Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang  dapat masuk ke dalam paru-paru dan memberikan infeksi primer. Nah, infeksi primer yang merupakan dampak dari gejala penyakit TB ini dapat sembuh dengan sendirinya atau ada pula yang memerlukan pengobatan rutin.

Mitos-mitos TB

Banyak mitos-mitos yang berkembang di masyarakat dan menjadi isu yang menimbulkan diskriminasi terhadap penderita TB. Supaya Anda tidak salah antara informasi fakta dengan yang hanya mitos, berikut informasi yang sebaiknya tidak Anda percaya karena hanya mitos mengenai penyakit tuberkulosis:
  1. Penderita TB adalah penyakit seumur hidup
  2. Apabila kita menyentuh penderita TB maka kita akan ikut tertular TB
  3. Penderita TB akan mudah terinfeksi oleh penyakit lain (daya tahan tubuh lemah)
  4. Gejala penyakit TB hanya dialami oleh masyarakat miskin dan kurang gizi dan terakhir TB merupakan penyakit yang tidak dapat diobati.
Jadi, jika Anda pernah mendengar informasi bahwa penderita TB tidak bisa sembuh itu berarti perlu diragukan. Pasalnya, saat ini sudah ada cara penyembuhan TB yaitu  dengan pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yang teratur. Selain itu, TB merupakan penyakit yang cara penularan terjadi karena adanya kontak dekat seperti melalui batuk. Pasien TB yang sudah mendapatkan pengobatan selama 2 minggu dan dilanjutkan dengan pegobatan rutin memiliki peluang besar untuk sembuh dan tidak mudah untuk terserang gejala penyakit TB atau penyakit lainnya.

Tindakan untuk Penderita TB

Jika orang terdekat Anda sudah menunjukkan gejala penyakit-gejala TB, sebaiknya segera sarankan mereka untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Semakin cepat gejala TB ditangani, maka semakin cepat pula proses pemulihan penyakit TB yang dialami.

Apakah pengobatan TB mahal?

Tentu tidak, karena pemerintah Indonesia sudah menggalakkan pengobatan TB secara gratis. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia bebas TB. Dalam pengendaliannya, pemerintah Indonesia berencana untuk memasukkan pelayanan tatalaksana TB sebagai syarat akreditasi rumah sakit, sehingga pengobatan TB sudah sesuai standar dan diharapkan bisa mewujudkan Indonesia bebas TB. Upaya ini terutama ditujukan untuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Jika Anda pernah mendengar mitos yang berkaitan dengan penyakit tuberkulosis sebaiknya lakukan kroscek terlebih dahulu ke dokter yang terpercaya. Jangan sampai karena Anda salah memahami penyakit ini, Anda justru menjadi salah dalam memberikan penanganan serta pengobatan ketika gejala penyakit TB muncul.