Penyakit

Kanker usus besar dan rektum / Kolorektal

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Kanker ini umumnya bermula dari polip yang tumbuh di sepanjang dinding permukaan dalam usus besar serta rektum. Seiring bertambahnya waktu, polip dapat berkembang menjadi sel kanker. Polip atau jaringan yang tumbuh ini biasanya jinak dan tidak menimbulkan gejala. Karena itu, dokter menyarankan agar setiap orang rutin melakukan pemeriksaan untuk mencegah terjadinya kanker kolorektal, dengan mengidentifikasi dan menghilangkan polip sebelum berkembang menjadi sel kanker.

Pencegahan kanker sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian menyatakan bahwa pencegahan kanker kolorektal dapat dilakukan dengan menghindari beberapa faktor risiko, antara lain:

  • Mengubah gaya hidup dan pola makan.
  • Menghindari hal-hal yang memicu kanker seperti polusi dan radiasi.
  • Mengonsumsi obat atau suplemen tertentu untuk mencegah timbulnya kanker.

Gejala kanker kolorektal biasanya muncul pada stadium lanjut. Jenis gejala yang muncul juga tergantung dari lokasi tumbuhnya kanker. Gejala yang timbul antara lain:

  • Diare, konstipasi, atau perubahan pada konsistensi feses yang terjadi lebih dari 4 minggu.
  • Terdapat darah pada feses.
  • Rasa tidak nyaman pada abdomen seperti kram, kembung, atau nyeri.
  • Proses buang air besar yang terasa tidak tuntas.
  • Lemas dan lelah.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Masih belum bisa dipastikan apa sebenarnya penyebab kanker kolorektal. Seperti pada sebagian besar kasus kanker, biasanya sel kanker diawali dari tumbuhnya sel-sel abnormal. Namun penyebab berkembangnya sel-sel abnormal yang tidak terkendali tersebut masih belum diketahui secara pasti. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor risiko yang memicu pertumbuhan sel kanker, yaitu:

  • Faktor usia. Kanker kolorektal banyak terjadi pada orang di atas usia 50 tahun.
  • Ras Afrika-Amerika.
  • Inflamasi kronis pada usus.
  • Faktor keturunan. Orang dengan anggota keluarga yang mengidap kanker atau polip kolorektal memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap kanker kolorektal pula.
  • Pengaruh gaya hidup, seperti kurang olahraga serta pola makan rendah serat dan tinggi lemak.
  • Diabetes.
  • Obesitas.
  • Merokok.

Diagnosis biasanya diawali dengan pemeriksaan kondisi fisik dan gejala. Serangkaian pemeriksaan lain juga dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis, yaitu:

  • Kolonoskopi
  • Biopsi (pengambilan sampel jaringan pada sel-sel abnormal).
  • USG, rontgen, CT scan, dan MRI.

Selain untuk diagnosis, metode-metode pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan serta tingkat penyebaran kanker.

Penanganan kanker disesuaikan dengan stadium kanker. Terdapat tiga pilihan terapi utama pada kanker, yaitu:

  1. Pembedahan, biasanya dilakukan pada kanker kolorektal stadium awal.
  2. Kemoterapi.
  3. Terapi radiasi.

Direktori

    Proses...