Penyakit

Aritmia (Gangguan Irama Jantung)

Aritmia adalah gangguan abnormalitas irama jantung, yang terjadi karena impuls elektrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Gangguan tersebut dapat berupa detak yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

Aritmia dapat dicegah melalui langkah-langkah berikut ini:

  • Menghindari atau mengurangi stres.
  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa petunjuk dari dokter, terutama obat batuk dan pilek yang mengandung zat stimulan pemicu detak jantung.
  • Membatasi konsumsi minuman keras dan berkafein.
  • Tidak merokok.
  • Berolahraga secara teratur.

Aritmia mungkin tidak menimbulkan tanda atau gejala apapun. Kemungkinan dokter dapat menemukan penyakit ini dalam pemeriksaan rutin. Tanda dan gejala yang terlihat tidak selalu memiliki manifestasi berat. Gejala aritmia yang terlihat dapat meliputi:

  1. Berdebar di dada.
  2. Detak jantung terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia).
  3. Nyeri dada.
  4. Sesak napas.
  5. Pusing.
  6. Berkeringat.
  7. Pingsan.

Aritmia dapat terjadi karena perubahan sistem struktur, elektrik, atau konduksi di jantung. Kondisi aritmia juga meningkat pada pasien dengan iskemik jantung, CHF (gagal jantung kongesetif), hipoksemia, kelebihan CO2, hipotensi, gangguan elektrolit, efek samping obat tertentu, terlalu banyak mengonsumsi kafein atau alkohol, ansietas atau kecemasan, maupun sedang melakukan latihan atau exercise. Selain itu, aritmia dapat disebabkan oleh kondisi stres dan penyalahgunaan obat, atau memang berkaitan dengan kelainan genetik.

Untuk mendiagnosis aritmia jantung, dokter akan melihat gejala dan riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan sendiri dapat berupa elektrokardiogram (EKG), yang akan mengukur waktu dan durasi setiap fase elektrik di detak jantung. Ini dilakukan untuk melihat kelainan yang menyebabkan terjadinya aritmia.

Penanganan diperlukan jika aritmia menyebabkan gejala yang signifikan atau memiliki risiko komplikasi aritmia yang lebih serius. Apabila detak jantung lebih lambat (bradikardia) tetapi tidak dapat diperbaiki, umumnya akan diberikan alat pacu jantung.

 

Alat pacu jantung adalah perangkat kecil yang biasanya ditanam di sekitar tulang selangka dan terhubung melalui pembuluh darah ke jantung. Jika denyut jantung terlalu lambat atau berhenti, alat pacu jantung mengirimkan impuls listrik yang menstimulasi jantung untuk berdetak pada kecepatan tetap.

 

Untuk detak jantung cepat (takikardia), penanganan dapat dilakukan dengan hal berikut:

  • Perangkat implan.
  • Ablasi kateter. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan satu atau lebih kateter melalui pembuluh darah ke jantung. Elektroda pada ujung kateter akan menggunakan panas, energi dingin, atau radiofrekuensi yang ekstrem untuk membuat blok listrik penyebab aritmia.
  • Kardioversi. Tipe aritmia tertentu, seperti fibrilasi atrium, dapat diberikan kardioversi sebagai prosedur. Dalam prosedur ini, kejutan dikirim ke jantung melalui patch atau tempelan di dada. Arus listrik yang diberikan akan memengaruhi impuls listrik di jantung dan dapat mengembalikan ritme menjadi normal.
  • Obat-obatan. Pada kebanyakan jenis takikardia, terdapat obat untuk mengontrol denyut jantung atau mengembalikan irama jantung yang normalyang harus dikonsumsi untuk meminimalkan komplikasi.
  • Manuver vagal. Manuver ini meliputi menahan napas dan mengejan, mencelupkan wajah ke dalam air es, atau batuk. Manuver ini memengaruhi sistem saraf yang mengontrol detak jantung (saraf vagus), sehingga menyebabkan detak jantung melambat. Namun, manuver vagal tidak berfungsi untuk semua jenis aritmia.
  • Perangkat implan.
  1. Pacemaker. Alat pacu jantung adalah perangkat implan yang membantu mengendalikan ritme jantung yang abnormal. Alat kecil ini akan ditempatkan di bawah kulit di dekat tulang selangka, yang terhubung hingga ke jantung. Jika alat pacu jantung mendeteksi denyut jantung yang tidak normal, alat ini akan memancarkan impuls listrik yang menstimulasi jantung untuk berdetak pada kecepatan normal.
  2. Implantable cardioverter-defibrillator (ICD). Dokter dapat merekomendasikan perangkat ini jika pasien berisiko tinggi terhadap takikardi ventricular atau fibrilasi ventrikel.
  • Pembedahan. Dalam beberapa kasus, operasi mungkin merupakan perawatan yang disarankan untuk aritmia jantun, misalnya prosedur labirin. Dalam prosedur ini, dokter bedah membuat serangkaian sayatan di jaringan jantung, untuk menciptakan jaringan parut yang akan mengganggu impuls listrik sebagai penyebab beberapa jenis aritmia. Prosedur ini efektif pada pasien yang tidak responsif terhadap perawatan lain atau bagi pasien yang menjalani operasi jantung karena alasan lain.

Rekomendasi Artikel

Deteksi Gangguan Irama Jantung dengan MENARI

Deteksi Gangguan Irama Jantung dengan MENARI

Kasus fibrilasi atrial atau gangguan irama jantung. Kamu bisa mendeteksi penyakit ini dengan MENARI atau mendeteksi nadi sendiri.

GueSehat

21 September 2018

Direktori

    Proses...