Siapapun pasti tidak ingin merasa kesepian. Namun nyatanya, beberapa orang termasuk Anda mungkin seringkali merasa kesepian sekalipun  sedang berada dalam keramaian. Bagaimana pun tidak semua orang di sekitar Anda tahu apakah Anda sedang merasa sepi atau tidak. Untuk itu, hanya Anda yang lebih mudah menyadari gangguan pikiran dan mental ini, terlebih jika sudah merasakan kesepian dalam waktu yang lama. Be careful, Ladies! Kondisi kesepian ini jika dibiarkan secara terus menerus dapat menjadi emosi yang membawa perubahan negatif dan mampu membahayakan kesehatan fisik Anda. Karena itu, jangan anggap remeh kesepian yang Anda alami. Ada banyak hal yang harus Anda ketahui, di antaranya adalah perbedaan antara perasaan kesepian dengan keadaan ketika sedang sendirian, serta dampak buruk kesepian yang dapat terjadi.

Kesepian VS Sendiri

Kesepian dan sendirian adalah dua hal yang berbeda. Orang yang sendirian tidak selalu merasakan kesepian. Anda dapat berjalan-jalan sendiri menikmati tempat wisata atau duduk berjam-jam membaca buku favorit Anda tanpa merasa sedih atau takut. Tetapi, ketika Anda merasakan kesepian, Anda akan diliputi perasaan negatif yang membuat diri Anda mengalami kepedihan atau kesunyian meskipun sedang berada di tempat yang ramai. Anda juga merasa tidak diperhatikan atau dilihat keberadaannya oleh orang lain. Dalam bukunya yang berjudul “Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection” , John Cacioppo dan William Patrick menemukan fakta bahwa kesepian pun dapat ditemui pada orang-orang yang terlihat normal. Bahkan, seseorang yang berpenampilan menarik, pintar, atau mudah bergaul dan memiliki banyak koneksi bisa saja sedang merasakan kesepian.

Dampak Buruk Kesepian Bagi Kesehatan

Kesepian dapat membuat orang menjadi kurang peduli, selalu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, dan tidak mampu melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda. Dampak yang paling terasa ketika Anda merasakan kesepian adalah perasaan murung, tidak percaya diri, dan selalu merasa gagal. Selain itu, stres, depresi, dan tertekan bisa menjadi beberapa kondisi mental yang turut menambahkan rasa sakit. Akibatnya, kesehatan mental Anda pun akan terganggu. Ketika merasa sepi, produksi hormon kortisol dalam otak akan meningkat sehingga memicu perasaan tegang. Sebuah riset yang dilakukan di Harvard tahun 2012 lalu juga menunjukkan bahwa orang dewasa yang hidup sendiri dan sering merasa kesepian memiliki risiko kematian akibat jantung sebanyak 24 persen. Kesepian bisa memupuk hormon stres dalam tubuh dan meningkatkan endapan kolesterol pada organ hati. Apalagi jika selama merasa kesepian Anda menjadi jarang untuk berolahraga dan tidak terlalu banyak melakukan gerakan tubuh secara aktif. Tahukah Anda bahwa kesepian juga bisa menurunkan kondisi tubuh? Bukti kuat dari penelitian tahun 2013 memberikan gambaran jika Anda yang merasa kesepian dapat berpotensi terkena beberapa penyakit, seperti flu dan gangguan pencernaan. Anda juga menjadi rentan untuk terkena alzheimer dan gangguan artritis. Bahkan kemungkinan kematian secara dini bagi pasien menjadi bertambah hingga 30 persen. Wah, kalau begitu jangan sampai berlarut dalam suasana kesepian, ya!

Menyiasati Kesepian

Memang tidak mudah, tapi rasa sepi yang ada harus segera diobati. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan adalah:
  1. Melakukan refleksi dan evaluasi terhadap diri sendiri.
  2. Memahami alasan di balik rasa sepi yang Anda alami.
  3. Mengukur rasa kesepian Anda dengan menjalankan tes UCLA Loneliness Inventory. Anda juga bisa mengunjungi terapi atau kelompok tertentu yang dapat membantu.
  4. Carilah waktu untuk berkumpul bersama orang-orang yang Anda kasihi, seperti keluarga, sahabat atau pacar. Anda dapat melakukan berbagai kegiatan seru dan menyenangkan, mulai dari jalan-jalan, menonton film, karoke atau ke tempat wisata bersama.
  5. Latihlah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi perasaan-perasaan negatif dan mengelola rasa kesepian Anda.
  6. Jangan terlalu memaksakan diri sendiri untuk selalu memiliki hidup yang sempurna dan kenyataan yang harus selalu sesuai dengan harapan Anda.
Melawan rasa kesepian membutuhkan jiwa yang kuat dan keteguhan dalam hati. Orang mungkin bisa berkomentar dan memberikan saran pada Anda. Tapi, jika diri Anda sendiri tidak merasa terbuka dan tidak mau berubah, siapa lagi yang bisa menolong Anda?