Tepat saat menulis artikel ini, saya baru saja sembuh dari flu dan badan belum benar-benar berfungsi 100%. Kepala masih nyut-nyutan dan kelenjar getah bening di belakang telinga pun masih terasa agak bengkak. Sejak pertama gejala penyakit ini datang, saya tahu ini bukan sekadar batuk-pilek biasa karena badan rasanya benar-benar seperti “rontok”. “Oh, cuma flu ya,” kata seorang teman yang baru mengetahui alasan mengapa saya lambat merespon pesan whatsapp-nya tiga hari belakangan ini. “Iya, flu. Bukan cuma common cold. Demamnya sampai 39,4° Celcius dan selama tiga hari itu cuma bisa tiduran,” jawab saya. “Lho, kok berat banget? Bukannya kalau sakit flu itu cuma hidung meler, sakit kepala, dan badan pegal-pegal aja ya?” Mendengar tanggapan teman yang tampak begitu kaget, saya tidak heran. Banyak orang menganggap flu—istilah singkat dari influenza—hanyalah penyakit ringan, bahkan sepele. Ini sebenarnya karena mereka mengira flu sebagai common cold, dan sekilas, gejala common cold memang mirip dengan influenza.

Lantas, common cold itu sebenarnya apa sih?

Waktu masih kecil, saya mengenal common cold dalam istilah yang tidak terlalu populer, yaitu selesma. Ada lagi yang mengatakan bahwa common cold tak lain adalah pilek. Serupa dengan flu, penyakit ini menyerang saluran pernapasan atas dan sama-sama disebabkan oleh virus. Karena flu dan common cold merupakan infeksi virus, maka penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari, serta sama sekali tidak membutuhkan antibiotik. Dengan beberapa gejala yang awalnya terlihat sama (hidung meler, sakit kepala, dan badan pegal-pegal), ini perbedaan yang saya rasakan saat pernah terkena kedua penyakit tersebut pada kesempatan berbeda:
Common Cold Flu
Gejala-gejala Ringan Berat
Sakit kepala Ringan, kadang tidak ada Berat
Demam Tidak ada atau tubuh hangat (suhu tubuh < 38° Celcius) Tinggi (suhu tubuh > 38,5° Celcius)
Nyeri otot / badan pegal Ringan, kadang tidak ada Berat dan dirasakan di seluruh tubuh, terutama kepala
Napsu makan Ada Tidak ada
Serangan penyakit Bertahap Mendadak (pagi tubuh terasa masih sehat, tiba-tiba siang merasa sakit dan kelelahan berat)
Kelelahan Ringan Berat
Radang tenggorokan Ringan Berat
Bersin Ada Jarang
Batuk Ringan sampai moderat Berat
Dari perbedaan flu dan common cold di atas, terlihat jelas bahwa gejala dan efek sakit flu jauh lebih berat bagi tubuh ketimbang common cold. Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan saat kita terkena flu dan common cold? Tentunya treatment pada masing-masing penyakit akan berbeda, walau pada keduanya sering kali diperlukan bantuan obat parasetamol untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot serta menurunkan demam. Saat terkena common cold, saya masih bisa “pecicilan” kerja di Starbucks dan menemani anak-anak berlatih sepak bola. Tapi, ketika terkena flu, saya hanya bisa tidur seharian dan sesekali menelan cream soup dengan susah-payah. Intinya, ketika sedang sakit, dengarkan kebutuhan tubuh lebih dulu dan lakukan hal-hal esensial untuk membantu kesembuhan kita. Pertama, perbanyak asupan cairan. Walau sulit makan, usahakan tetap menelan beberapa suap makanan sehat agar daya tahan tubuh bisa kembali naik. Kedua, perbanyak istirahat saat terkena common cold dan terapkan bedrest saat flu. Ketiga, jangan berolahraga dulu, walau hanya terkena common cold. Prioritas saat ini adalah mengembalikan kondisi tubuh menjadi sehat. Dengan berolahraga ketika sedang sakit, malah akan menjauhkan kita dari tujuan tersebut. Sekarang saya bisa dengan cepat mengenali gejala-gejala saat tubuh mulai terasa tidak enak—apakah ini sakit flu atau common cold?—dan harus melakukan apa saja agar penyakitnya tidak bertambah parah. Namun, yang lebih penting lagi, saya juga paham apa saja yang harus dilakukan untuk mencegahnya, yakni memastikan sel-sel tubuh selalu “happy”!