Bagi beberapa orang, musim penghujan bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan entah itu batuk ataupun flu. Kedua gangguan tersebut biasanya disebabkan karena daya tahan tubuh yang menurun ataupun permasalahan kesehatan lainnya yang muncul karena alergi cuaca yang dingin. Alergi yang muncul bisa berupa bersin-bersin, mata berair, batuk-batuk, sulit bernafas maupun gatal-gatal. Kondisi alergi ini tidak bisa Anda hidari jika belum menemukan pencetusnya, seperti dingin ataupun debu. Untuk itu, Anda perlu menemukan pencetus penyebab alergi agar dapat menghindarinya dan jika sudah terjadi bagaimana untuk cara mengatasi alergi tersebut.

Pengobatan Mandiri atau Swamedikasi Sebagai Alternatif Cara Mengatasi Alergi

Namun, bagaimana jika pencetus yang harus dihindari adalah cuaca yg dingin? Meski jaket telah dipakai, pendingin ruangan telah dimatikan, namun alergi tetap saja muncul. Hmm.. Bagaimana ya? Salah satu opsinya  adalah melakukan pengobatan sendiri atau bisa disebut pengobatan mandiri atau swamedikasi. Swamedikasi adalah cara mengatasi alergi dengan cara mengobati diri sendiri terhadap keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang sering dialami masyarakat. Pemilihan obat untuk swamediaksi disesuaikan gejala dengan keluhan dan penyakit yang kita rasakan. Pilihan obat anti alergi untuk swamedikasi diantaranya adalah CTM (chlorpheniramine maleat) dan diphenhydramine, yang termasuk obat bebas dan obat bebas terbatas yang dapat Anda beli di supermarket, toko obat, maupun apotek. Namun, untuk pengobatan mandiri untuk mengatasi alergi dengan menggunakan Cetirizine, Anda dapat membelinya secara bebas di apotek namun dengan syarat tertentu. Tahukah Anda? Menurut SK Menkes No.1176 tahun 1999, Cetirizin hanya bisa dibeli bebas di apotek jika merupakan pengulangan dari resep dokter, dan terbatas 10 tablet. Sedangkan untuk obat jenis Loratadine, Anda tidak dapat membelinya secara bebas di apotek kecuali dengan resep dokter. Wah, harus diingat dengan baik yaaah..

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Menggunakan Obat Pengobatan Mandiri atau Swamedika

Nah setelah tahu mana saja obat yang boleh dan tidak boleh Anda beli secara bebas untuk pengobatan swamedikasi ada beberapa hal yang perlu kita ingat dalam menggunakan obat-obatan ini, diantaranya:
  • Perhatikan kondisi khusus jika Anda sedang hamil atau menyusui, akan memberikan obat alergi ini pada bayi, seorang lanjut usia, penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya, sebaiknya ke dokter terlebih dahulu untuk mengkonsultasikan kebutuhan sesuai dengan kondisi tubuh.
  • Pertimbangkan pengalaman alergi pada obat tertentu (jika ada).
  • Hindari dosis melebihi yang dianjurkan, selalu lihat kembali dosis yang dibutuhkan.
  • Hindari penggunaan bersama minuman beralkohol atau obat tidur.
  • Selalu perhatikan nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara pemakaian, efek samping, dan interaksi obat yang dapat dibaca pada etiket atau brosur. Selalu jadi pasien yang cerdas, ya!
Satu perhatian utama yang harus Anda perhatikan mengenai cara mengatasi alergi dengan pengobatan mandiri menggunakan anti alergi adalah kebanyakan obat anti alergi menyebabkan kantuk. Pada kondisi tertentu ini dapat menjadi efek samping yang positif karena akan membantu mengistirahatkan tubuh Anda. Namun jika harus tetap beraktivitas setelah meminum obat, sangat disarankan untuk tidak mengemudi, mengoperasikan alat berat, ataupun melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi penuh karena bisa menimbulkan membahayakan kondisi Anda.  Apapun yang terjadi tetap utamakan keselamatan Anda. Jika Anda tidak mengharapkan adanya efek mengantuk tersebut, terdapat obat anti alergi generasi terbaru yang memiliki efek mengantuk yang minimal bahkan tidak ada sama sekali, salah satunya Loratadine. Namun, Anda perlu resep untuk mendapatkan obat Loratadine ini. Jadi jangan lupa datang ke dokter dan jelaskan kondisi Anda untuk mendapatkan anti alergi yang tepat tanpa memberikan rasa kantuk sehingga aktivitas Anda tidak akan terganggu. Stay Healthy, Stay Productive!