Kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban. Bagian dari hari-hari saya demi bisa melek dan happy, sepadat apa pun jadwal yang menanti di depan mata. Dalam kehidupan serba cepat seperti sekarang, saat seseorang bisa mengerjakan bermacam-macam kegiatan sekaligus (baca: multitasking), di mana saja (smartphone memungkinkan ini terjadi) dan dalam waktu yang amat singkat, kehadiran kopi nggak hanya sebagai penyelamat, tapi juga ajang buat eksis. Kopi dalam cangkir dan mug keren, ditata sedemikian rupa hingga menghasilkan foto flat lay yang artistik adalah sesuatu yang lumrah kita temui di media sosial. Semua orang ikut ngopi tanpa paham kekurangan maupun manfaat minum kopi itu sendiri, termasuk saya beberapa tahun yang lalu. Padahal, saat menyeruput kopi sudah menjadi sebuah kebiasaan, ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan agar tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan di kemudian hari:

1. Pengalaman: lambung terasa perih

Yang harus diperhatikan: kadar kafein yang berbeda-beda pada tiap kopi. Semakin tinggi kadar kafein, semakin besar pula kemungkinan lambung jadi sakit. Karena alasan inilah saat pertama kali ngopi, saya memilih menyeduh jenis arabika daripada robusta. Selain itu, saya juga membiasakan untuk tidak minum kopi dalam kondisi perut kosong, tidak juga langsung ngopi setelah makan besar. Beri jeda 30 menit antar keduanya.

2. Pengalaman: sering buang air kecil

Yang harus diperhatikan: berapa cangkir kopi yang sudah diminum dalam satu hari. Efek diuretik (peningkatan produksi urine) dari kopi akan terlihat apabila kita sudah mengonsumsi kafein lebih dari 500 mg atau setara dengan 4 cangkir. Akibatnya, seseorang menjadi dehidrasi karena sering pipis. Saya sendiri selalu pastikan minum air putih lebih banyak dari biasanya tiap hari. Alasannya sesimpel karena saya rutin olahraga, juga rutin ngopi. Walau rutin versi saya tak lain satu cangkir tiap harinya.

3. Pengalaman: sulit tidur

Yang harus diperhatikan: jangan minum kopi di atas jam 18.00 agar cukup tidur di malam hari. Dan sejujurnya, ini sulit banget! Quick coffee bareng teman maupun pasangan pas pulang kantor atau ketika anak-anak sudah tidur adalah kegiatan yang sesekali perlu dilakukan demi recharge suasana hati. Namun, perlu diingat, kafein baru akan bekerja mengusir kantuk 45 menit sampai 1 jam setelah kita minum kopi. Jadi, kebayang kan kalau kita baru ngopi jam 21.00?

Lalu, bagaimana dengan manfaat minum kopi? Apakah ada?

Jawabannya: banyak! Dampak nyata yang saya rasakan dengan mengonsumsi kopi secara rutin dalam jumlah moderat sebelum bekerja adalah pikiran dan konsentrasi jadi lebih jernih, mood pun ikut terdongkrak. Selain itu, saya jadi merasa lebih bersemangat saat memulai kegiatan di pagi hari. Rupanya semua ini dipengaruhi oleh peran kafein dalam pelepasan hormon dopamin yang bekerja langsung mempengaruhi suasana hati kita. Ketika berolahraga, konsumsi kopi sebelumnya juga akan meningkatkan metabolisme dan performance kita. Kopi juga kaya akan antioksidan. Ini berarti kopi berfungsi memerangi radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Kalau dijabarkan satu per satu, terlihat betapa pentingnya manfaat minum kopi bagi kesehatan kita, antara lain: mampu mengurangi risiko penyakit liver, multiple sclerosis, Parkinson’s, Alzhemeir’s, dan beberapa jenis kanker, serta mencegah kebutaan. Intinya, selama dikonsumsi dengan tepat, ternyata manfaat minum kopi akan terasa lebih besar daripada dampak buruknya. Nah, minum kopi secara tepat—dan nikmat—versi saya adalah seperti ini:
  • Cukup 1 cangkir sehari. Saya biasanya minum di pagi dan sore hari, masing-masing setengah cangkir.
  • Batasi takaran gula dan susu sebagai campuran kopi. Karena saya doyan meracik vanilla latte sendiri-, jadinya saat ini belum bisa cuma menyesap black coffee tanpa gula. Susu dan gula masih tetap ada, namun dalam takaran minimal.
  • Tidak pakai kopi sachet. Selalu gunakan bubuk kopi berkualitas, bukan kopi sachet-an yang penuh krimer nabati dan gula buatan. Beberapa teman suka Kapal Api Morning Blend, tapi saya sendiri selalu beli Excelso Robusta Gold karena keasamannya pas dan harganya relatif murah. Satu hal yang perlu kita ingat, kopi sachet atau yang sering disebut kopi instan ini ternyata mengandung zat beracun bagi tubuh.
  • Gunakan coffee maker. Bagi saya, alat ini wajib punya! Dengan coffee maker, kopi yang dibuat pun jadi lebih enak cita rasanya, serta tanpa ampas. Untuk konsumsi di rumah bisa pakai jenis coffee dripper maupun french press.
Dengan bermacam-macam kelebihan dan kekurangannya, kopi akan selalu jadi teman yang dicari. Baik itu saat ngobrol, kerja, maupun begadang. Manfaat minum kopi dan dampak yang dirasakan tiap orang tentu berbeda-beda. Oleh karena itu, jangan lupa ceritakan juga pengalaman menikmati kopi versimu, atau alasan kenapa kamu suka—atau tidak suka—terhadap minuman satu ini!