Apakah Anda sering mengalami nyeri dan pegal? Nyeri atau pegal pada anggota gerak terutama pada sendi yang sering terjadi bisa saja diindikasikan sebagai gejala dari  rematik. Rematik merupakan berbagai jenis penyakit yang disebabkan peningkatan kadar asam urat sehingga persendian mengalami pembengkakan dan sakit.   Sebagian besar rematik juga disebabkan penyakit autoimun atau sistem imun dalam tubuh yang tidak dapat membedakan kuman penyakit dan sel tubuh sehingga sistem imun akan menyerang sel-sel tubuh. Rematik yang umum terjadi pada banyak orang adalah Rheumatoid arthritis (RA), Osteoarthritis (OA), dan lupus.

Gejala Rematik

Gejala yang ditimbulkan rematik berbeda-beda terngantung jenis penyakit yang menyerang. Ciri-ciri jika Anda terkena rematik pada tahap awal adalah jika pagi hari sendi terasa kaku, mengalami pembengkakan pada sendi, mudah lelah, mengalami demam ringan, serta sering mengalami mati rasa dan kesemutan. Rematik yang semakin parah akan menyebabkan Anda mengalami beberapa gejala seperti rasa nyeri pada dada, kesulitan saat menggerakan anggota gerak, muncul bintik-bintik merah pada kulit dan kuku, mengalami gangguan mata, gangguan lambung, patah tulang yang disebabkan pengeroposan tulang dan mudah memar jika tubuh Anda jatuh atau terkena benturan.

Penyebab Rematik

Rematik bisa disebabkan karena terjadi peradangan sendi, osteoarthritis, dan osteoporosis. Peradangan terjadi pada pagi hari yang biasanya dialami oleh anak-anak dan orang yang masih muda. Perlu penanganan dari dokter karena peradangan sendi bisa semakin parah dan dapat menyebabkan cacat pada bagian yang radang. Osteoartritis atau pengapuran terjadi karena penipisan pada tulang rawan. Tulang pada bagian persendian saling berbenturan dan akan mengalami penipisan. Sedangkan untuk osteoporosis atau pengeroposan tulang pada umumnya terjadi pada orang tua. Kepadatan dan massa tulang berkurang disebabkan oleh faktor usia, metabolisme tubuh, obat-obatan atau penyakit tertentu. Proses perusakan tulang lebih sering dibandingkan dengan proses pembaruan tulang sehingga menyebabkan pengurangan massa tulang dan menyebabkan osteoporosis.

Cara Pengobatan Rematik

Pengobatan rematik yang disebabkan oleh osteoporosis bisa dilakukan dengan mengonsumsi kalsium sebanyak 1000 mg per hari dan menghindari konsumsi rokok dan alkohol yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Anda juga perlu melakukan latihan fisik secara rutin minimal 30 menit per hari dengan jenis olahraga ringan, seperti berjalan, berenang atau bersepeda juga perlu dilakukan untuk melatih tulang dan sendi kita agar menjadi lebih kuat. Rematik yang disebabkan oleh faktor lain dapat diobati dengan obat-obatan untuk penderita rematik. Obat yang digunakan untuk rematik antara lain adalah obat golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Disease), obat golongan Steroid, obat golongan DMARDS (Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs), dan jenis obat lainnya termasuk imunosupressan, inhibitor TNF-alpha, dan obat-obatan kelas baru untuk meningkatkan fleksibilitas sendi. Obat rematk seperti Naproxen Sodium, Ibuprofen yang merupakan obat golongan NSAID yang dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit pada sendi dapat dibeli tanpa menggunakan resep dokter. Sementara itu, beberapa jenis obat rematik seperti Natrium diklofenak yang merupakan obat golongan NSAID, obat golongan Steroid, obat golongan DMARDs, dan obat rematik lainnya merupakan golongan obat keras yang perlu pengawasan dari dokter karena obat akan dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang dan dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti gangguan lambung, ginjal dan hati. Anda juga bisa melakukan pengobatan alternatif lain seperti fisioterapi dan latihan untuk menstabilkan dan memperbaiki gangguan fungsi pergerakan tubuh (otot disekitar sendi) dengan menggunakan metode terapi gerak.  Ketika melakukan pengobatan ini, terapis akan merancang program terkait latihan yang dapat dipraktikan di tempat terapi dan di rumah sehingga dapat dilakukan secara rutin. Selain itu fisioterapi ini juga dapat meningkatkan kesehatan, untuk pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan gangguan sistem gerak. Bagi Anda penderita rematik sebaiknya melakukan pengobatan kepada dokter spesialis reumatologi agar dapat lebih jelas mengetahui kondisi kesehatan, penyebab rematik, dan bagaimana cara pengobatan yang sesuai agar tidak memperburuk keadaan.