Kalau ditanya suka makan ikan, sebagian besar dari kita pasti akan menjawab suka. Namun, saat pertanyaannya menjadi: apakah sering makan ikan? Jawabannya hanya ngg panjang, yang berarti tidak sesering makan ayam maupun daging. Ini termasuk saya. Saya selalu menganggap protein bisa didapat dari sumber makanan lain, terutama yang memasaknya tidak ribet.

 

Pandangan ini berubah saat mendengar fakta dari teman yang ahli gizi saat sedang ber-afternoon coffee ria, bahwa kandungan omega-3 pada ikan kembung ternyata jauh lebih banyak daripada salmon. Masa’ sih? Oke, awalnya saya memang skeptis. Walau menyukai ikan kembung, saya menyadari bahwa popularitas ikan satu ini kalah jauh dari salmon. Bahkan, kerap dianggap makanan kampung! Saya semakin yakin setelah membaca artikel-artikel “brutally honest” dari dr. Tan Shot Yen yang menyebutkan serupa, dengan tambahan bahwa orang Indonesia seharusnya berupaya menjadi sehat dengan memanfaatkan kekayaan pangan lokal yang harganya juga jelas lebih murah.

 

Dalam urusan meningkatkan makan ikan secara rutin, pemerintah pun tidak tinggal diam. Kode keras dilancarkan Presiden Jokowi dengan kuis berhadiah sepeda yang pertanyaannya seputar ikan-ikan khas perairan Indonesia yang jawabannya antara lain: ikan kembung, bandeng, cakalang, tuna, lele, patin, dan tongkol. Jujur, saya baru menyadari kode ini belakangan.

 

Manfaat Ikan 

 

Lantas, apa saja manfaat menyantap ikan secara rutin? Sebagai salah satu sumber protein terbaik, ikan dibutuhkan untuk pertumbuhan, regenerasi sel, dan perbaikan otot-otot yang rusak (terutama yang doyan berolahraga seperti saya). Kandungan omega-3 pada ikan juga bermanfaat bagi perkembangan otak janin dalam kandungan ibu. Manfaat ikan lainnya bagi anak adalah mampu meningkatkan fokus, menjaga daya tahan tubuh, serta menajamkan penglihatan mata.

 

Omega-3 sebagai salah satu lemak baik merupakan unsur penting dalam gizi yang wajib dikonsumsi orang tiap harinya. Kandungan gizi ideal dari makanan sehat yang saya tahu setidaknya harus mengandung karbohidrat, protein, lemak dengan perbandingan 50:30:20. Nah, dengan mengonsumsi ikan, kita pun mendapatkan dua unsur gizi sekaligus, yakni protein dan lemak baik!

 

Manfaat lain asam lemak omega-3 ini adalah untuk memelihara kesehatan jantung orang dewasa. Orang yang makan ikan setiap hari ternyata memiliki risiko serangan jantung lebih rendah dari mereka yang jarang atau sama sekali tidak mengonsumsi ikan.

 

Memasak ikan dengan Simpel

 

Setelah tahu #IkanItuEnak—dan sehat—tantangan selanjutnya adalah menjadikan ikan sebagai menu sehari-hari yang nggak hanya menyenangkan untuk disantap sekeluarga, tapi juga praktis bagi yang memasak, dalam hal ini: saya. Karena tidak menyukai bau amis yang terlalu lama menyelimuti dapur, saya selalu minta si Penjual agar ikan lebih dulu dibersihkan, lalu dipotong sesuai keinginan. Jadi, sampai di rumah tinggal mencampur dengan bumbu dan memasaknya.

 

Mengingat banyak ibu rumah tangga yang kini tidak memiliki asisten (seperti saya), namun kegiatannya seabrek mulai dari bekerja di rumah, olahraga, sesekali meeting di luar, lalu jemput anak pulang sekolah, maka menu mengolah ikan pun harus yang ringkas. Sebisa mungkin waktu memasaknya kurang dari 1 jam.

 

Nah, berdasarkan pertimbangan itu, saya pun menguji beberapa resep lauk ikan di hari kerja dan ternyata rata-rata waktu penyajiannya hanya 30 menit. Kalau begini, kayaknya saya bakal lebih sering memasak ikan. Yuk, coba kelima resep enak dan mudah ini:

 

  1. Ikan kembung siram
  2. Tim kakap SAORI
  3. Ikan goreng woku
  4. Ikan kriuk saus Thailand
  5. Ikan goreng sambal nanas

 

Tinggal makan lauk di atas dengan nasi maupun dengan lalapan seperti selada, kemangi, kol, timun, dan tomat. Jangan lupa cocol dengan sambal jika suka pedas. Hmm, pasti enak sekali!

Bagaimana denganmu, apakah berencana lebih sering makan ikan? Apa resep olahan ikan favoritmu selama ini?