Penyakit

Sariawan (Stomatitis)

Stomatitis atau yang dikenal dengan sariawan merupakan lesi atau luka dangkal berukuran kecil, yang berkembang pada jaringan lunak di mulut atau dasar gusi. Meskipun ukurannya kecil, sariawan terkadang sangat menyakitkan sehingga mengganggu saat makan, minum, maupun berbicara. Kebanyakan sariawan sembuh dengan sendirinya dalam 1 atau 2 minggu. Jika tidak sembuh dalam kurun waktu tersebut, atau sangat menyakitkan serta berukuran lebih besar, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi untuk mengobatinya.

Sariawan sering kambuh, tapi dapat dikurangi frekuensinya dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Hindari makanan yang bersifat iritatif, seperti pedas berlebihan, terlalu asam, terlalu manis, serta makanan yang dapat menyebabkan alergi.
  2. Konsumsi makanan sehat, seperti banyak makan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
  3. Jaga kebersihan mulut dengan baik. Menyikat gigi secara teratur setelah makan dengan menggunakan sikat lembut untuk mencegah iritasi pada jaringan mulut yang halus, dan hindari pasta gigi serta larutan kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.
  4. Jika menggunakan kawat gigi atau peralatan gigi lainnya, mintalah dokter gigi menggunakan lilin ortodontik untuk menutupi ujung atau bagian yang tajam.
  5. Kurangi stres.

Kebanyakan sariawan berbentuk bulat atau oval, dengan warna putih atau kuning pada bagian tengah serta merah pada bagian pinggir atau batas sariawan. Sariawan dapat muncul di dalam mulut, bawah lidah, sisi dalam bibir, dasar gusi, atau langit-langit mulut. Sebelum sariawan benar-benar muncul, biasanya akan muncul sensasi kesemutan atau terbakar satu atau dua hari sebelum luka sariawan benar-benar timbul.

Ada beberapa jenis sariawan, yaitu sariawan kecil, besar, dan sariawan herpetik. Sariawan kecil adalah jenis yang paling umum, biasanya kecil, oval, dengan tepi merah. Sariawan ini akan sembuh tanpa jaringan parut dalam satu sampai dua minggu. Sariawan besar jarang terjadi, dan lebih besar serta lebih dalam daripada sariawan kecil. Berbentuk bulat besar dan mungkin memiliki tepi yang tidak teratur, terkadang sangat menyakitkan. Mungkin dibutuhkan waktu hingga enam minggu untuk penyembuhan serta dapat meninggalkan jaringan parut yang luas. Untuk sariawan herpetik, jarang terjadi namun tidak berkaitan dengan infeksi virus herpes dengan jumlah luka sariawan yang banyak dan dapat bergabung menjadi luka sariawan yang besar dengan tepi tidak beraturan serta dapat sembuh dalam satu sampai dua minggu.

Penyebab pasti dari sariawan masih belum jelas, meskipun peneliti menduga bahwa kombinasi beberapa faktor berkontribusi terhadap timbulnya sariawan.
Berikut beberapa kemungkinan pemicu untuk sariawan:
1. Cedera ringan pada mulut saat menyikat gigi, kecelakaan olah raga, atau tergigit yang tidak disengaja.
2. Pasta gigi dan larutan kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.
3. Sensitif terhadap makanan, terutama cokelat, kopi, stroberi, telur, kacang-kacangan, keju, dan makanan pedas atau asam.
4. Diet kurang vitamin B12, seng, folat (asam folat), atau zat besi.
5. Respons alergi terhadap bakteri tertentu di mulut.
6. Helicobacter pylori, bakteri yang sama pada penyebab tukak lambung.
7. Fluktuasi hormonal saat menstruasi serta tekanan emosional.


Luka sariawan juga bisa terjadi karena kondisi dan penyakit tertentu, seperti:
1. Penyakit seliaka, gangguan usus serius yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap gluten, protein yang ditemukan pada kebanyakan biji-bijian.
2. Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.
3. Penyakit Behcet, kelainan langka yang menyebabkan radang di seluruh tubuh, termasuk mulut.
4. Sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel sehat di mulut.
5. HIV/AIDS, yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Diagnosis sariawan cukup dengan pengamatan visual oleh dokter atau dokter gigi. Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan pemeriksaan masalah kesehatan lainnya, terutama jika radang sariawan yang terjadi cukup parah dan terus berlanjut.

Sariawan umumnya tidak bertahan lebih lama dari dua minggu, bahkan tanpa pengobatan. Jika penyebabnya diketahui, dokter dapat langsung mengatasi penyebabnya. Jika penyebabnya tidak dapat diidentifikasi, fokus pengobatan lebih pada mengurangi gejala dari stomatitis. Beberapa obat oles dapat digunakan seperti lidocaine atau xylocaine (tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun), kortikosteroid topikal seperti salep triamcinolone (Kenalog dalam Orabase 0,1%). Obat anti-inflamasi seperti kortikosteroid (termasuk prednisone) adalah pengobatan yang paling efektif untuk sariawan, karena akan mengurangi pembengkakan dan nyeri. Jika sering mengalami sariawan, mungkin disebabkan kekurangan folat atau vitamin B12. Konsultasikan hal ini dengan dokter terkait kemungkinan ini.

Rekomendasi Artikel

Sariawan Tidak Kunjung Sembuh? Jangan-jangan Kanker Mulut!

Sariawan Tidak Kunjung Sembuh? Jangan-jangan Kanker Mulut!

Salah satu gejala kanker mulut adalah sariawan yang tidak kunjung sembuh dan terus muncul di tempat yang sama. Jadi jangan disepelekan ya.

Annisa Rahmah

24 August 2017

Sariawan Karena Kurang Vitamin C? Salah!

Sariawan Karena Kurang Vitamin C? Salah!

Kebanyakan orang menganggap sariawan disebabkan karena kekurangan vitamin C. Padahal itu tidak benar! Berikut 9 faktor penyebab sariawan.

Annisa Rahmah

21 August 2017

Cegah Sariawan saat Berpuasa

Cegah Sariawan saat Berpuasa

Saat puasa entah kenapa gampang banget terkana sariawan. Ternyata penyebabnya adalah turunnya daya tahan tubuh. Atasi sariawan saat puasa dengan tips ini.

Firdania Rarastiti A

20 June 2017

Keluhan-Keluhan Populer yang Menyerang Saat Bulan Puasa

Keluhan-Keluhan Populer yang Menyerang Saat Bulan Puasa

Banyak penyakit yang umum dikeluhkan saat bulan Ramadan tiba. Apa saja sih? Simak ulasan berikut ini.

Annisa Rahmah

02 June 2017

Direktori

    Proses...