Sejak bayi masih di dalam kandungan, tentunya sudah banyak persiapan yang dilakukan oleh setiap ibu. Kecuali saya. Hahahaha. Orang tua saya termasuk orang tua yang agak kolot, yang baru memperbolehkan anaknya membeli perlengkapan bayi ketika usia kandungan sudah 7 bulan. Sayangnya, ketika memasuki usia tersebut, saya sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan. Alhasil, sang Mami lah yang membelikan semua perlengkapan bayi. Mulai dari popok sampai gendongan. Tapi, apakah semua akhirnya terpakai? Tidak. Sayang banget memang!

Terlalu Banyak Membeli Gendongan Bayi

Lalu ketika bayi kami lahir, tentu banyak yang memberi kado. Yang paling banyak diberikan ke kami adalah tas popok dan GENDONGAN! Entah kenapa banyak sekali yang memberi kami gendongan. Sampai-sampai kami punya 5 gendongan yang tidak terpakai. Kenapa bisa tidak terpakai? Saya dan suami termasuk orang yang perfeksionis soal gendongan. Bahkan, dari awal saya hamil, suami saya sudah paling rewel mengenai masalah gendongan. Dia bilang, dia rela mengeluarkan kocek lebih untuk gendongan asal nyaman untuk si penggendong dan tentunya aman untuk pertumbuhan tulang bayi. Karena hal itu, saya sudah mulai browsing mengenai gendongan yang aman dan nyaman tersebut sejak saya masih mengandung. Namun seiring perjalanan waktu, akhirnya saya pun mencoba berbagai gendongan yang berbeda sampai akhirnya cocok pada 1 gendongan tertentu.

Berbagai Model Gendongan Pun Dicoba

Awalnya saya punya kain jarik (yang saya sebut cukin). Tapi saya tidak bisa memakainya karena agak ribet. Akhirnya cukin ini hanya Mami saya yang pakai sampai sekarang. Kemudian ada juga gendongan modern yang modelnya mirip cukin, hanya sudah lebih dipermudah designnya dan tidak perlu dililit-lilit lagi. Tinggal tarik, langsung beres. Namun saya cuma memakai gendongan model tersebut beberapa saat karena suami saya ngga mau memakainya. Kurang maskulin katanya. Gendongan model ini juga kurang baik untuk tulang si penggendong, karena bertumpu hanya pada salah satu pundak saja. Nah, sekarang saya sudah punya gendongan yang menurut saya paling OK. Nyaman bagi si penggendong dan aman bagi si bayi. Modelnya model ransel (baby carrier). Elika senang banget kalau digendong pake ini. Dia bisa menghadap ke depan sambil melihat-lihat sekitar. Papanya Elika pun tidak segan-segan menggendong Elika ke mana pun karena modelnya juga 'maskulin' katanya. Hahaha. Ada beberapa model gendongan bayi: kain jarik, sling, wrap, dan carrier. Lalu, apa saja kriteria gendongan yang aman dan nyaman tersebut? Berikut tips untuk memilihnya:
  1. Pastikan gendongan bayi tersebut nyaman untuk Anda. Pilih gendongan dengan tali tebal agar bisa menopang berat bayi sehingga distribusinya merata di seluruh punggung Anda.
  2. Pilih gendongan bayi yang mudah digunakan sehingga tidak membutuhkan bantuan orang lain untuk memasang dan melepasnya.
  3. Pastikan gendongannya cukup lebar untuk menyangga kaki bayi. Sesuai dengan bentuk tubuh, bayi paling nyaman dan perkembangannya tidak terganggu jika digendong di posisi membentuk huruf M seperti sedang duduk, tidak menggantung.
Mamaku dulu protes, kok bayinya ngangkang? Nah, banyak orang yang salah kaprah. Mereka mencari gendongan yang bagian selangkangannya kecil, katanya agar bayinya nanti tidak ngangkang jalannya. Justru, gendongan model seperti itu malah bisa menyebabkan displasia panggul. Mengapa tidak boleh menggantung? Sejak di dalam kandungan bayi sudah terbiasa dalam posisi kaki yang menekuk (fleksi). Selama beberapa bulan awal kelahiran posisi kaki bayi secara natural adalah fleksi. Jika kaki bayi dipaksa untuk lurus terlalu dini, dapat menyebabkan displasia bahkan dislokasi panggul. Sehingga posisi terbaik saat menggendong adalah membiarkan panggul (hip) dengan posisi lebar yang disangga oleh paha. Posisi ini disebut juga jockey position, straddle position, frog position, spread-squat position atau human position. Posisi tersebut penting untuk menyokong perkembangan normal panggul bayi.
  1. Pastikan bahan gendongannya lembut dan tidak membuat bayi kepanasan saat digunakan.
  2. Sesuaikan juga dengan budget Anda. Rajin-rajinlah melakukan research dengan browsing review dan cara penggunaan berbagai gendongan bayi yang Anda taksir. Jika gendongan yang Anda mau harganya mahal, saat ini ada beberapa tempat penyewaan perlengkapan bayi. Jadi sebelum membeli, mungkin Anda bisa menyewa dulu agar lebih yakin dan tidak mubazir.
Kira-kira itulah tips dasar untuk memilih gendongan bayi versi saya. Jika ada yang mau share tips lainnya, yuk silakan! :)