Siapa yang pernah atau sedang mengalami ketakutan saat menghadapi persalinan? Saya pernah! Sejak awal hamil, hal yang saya takuti adalah ketika menghadapi persalinan nanti. Bukan hanya takut akan prosesnya, namun juga takut apabila (amit-amit) ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada si jabang bayi, misalnya: ada anggota tubuh yang tidak lengkap atau misalnya mengalami down syndrome, dan sebagainya. Melahirkan adalah proses alami yang pastinya akan dialami oleh hampir setiap perempuan. Baik secara normal ataupun operasi sesar, semua orang yang pernah mengalaminya (terutama ibu-ibu kita) pasti bilang prosesnya sakit. Banget! Sakitnya jutaan kali lebih sakit dari semua sakit yang pernah kita rasain. Kira-kira begitulah deskripsi mereka. Nah, kata "SAKIT" itu sudah menghantui saya sejak awal mendapati diri saya hamil. Deg-degan dan takut menjadi satu ketika kandungan mulai menginjak trimester kedua. Bermodal googling metode-metode apa saja yang bisa mengurangi rasa sakit saat persalinan, saya menemukan metode yang menarik perhatian saya: water birth! Melahirkan di dalam air hangat, sehingga katanya rasa nyerinya berkurang karena tubuh menjadi rileks. Akhirnya saya menanyakan kepada dokter kandungan saya, apakah dia bisa menangani water birth. Ternyata saya baru tahu kalau water birth sudah dilarang di Indonesia. Katanya sih karena ada beberapa kasus yang menyebabkan water birth tersebut sudah tidak diperbolehkan lagi. Lalu dokter kandungan saya akhirnya menyarankan saya untuk mengikuti metode melahirkan hypnobirthing. Saya langsung tertarik. Awalnya saya nggak tahu hypnobirthing itu apa. Dalam benak saya, hypnobirthing mungkin melahirkan dengan cara dihipnotis. Hahaha.. Lho? Jadi bisa langsung tiba-tiba melahirkan gitu? Tanpa merasakan sakit? Mau dong! Daripada bertanya-tanya, akhirnya saya mencari tahu tentang apa itu hypnobirthing. Penasaran, saya langsung menghubungi kontak Hypnobirthing Indonesia dan saya disarankan untuk mengikuti kelasnya. Bersama Suami! Wah, menarik sekali.

Apa itu hypnobirthing?

Hypnobirthing merupakan latihan relaksasi supaya para ibu dan calon ibu bisa melahirkan tanpa rasa sakit. Caranya dengan sugesti melalui ucapan. Terapi ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan penggagasnya adalah Ibu Lanny Kuswandi. Sebenarnya hypnobirthing dapat dilakukan sendiri di rumah. Yang penting, kita berupaya untuk menanamkan niat positif ke pikiran bawah sadar agar ibu dapat menjalani kehamilan dengan sehat, menyenangkan, dan menghadapi persalinan dengan tenang, alami, nyaman, dan lancar. Namun saya memilih mengikuti kelasnya agar sekalian bisa bertemu dengan pasangan-pasangan lain yang tentunya memiliki pengalaman berbeda-beda. Kelas pun dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Minggu. Saya dan suami bertemu dengan 20 pasang suami istri lainnya di kelas tersebut. Saat itu kandungan saya sudah hampir menginjak minggu ke 26. Kami diajarkan bagaimana menanamkan afirmasi positif selama hamil dan dalam menghadapi persalinan nanti. Caranya adalah dengan mengucapkan kalimat-kalimat positif terhadap si bayi dalam kandungan, misalnya: "Baik-baik ya, Nak, di dalam perut Mama. Biar kamu tumbuh menjadi anak yang sehat, pintar, cantik, dan baik hati. Nanti ketika sudah saatnya keluar, kita kerjasama, ya. Dua kali ngeden aja kamu langsung keluar, ya." Yah, kira-kira seperti itu, deh. Intinya, ayah ibu harus sering-sering ngajak ngobrol si bayi dalam kandungan. Dengerin lagu atau bacain buku juga boleh. Soalnya, bayi dalam kandungan itu sudah bisa diajak berkomunikasi. Tak hanya si calon ibu yang mendapat banyak ilmu soal kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Di kelas tersebut, sang suami juga diajak turut serta mengalami kehamilan sampai menjadi ayah ASI nanti. Mereka diajarkan bagaimana pijat relaksasi untuk ibu hamil agar rileks, bagaimana menghadapi kontraksi sang istri nanti, bagaimana mendukung ibu ASI, pokoknya diajak betul-betul menjadi support system untuk istrinya (dan anaknya tentunya). Dua hari mengikuti kelas terapi hypnobirthing dan hypnobreastfeeding bersama Ibu Lanny Kuswandi dan timnya berhasil membuat saya lebih tenang dan positif menghadapi persalinan. Sebisa mungkin, saya dan suami ingin melahirkan secara normal jika memang tidak ada halangan, maka afirmasi-afirmasi positif untuk menghadapi persalinan normal pun selalu kami tanamkan setiap hari. Latihan relaksasi juga saya lakukan hampir setiap hari. Kehamilan saya menjadi lebih menyenangkan dan nyaman. Saya sudah tidak takut lagi melahirkan. Bahkan ketika air ketuban saya pecah sebelum waktunya pun saya dengan tenang menghadapinya dan suami saya pun dengan tenang membawa saya ke rumah sakit. Namun ternyata bayi saya harus lahir prematur dengan jalan operasi, saya memang sempat shock dan akhirnya menangis karena tidak menyiapkan diri untuk operasi. Namun suami saya menenangkan saya dan afirmasi-afirmasi positif pun mulai kami tanamkan lagi. Tidak sampai 10 menit, saya sudah tenang dan siap menghadapi persalinan. Kamar operasi pun disiapkan dan tak lama kemudian, bayi perempuan mungil kami lahir ke dunia. Sampai saat ini, kami memiliki group chat yang berisi ibu-ibu hypnobirthing dari berbagai angkatan. Kami selalu menyebarkan semangat positif setiap hari, baik bagi ibu-ibu yang akan menghadapi persalinan, sampai ibu-ibu yang anaknya sudah mulai mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Ternyata support group yang memiliki pengalaman dan permasalahan yang sama sangat membantu kita dalam menghadapi problema ibu-ibu baru. Meskipun tidak saling bertatap muka dan sebagian besar dari kami bahkan belum pernah bertemu, kami merasa seperti teman-teman lama.