Kanker payudara bukanlah jenis penyakit yang bisa selesai dan sembuh total setelah operasi dilakukan. Tentu masih ada beberapa tahap lagi yang perlu dijalani demi mendapatkan kesembuhan total. Umumnya pasien masih harus menjalani beberapa tahap untuk melakukan perawatan pasca operasi kanker payudara. Apa sajakah yang termasuk ke dalam perawatan tersebut?

 

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu bagian dari perawatan yang harus dilakukan oleh pasien untuk mengobati kanker payudara. Perawatan ini bertujuan untuk membunuh sisa-sisa sel kanker yang masih ada di dalam tubuh. Kemoterapi bisa diberikan pada saat pasien masih berada di rumah sakit atau biasanya pasien diminta untuk datang secara rutin untuk mengikuti kemo ini. Jeda waktu dalam memberikan kemo juga tergantung dari jenis kanker dan tingkat stadium yang dialami.

Baca juga: Ketahui 10 Gejala Kanker yang Sering Diabaikan Wanita

 

Pantangan Makan

Sebenarnya, pada saat wanita didiagnosa memiliki kanker payudara, akan ada pantangan makanan yang tidak diperbolehkan oleh dokter. Akan tetapi, untuk lebih jelas lagi, berikut adalah pantangan makanan pasca operasi kanker payudara, yaitu : 3G. Jenis makanan yang termasuk dalam golongan ini adalah berbagai macam makanan yang diolah dengan cara digoreng, makanan yang mengandung gula serta garam yang berlebih. 3P. Jenis makanan yang juga menjadi pantangan adalah makanan yang mengandung pemanis, pengawet, dan periksa yang biasanya terkandung dalam bumbu atau makanan instan. 3J. Sedangkan jenis pantangan makanan berikutnya adalah jenis makanan yang tergolong dalam jengkol, jeroan, dan juga sebaiknya jangan makan makanan yang dihangatkan atau diolah kembali. Ya, jenis makanan yang dilarang tentu memiliki arti. Artinya, apabila setelah melakukan operasi makanan pantangan pasca operasi kanker payudara tersebut masih dikonsumsi tentu bisa memicu kembali pertumbuhan tumor di dalam tubuh pasien.

Baca juga: Makanan Penurun Risiko Kanker Payudara

 

Makan Makanan yang Dianjurkan

Apabila sudah tahu mengenai makanan apa saja yang dilarang, tentu ada jenis-jenis makanan yang disarankan. Makanan ini diharapkan dapat berguna membantu proses penyembuhan luka juga menekan risiko sel kanker tumbuh kembali. Nah, makanan yang dianjurkan sudah dijelaskan sebelumnya. Bahwa dengan mengonsumsi sayuran hijau seperti brokoli, pare, dan bayam bisa membantu mencegah kanker. Kemudian buah seperti delima dan keluarga yang termasuk dalam jenis berry juga bisa menghindarkan tubuh dari kanker. Teh hijau juga bisa Anda konsumsi sebagai minuman pendamping herbal.

 

Pijat Refleksi

Penyembuhan luka bekas operasi biasanya akan kering pada kisaran waktu satu atau dua minggu setelah operasi. Pada saat mulai merasa benar-benar sudah mulai membaik, Anda bisa melakukan pijat refleksi payudara secara rutin untuk mengembalikan sel bisa kembali ke bentuk semula. Hal itu juga termasuk dalam gerakan untuk melawan kanker payudara.

 

Olahraga

Olahraga tentu menjadi hal yang paling penting untuk dibudidayakan. Dengan melakukan olahraga minimal 15 menit sehari bisa membantu seluruh bagian tubuh untuk bergerak. Selain bisa menjaga sistem kekebalan tubuh, dengan olahraga juga bisa membantu otot yang tegang setelah operasi. Dengan berolahraga juga bisa menghindarkan Anda dari stres akan ketakutan pasca operasi. Dalam hal ini, tentu pasien tidak boleh mengalami stres apalagi sampai stres berat. Tentu masih ada perawatan lain yang bisa Anda lakukan pasca operasi kanker payudara. Setiap orang akan memerlukan perawatan yang berbeda tergantung pada tingkat keparahan yang dialami. Perawatan pasca operasi ini sangat dianjurkan untuk pemulihan yang lebih cepat dan menghindari terjadinya pertumbuhan kembali tumor yang ada di dalam tubuh.

Baca juga: Cegah Kanker dengan Pola Hidup Sehat!