Penyakit

Radang tenggorokan (Faringitis)

Faringitis adalah radang atau iritasi yang terjadi pada faring, yaitu suatu saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut hingga ke kerongkongan. Masyarakat awam umumnya mengenalnya dengan istilah radang tenggorokan. Rasa nyeri atau tidak nyaman akibat faringitis biasanya akan bertambah saat kita menelan makanan atau minuman.
Penyebab utama dari faringitis adalah infeksi virus, seperti pada kasus selesma atau flu. Umumnya, faringitis akibat infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya. Jika penyebab dari faringitis adalah bakteri streptokokus (jarang terjadi), dibutuhkan penggunaan antibiotik untuk mencegah terjadinya komplikasi atau radang semakin parah.

Cara terbaik untuk mencegah faringitis adalah dengan menghindari kuman yang menjadi penyebab masalah ini dan membiasakan diri untuk hidup bersih. Lakukanlah:

1. Cuci tangan secara menyeluruh, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan setelah bersin atau batuk.
2. Hindari berbagi makanan, minuman, atau peralatan makan dan minum dengan orang lain.
3. Gunakan tisu saat batuk atau bersin.
4. Gunakan pembersih tangan berbasis alkohol sebagai alternatif untuk mencuci tangan saat sabun dan air tidak tersedia.
5. Hindari menyentuh telepon umum.
6. Bersihkan semua peralatan yang sering disentuh, seperti telepon, remote TV, dan keyboard komputer.
7. Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Gejala faringitis beragam, tergantung dari penyebabnya. Tanda dan gejala yang dapat terjadi antara lain:
1. Nyeri atau sensasi gatal di tenggorokan yang memburuk ketika menelan atau berbicara.
2. Kesulitan menelan.
3. Nyeri dan terasa bengkak di leher atau rahang.
4. Amandel memerah atau membengkak.
5. Terdapat bercak putih atau nanah pada amandel.
6. Suara serak atau berkurang.

Infeksi umum yang menjadi penyebab faringitis juga dapat menyebabkan tanda dan gejala lain, seperti demam, batuk, hidung meler, bersin, pegal-pegal, sakit kepala, dan mual atau muntah.

Faringitis dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Virus yang umumnya menyebabkan faringitis antara lain selesma, influenza, mononucleosis, campak, cacar air, dan croup (penyakit anak yang umum ditandai dengan batuk rejan yang berat). Sedangkan infeksi bakteri yang menjadi penyebab faringitis umumnya adalah Streptococcus pyogenes, atau streptokokus grup A.

Penyebab lain dari sakit tenggorokan meliputi:
1. Alergi pada bulu binatang peliharaan, jamur, debu, dan serbuk sari. 
2. Udara panas dan kering yang dapat menyebabkan tenggorokan terasa serak dan gatal.
3. Pencemaran atau polusi udara, seperti asap rokok, asap kendaraan, atau bahan kimia.
4. Mengonsumsi alkohol atau makanan pedas.
5. Terlalu sering berteriak atau berbicara dalam waktu lama.
6. Penyakit gastroesophageal reflux (GERD).
7. Infeksi HIV yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh yang serius, sehingga mudah terinfeksi virus atau bakteri.
8. Tumor atau kanker tenggorokan, lidah, atau kotak suara (laring) juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

Diagnosis umumnya dilakukan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter yang meliputi:

  • Pemeriksaan tenggorokan, serta kemungkinan telinga dan saluran hidung.
  • Perabaan pada leher untuk memeriksa jika ada pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening).
  • Pemeriksaan pernapasan dengan stetoskop.

Terkadang dokter melakukan pengusapan steril di bagian belakang tenggorokan untuk mendapatkan sampel yang akan digunakan untuk pemeriksaaan bakteriologi di laboratorium. Banyak klinik dilengkapi dengan laboratorium yang bisa menunjukkan hasil tes dalam beberapa menit. Tetapi, terkadang dibutuhkan pengujian lebih lanjut dengan waktu pemeriksaan sampel sekitar 24-48 jam.

Faringitis yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya berlangsung 5-7 hari dan tidak memerlukan perawatan medis khusus. Namun, untuk mengurangi rasa nyeri dan demam, banyak orang menggunakan parasetamol atau obat penghilang rasa sakit ringan lainnya. Gunakan parasetamol untuk waktu sesingkat mungkin dan ikuti petunjuk penggunaan untuk menghindari efek samping. Alternatif lain adalah menggunakan ibuprofen.

Hati-hati jika menggunakan aspirin, khususnya pada anak-anak atau remaja. Jika faringitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Jika sakit tenggorokan adalah gejala suatu kondisi selain infeksi virus atau bakteri, perawatan lain mungkin akan dipertimbangkan tergantung pada diagnosisnya. Beberapa obat herbal terkadang digunakan pada kasus faringitis, seperti akar licorice dan bahan lain. Konsultasikan penggunaan obat ini jika penderita juga mengonsumsi obat lain.

Rekomendasi Artikel

3 Manfaat Cuka Apel bagi Tubuh

3 Manfaat Cuka Apel bagi Tubuh

Banyak penderita psoriasis yang menyebut cuka apel mampu menjaga kondisi psoriasis mereka tidak menjadi parah. Cari tahu manfaat lainnya dari cuka apel, yuk.

Putri Arinda

30 September 2017

Bahan Alami untuk Redakan Sakit Tenggorokan

Bahan Alami untuk Redakan Sakit Tenggorokan

Radang tenggorokan sering dialami terutama ketika musim pancaroba. Untuk meredakan radang tenggorokan, Kamu bisa gunakan bahan alami berikut ini.

Maria Juwita Nugraha

21 April 2017

Jangan Panik Atasi Gejala Faringitis pada Anak!

Jangan Panik Atasi Gejala Faringitis pada Anak!

Faringitis adalah penyakit radang tenggorokan yang membuat sulit menelan. Atasi gejala faringitis pada anak dengan tips sederhana.

GueSehat

08 March 2017

Segera Atasi Gejala Faringitis yang Anda Alami!

Segera Atasi Gejala Faringitis yang Anda Alami!

Sakit pada bagian tenggorokan memang cukup mengganggu dan menyiksa. Berbagai aktivitas menjadi sulit untuk dilakukan, seperti makan, menelan, dan berbicara.

GueSehat

15 January 2017

Direktori

    Proses...