Nyeri, kembung, dan kram di perut saat menstruasi? Itu sudah biasa. Namun tak hanya keluhan itu saja nih Gengs yang muncul saat menstruasi! Sebagian dari Kamu mungkin merasakan pantat ikutan nyeri atau pegal saat menstruasi. Kira-kira apa penyebabnya? Dilansir dari self.com,  penyebab tersering nyeri di pantat saat menstruasi adalah ketegangan otot.

 

Kram, pembengkakan rahim, dan perut kembung dapat memberikan tekanan pada otot gluteal, yaitu otot yang membentuk pantat. Ketika ketegangan di otot gluteal cukup tinggi, dapat menyebabkan kram dan disertai rasa sakit di punggung bawah, panggul, dan pantat. Otot yang menegang di area panggul inilah yang lantas membuat Kamu merasa seperti harus buang air kecil. Untuk lebih jelasnya, Kamu perlu tahu apa yang terjadi pada tubuhmu saat menstruasi, hingga pantat terasa pegal:

 

1. Akibat posisi rahim condong ke punggung

Rasa sakit selama berhari-hari di bagian pantat saat menstruasi sangat umum  terjadi jika posisi rahim Kamu cenderung condong ke arah punggung. Karena otot saraf bagian tubuh saling berhubungan, maka rasa sakit yang berasal dari satu tempat mungkin akan terasa di tempat lain. Kebanyakan uterus atau rahim wanita miring ke arah depan, sehingga mereka merasakan kram di perut. Tetapi jika rahim Kamu miring ke arah sebaliknya, dan ini sebenarnya kurang umum meskipun masih normal, Kamu mungkin merasakan kram di punggung atau pantat.

Baca juga: Kok Nyeri Perut Hebat Sebelum Menstruasi, Ya?
 

2. Kemungkinan endometriosis

Rasa pegal ringan di pantat selama periode menstruasi mungkin tidak perlu dikhawatirkan. Kamu bisa mencoba melemaskan otot-otot gluteal dengan mandi, melakukan pijatan ringan, atau apa saja yang biasa Kamu lakukan untuk mengurangi nyeri. Jika perlu, minum obat penghilang rasa sakit.

 

Tetapi jika tidak berhasil, tetap timbul rasa sakit yang parah pada otot gluteal, kemungkinan mengarah pada endometriosis. Endometriosis ini adalah suatu kondisi ketika tumbuh jaringan di dalam maupun luar rahim. Jika jaringan endometriosis ini tumbuh di dekat saraf yang terhubung ke pantat, seperti saraf skiatik, Kamu bisa merasakan sakit di otot-otot pantat. Namun kondisi ini langka, Gengs. Hanya kurang dari 1 persen wanita memiliki endometriosis di sekitar pantat.

 

 

3. Fibroid

Masalah lain yang mungkin menyebabkan nyeri di otot pantat adalah pembesaran rahim karena fibroid, yaitu pertumbuhan jaringan non-kanker di rahim yang dapat berkembang bertahun-tahun selama masa subur seorang wanita. Fibroid dapat menyebabkan rahim terdorong ke punggung atau pantat. Waspada ya Gengs, jika ada perdarahan vagina yang tidak biasa, kemungkinan adalah gejala fibroid.

Baca juga: FKA Twigs Alami Penyakit Fibroid

 

4. Kelainan atau penyakit di anus

Dalam beberapa kasus, rasa sakit justru bersumber dari rektum atau anus, dan bukan di otot pantat, misalnya sembelit. Makanya nih, saat menstruasi perbanyak makan makanan kaya serat dan minum banyak air putih, atau minum obat pelunak feses jika perlu.

 

Jika rasa sakit di pantat terus memburuk selama menstruasi, dan hampir setiap bulan Kamu mengalaminya, sebenarnya bisa menjadi tanda sindrom iritasi usus atau wasir. Kamu sebaiknya pergi ke dokter. Sebelumnya buatlah catatan kapan saja periode nyeri datang sehingga dokter akan lebih mudah memutuskan apakah nyeri di pantat benar-benar terkait menstruasi atau karena ada penyakit lain.

Baca juga: Ketahui Beda Kista, Miom, dan Endometriosis, Agar Tidak Keliru Lagi!
 

Jadi singkatnya, nyeri pantat biasanya hanya rasa sakit biasa selama menstruasi. Tetapi jika tidak membaik dengan obat penghilang rasa sakit atau menjadi sangat buruk, Kamu tidak boleh mengabaikannya dan segera cek ke dokter. (AY/WK)

 

Mitos dan Fakta Haid - Guesehat