Apakah Anda memiliki alergi terhadap kondisi atau makanan tertentu? Bagi sebagian besar orang, kondisi ini memang cukup mengganggu, apalagi jika alergi yang bisa timbul disebabkan oleh hal yang sering dijumpai. Misalnya alergi terhadap debu atau udara yang dingin. Maka dari itu penting untuk tahu obat alergi yang ampuh dan cara membedakannya, seperti perbedaan loratadine dan cetirizine.

Secara medis, alergi merupakan suatu reaksi berlebihan dari tubuh terhadap suatu zat yang dapat terjadi secara ringan sampai dengan parah. Bagi Anda yang mengalami alergi ringan mungkin tidak perlu untuk mengonsumsi obat tetapi untuk alergi dengan tingkat sedang sampai dengan berat biasanya membutuhkan penanganan medis seperti pemberian obat tertentu. Istilah medis untuk obat anti alergi yang biasa digunakan adalah obat antihistamin. Terdapat dua golongan obat antihistamin yaitu antihistamin generasi pertama dan generasi kedua. Apa perbedaan dari kedua golongan obat ini? Secara umum perbedaannya terletak pada tingkat efek samping yang ditimbulkan. Pada obat antihistamin generasi pertama memiliki efek mengantuk yang lebih tinggi daripada generasi kedua, sehingga generasi kedua lebih banyak dipilih karena efek mengantuknya yang lebih rendah.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Alergi Obat

 

Bagi Anda yang memiliki alergi, khususnya alergi pada saluran pernapasan mungkin pernah mengonsumsi obat loratadin  atau cetirizine. Kedua obat ini sama-sama merupakan obat antihistamin generasi kedua. Walaupun sama-sama memiliki efek mengantuk yang rendah, ternyata terdapat beberapa hal yang jadi perbedaan loratadine dan cetirizine. Terdapat berbagai macam obat anti alergi, harus memilih yang mana?

 

Perbedaan Loratadine dan Cetirizine

Reaksi alergi dipengaruhi oleh senyawa yang disebut histamin. Loratadin  dan cetirizine sama-sama bekerja dengan cara menghambat histamin berikatan dengan reseptor atau penerimanya, sehingga dapat menghambat terjadinya alergi. Loratadine dan cetirizine cukup diberikan 1 kali sehari, dengan dosis loratadin untuk dewasa yaitu 10 mg sedangkan cetirizine diberikan 5-10 mg untuk dewasa. Menurut para peneliti, loratadine bekerja lebih lama daripada cetirizine. Estimasi waktu efek yang timbul setelah mengonsumsi loratadine baru bisa muncul 24 jam setelah pemberian pertama sedangkan efek yang timbul setelah mengonsumsi cetirizine  bisa didapatkan lebih cepat.

Baca juga: Obat Herbal atau Obat Kimia, Mana yang Lebih Baik?

 

 

Bagi Anda yang mengalami gangguan ginjal atau hati sebaiknya informasikan kepada dokter terlebih dahulu untuk dilakukan penyesuaian dosis. Selain mengantuk, loratadine juga dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti jantung berdebar, sakit kepala, dan rasa seperti akan pingsan. Sedangkan cetirizine efek samping  yang ditimbulkan seperti jantung berdebar, kelelahan, gemetar, insomnia, perasaan gelisah, hiperaktif, kebingungan, gangguan penglihatan, dan gangguan buang air kecil. Tetapi reaksi efek samping yang muncul belum tentu dialami oleh semua orang. Jika Anda mengalami efek samping dari obat-obat ini, sebaiknya segera hubungi dokter. Jika Anda sedang hamil atau menyusui sebaiknya beritahukan kepada dokter Anda karena loratadine dan cetirizine dapat memengaruhi ASI sehingga dapat membahayakan bayi.

Sebaiknya Anda juga memberitahukan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obat lain, karena kemungkinan dapat terjadi interaksi antara obat-obat tersebut dengan loratadine atau cetirizine. Secara umum loratadine dan cetirizine memiliki banyak kesamaan, perbedaan loratadine dan cetirizine terletak pada jangka waktu obat memberikan efek. Anda dapat memilih di antara kedua obat ini sesuai dengan kebutuhan dan anjuran dari dokter. Akan lebih baik jika Anda mencegah timbulnya alergi dengan menghindari penyebab alergi sehingga anda tidak perlu terlalu sering mengonsumsi obat.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Alergi Obat