Sahur menjadi tantangan tersendiri bagi Kamu yang berpuasa selama bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan waktu terbaik yang dianjurkan untuk menikmati santap sahur adalah sekitar satu jam sebelum adzan Subuh. Beragam kesibukan kerja dan rutinitas rumah tangga yang tentunya menyita waktu, membuat sebagian besar orang tak sempat masak jelang waktu sahur dan memilih untuk memanaskan masakan saja.


Walaupun terkesan lebih mudah, ada aturan kesehatan yang penting untuk Kamu perhatikan dari cara memanaskan menu sahur.  Tidak semua makanan aman untuk kembali dipanaskan. Berikut adalah 6 jenis makanan yang tidak bisa dipanaskan secara berulang untuk disantap saat sahur.

Baca juga: Cara Atasi Perut Kembung dan Mual saat Puasa

 

1. Ayam

Sebenarnya, ayam adalah salah satu bahan makanan yang biasa dihangatkan kembali untuk disantap. Namun, sebaiknya hindari memanaskan lauk ayam berulang kali. Protein pada  ayam akan berubah ketika dipanaskan kembali. Ayam merupakan makanan yang tidak boleh dipanaskan pada suhu tinggi. Karena, dampaknya Kamu bisa terkena masalah pencernaan. Kalaupun Kamu harus memanaskan ayam, panaskanlah menggunakan api kecil. Cukup pastikan ayamnya sudah agak hangat.

 

2. Kentang

Olahan kentang tidak bisa dihangatkan berulang kali. Kandungan gizi pada kentang akan menguap dan hilang, bahkan berbalik menjadi racun bagi tubuh jika kentang dipanaskan kembali. Konsumsilah kentang untuk satu kali porsi makan. Makanlah kentang segera setelah dimasak. Ada baiknya, Kamu mengonsumsi kentang dalam kondisi dingin saja, jika porsi menu kentang yang dimasak masih bersisa.

 

3. Bayam

Banyak ahli kesehatan yang mengimbau bahwa sayur bayam tidak boleh dimasak terlalu lama atau dipanaskan berulang kali. Pasalnya ia akan menimbulkan efek yang berbahaya. Kandungan nitrat pada bayam akan berubah menjadi nitrit. Padahal, zat nitrit ini berisiko mencetus adanya senyawa karsinogen (zat penyebab kanker) pada tubuh manusia. Inilah sebabnya, orang tua zaman dulu selalu pantang memanaskan bayam lagi. Jika Kamu ingin makan sayur bayam hangat di waktu sahur, ada baiknya Kamu menyiapkan bahannya dan mengiris bumbu pelengkapnya terlebih dahulu sebelum tidur. Jelang sahur, Kamu bisa langsung memasaknya. Beruntung, bayam membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama untuk matang dan siap dihidangkan.

 

4. Seledri

Kaya akan kandungan nitrat, menjadikan seledri memiliki permasalahan yang serupa dengan bayam. Jika seledri dipanaskan, zat nitrat tersebut akan berubah menjadi nitrit dan melepaskan senyawa karsinogen (zat penyebab kanker), sesaat setelah dipanaskan. Tentunya zat karsinogen ini dapat ikut masuk ke dalam tubuh jika kita mengonsumsi seledri yang dipanaskan. Sebagai saran, biasakanlah menyediakan seledri yang sudah diiris dan disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas. Jadi, kalau Kamu mau memanaskan sop, Kamu bisa menaburkan irisan seledri tersebut di atas permukaan sop. Semangkuk sop segar pun, siap dijadikan santap sahur yang sehat!

 

5. Jamur

Makanan jamur sebaiknya dihabiskan langsung setelah dimasak. Kalaupun porsi makanannya tidak habis dikonsumsi, akan jauh lebih baik dimakan kembali dalam kondisi tidak hangat, daripada dipanaskan kembali. Pasalnya, jika jamur dipanaskan ulang, akan ada perubahan komposisi protein dan nutrisi yang akan mengurangi rasanya. Jamur yang telah dipanaskan kembali dapat memicu masalah pencernaan. Tentunya hal ini dapat sangat merepotkan dan menggangu kesehatanmu selama berpuasa.

 

6. Telur

Sumber protein yang satu ini berisiko melepaskan racun jika terpapar api pada suhu tinggi secara berulang kali. Khususnya untuk telur rebus, telur bulat yang dimasak utuh (contohnya gulai atau balado), dan telur dadar.

Baca juga: Inilah 5 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Kamu Berpuasa!

 

 

Aturan Sehat untuk Memanaskan Masakan

Hampir semua orang lebih memilih untuk menghangatkan masakan sisa berbuka untuk dinikmati kembali saat sahur. Baik dengan cara menggunakan microwave, atau dengan cara memanaskan makanan di atas kompor. Kamu mungkin menganggap, selama rasanya tidak berubah, maka hal yang perlu dikhawatirkan pun tidak ada.  Namun, tahukah Kamu bahwa perubahan gizi semestinya menjadi hal yang harus Kamu khawatirkan dari proses memanaskan makanan.

 

Tidak masalah jika Kamu ingin menghangatkan makanan satu kali saja. Misalnya, Kamu ada waktu senggang untuk masak menu sahur di malam hari dan ingin menghangatkannya saat waktu sahur nanti. Pola memanaskan masakan seperti ini masih dibolehkan. Namun, ahli nutrisi tidak menyarankan untuk menghangatkan makanan berkali-kali. Semakin sering makanan dihangatkan kembali setelah tersimpan lama di kulkas, semakin besar potensi kebiasaan ini untuk memicu berbagai masalah kesehatan.

 

Hal ini dikarenakan, proses memanaskan makanan yang dilakukan lebih dari satu kali bisa mengubah zat yang ada dalam makanan menjadi racun yang memicu sel kanker (racun karsinogen). Kenapa bisa demikian? Karena saat makanan didinginkan di kulkas, bakteri dari bahan-bahan lain di kulkas jadi mudah berpindah dan berkembang biak ke makanan. Khususnya bila makanan tidak disimpan dalam wadah yang tertutup rapat selama didinginkan di kulkas. Apalagi jika makanan yang akan dihangatkan lagi saat sahur berbahan dasar daging, ikan, dan telur. Bahan- bahan tersebut jika didinginkan atau didiamkan begitu saja dalam kulkas, akan mudah dihinggapi bakteri.

Baca juga: Lakukan Hal Ini agar Tetap Fit Selama Puasa

 

Tips Menyimpan Makanan dalam Kulkas

Ini dia aturan penting yang bisa Kamu terapkan saat memanaskan makanan selama bulan Ramadan!

  • Selain hanya boleh dipanaskan satu kali, makanan juga harus didiamkan dulu selama 2-3 jam sebelum masuk ke lemari pendingin. Metode ini untuk mencegah agar bakteri jadi tidak mudah berkembang biak, selama proses pendinginan dalam kulkas.
  • Simpanlah makanan dalam wadah khusus, lalu aturlah suhu kulkas di bawah 4 derajat Celcius.
  • Saat memanaskan makanan untuk sahur, gunakan tingkat kepanasan dengan suhu  74 derajat Celcius (api kecil). Makanan yang dipanaskan hingga lebih dari suhu tersebut akan hilang kandungan nutrisinya. Untuk makanan cair atau berkuah, pastikan Kamu memanaskannya hingga mendidih.

 

Sebisa mungkin, patuhi aturan dasar memanaskan masakan yang telah disebutkan di atas agar 30 hari puasa yang Kamu jalani tetap lancar dan bebas gangguan. (TA/WK)