Penyakit

Tumor (Benjolan)

 Design by pressfoto / Freepik

Tumor atau neoplasia ialah massa jaringan yang abnormal, tumbuh berlebihan, tidak terkoordinasi dengan jaringan normal, dan tumbuh terus meskipun rangsangan yang memulainya sudah tidak ada. Pertumbuhan tumor ini dibagi menjadi tumor jinak (benigna) dan tumor ganas (maligna).

Tumor jinak tidak melakukan invasi ke jaringan disekitarnya dan tidak menyebar ke organ lainnya. Tumor jinak tumbuh lebih lambat, biasanya mempunyai simpai atau kapsul, serta tidak merusak jaringan sekitarnya. Tumor jinak dapat disembuhkan kecuali jika mensekresikan hormon atau terletak pada tempat yang sangat penting, misalnya di sumsum tulang belakang.

Sedangkan tumor ganas, atau yang biasa disebut kanker, ialah tumor yang mampu menyerang jaringan di sekitarnya, masuk ke dalam pembuluh darah, maupun menyebar ke area tubuh lain. Tumor jinak cenderung tidak akan tumbuh kembali setelah diangkat. Sementara tumor ganas cenderung timbul kembali.

Adapun jenis tumor jinak antara lain:

  1. Adenoma: Berasal dari jaringan kelenjar, organ, atau bagian dalam dari struktur tubuh.
  2. Lipoma: Tumbuh dari sel lemak dan merupakan tipe tumor jinak yang paling sering ditemukan di daerah punggung, lengan, serta leher.
  3. Mioma: Berasal dari organ yang mengandung otot polos, seperti rahim dan tahi lalat.

 

Design by pressfoto / Freepik 

Tidak ada cara untuk sepenuhnya terhindar dari tumor. Kendati demikian, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami masalah ini. Hal-hal tersebut antara lain:

  • Tidak merokok.

  • Berolahraga secara rutin.

  • Menerapkan pola makan yang sehat dengan mengonsumsi makanan kaya serat, serta mengurangi makanan berlemak atau mengandung bahan pewarna dan pengawet.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Menghindari mengonsumsi alkohol.

  • Selalu menggunakan krim tabir surya ketika berada di luar ruangan.

  • Mengurangi terekspos bahan-bahan kimia.

  • Mengurangi risiko terkena radiasi.

  • Menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

  • Mendapatkan vaksinasi untuk mencegah kanker.

 

Design by pressfoto / Freepik 

Gejala tumor adalah terdapat benjolan yang tidak menimbulkan nyeri, berbatas tegas, dapat bergerak dari dasarnya, serta tidak menimbulkan perubahan warna kulit disekitarnya.

Gejala umum yang dirasakan pengidap tumor ialah:

  • Kelelahan.

  • Demam.

  • Meriang.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Berat badan menurun tanpa sebab.

  • Berkeringat di malam hari.

Namun gejala tumor bisa berbeda-beda, tergantung jenis dan lokasi tumbuhnya. Tumor yang muncul di otak bisa menyebabkan sakit kepala yang tidak tertahankan, muntah-muntah, dan kejang. Tumor jinak yang tumbuh di paru-paru bisa memunculkan gejala batuk yang berkelanjutan dan semakin parah, batuk darah, sesak napas, maupun nyeri pada dada. Ada pula jenis tumor ganas yang tidak memiliki gejala sama sekali sampai pengidap mencapai stadium lanjut.

 

 Design by pressfoto / Freepik

Adapun penyebab timbulnya tumor sering kali tidak diketahui. Namun terdapat beberapa faktor risiko tumor dapat muncul, antara lain berasal dari lingkungan (paparan radiasi), genetik, pola makan, traumagian besar atau cedera lokal, serta inflamasi atau infeksi. Rokok, alkohol, obat-obatan yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh, pola makan yang tidak sehat, serta kurang bergerak aktif juga disebut-sebut mampu meningkatkan faktor risiko pertumbuhan tumor.

 

 Design by pressfoto / Freepik

Dokter akan menanyakan riwayat penyakit Anda, gejala yang dialami, dan memeriksa kondisi fisik. Selain itu, cara-cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis tumor yaitu mulai dari pemeriksaan tes darah lengkap, mengevaluasi fungsi organ, melakukan CT-Scan, MRI, PET Scan, mammografi, rontgen dada, ultrasonografi, dan biopsi atau pengambilan sampel tumor. Semakin dini tumor terdeteksi, maka kemungkinan pasien untuk sembuh juga semakin tinggi.

 

 Design by pressfoto / Freepik

Pada beberapa kasus, dokter akan menyarankan untuk melakukan observasi massa tumor yang Anda miliki. Sedangkan langkah penanganan berikutnya tergantung pada jenis, lokasi tumbuh, dan tingkat keganasan tumor.

Apabila tidak mengganggu kerja organ dan tidak berdampak terhadap kesehatan, maka tumor jinak umumnya tidak perlu diangkat. Namun, tindakan pembedahan kerap dilakukan untuk mengatasi tumor jinak. Pada tumor ganas, terdapat sejumlah penanganan yang bisa dilakukan, yaitu meliputi operasi pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi.

 

Rekomendasi Artikel

Segera Lakukan Pemeriksaan Dini untuk Cegah Bahaya Kista Ovarium

Segera Lakukan Pemeriksaan Dini untuk Cegah Bahaya Kista Ovarium

Para wanita harus waspada dengan penyakit satu ini yaitu kanker rahim yang berbahaya. Kenali ciri ciri dan penyebab penyakit kanker rahim pada wanita.

Deonisia Dewi

30 March 2017

Direktori

    Proses...