke dalam tubuh lewat infus, supaya kadar keton turun, cairan di dalam tubuh meningkat, dan keseimbangan kimia darah menjadi stabil. Kalau ketoasidosis tidak segera diatasi, Diabestfriend bisa pingsan, mengalami koma, bahkan meninggal.

 

Dokter juga bisa mengubah dosis insulin harian Diabestfriend, untuk mencegah kondisi ketoasidosis terjadi kembali. Diabestfriend harus lebih sering minum air putih dan minuman nonalkohol bebas gula. Kontrol gula darah yang baik akan membantu Diabestfriend menghindari ketoasidosis. Untuk menjaga kestabilan kadar gula darah, Diabestfriend perlu:

  • Minum obat sesuai perintah dokter.
  • Mengikuti jadwal makan yang sudah ditentukan.
  • Rutin berolahraga.
  • Rutin mengecek gula darah. 

 

Pastikan suntikan insulin Diabestfriend belum kedaluwarsa. Insulin harus disuntikan dalam kondisi yang baik. Jadi sebelum menggunakan insulin, cek dulu kemasannya, jangan sampai bocor dan teksturnya berubah. Hubungi dokter jika kadar gula darah Diabestfriend terlalu tinggi atau terlalu rendah. 

Baca juga: Penderita Diabetes Kerap Alami Sakit Kepala

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ketoasidosis adalah kondisi berbahaya yang sering menyerang penderita diabetes. Diabestfriend perlu mewaspadainya. Kalaupun sudah memiliki risiko tinggi terkena kondisi ini, segera lakukan pencegahan seperti yang sudah dijelaskan di atas. (UH/AS)

 

Aturan Berolahraga untuk Penderita Diabetes