Siapa yang tidak antusias menyambut hari Lebaran yang kian dekat? Suasana silahturahim beserta suguhan nikmat pun terbayang di depan mata ya, Mums! Bukan hanya orang dewasa yang menanti-nanti perayaan Idul Fitri. Momentum besar ini, juga merupakan ladang emas bagi si Kecil. Yup, tradisi pemberian uang pada anak-anak sebagai hadiah Hari Raya yang lebih sering dikenal dengan ‘uang salam tempel’, selalu mewarnai momen Lebaran.

 

Seringkali, jumlah uang yang berhasil dikumpulkan oleh si Kecil dari sanak saudara bahkan tetangga, tidaklah sedikit. Lalu, kalau sudah terkumpul demikian banyak, bagaimana ya mengalokasikannya? Tepatkah bila Mums dan Dads membiarkan seluruh uangnya dibelikan satu jenis mainan mahal saja? Disarikan dari berbagai sumber, Gue Sehat punya tips jitu agar si Kecil mengatur uang Lebaran dengan tepat! Simak penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Ini 8 Cara Efektif Mengatur Uang THR

 

1. Hitung uang Lebaran bersama si Kecil

Kumpulkan uang Lebaran yang sudah si Kecil dapatkan. Lalu, ajaklah si Kecil untuk menghitung satu per satu dari setiap lembaran uang. Momen bonding ini akan semakin seru jika Dads ikut terlibat bersama. Si Kecil tidak hanya bisa belajar berhitung, Mums dan Dads juga dapat mengajarkan simbol-simbol mata uang yang penting untuk ia ketahui.

Pada akhir proses penghitungan uang, sampaikan dengan jujur total nominal uang yang si Kecil miliki. Agar tidak jemawa, ajarkan si Kecil untuk mensyukuri rezeki yang didapatkan. Sebelum uangnya dibelanjakan, berikan pemahaman pada si Kecil bahwa uang bukanlah hal yang mudah didapatkan begitu saja, melainkan melalui kerja keras.

 

2. Buat catatan

Hargai pemberian dengan membuat catatan. Sediakan buku agenda “Uang Lebaran” yang bisa ia gunakan setiap tahun. Si Kecil sudah mulai menulis? Nah, ini pun bisa sekaligus menjadi momen tepat untuk melatih skill motorik si Kecil. Caranya mudah. Dampingi si kecil untuk menulis daftar uang yang diperoleh. Jangan lupa, cantumkan pula nama pemberinya. Dengan begini, si Kecil bisa belajar 3 hal, yaitu:

  • Membuat anggaran.
  • Melacak detail penggunaan uang Lebaran.
  • Menghargai pemberian orang lain.

Mintalah si Kecil untuk mengingat kebaikan anggota keluarga besar yang sudah bersikap dermawan. Dampak positifnya, budaya membalas budi baik, akan tertanam dalam diri si Kecil. Buku catatan ini akan menjadi inspirasi masa kecil yang bisa membuatnya semakin disiplin dalam mengelola uang sampai ia tumbuh dewasa kelak.

Baca juga: Lakukan Hal Ini Agar si Kecil Tidak Bosan Selama Perjalanan Mudik


3. Kenalkan konsep alokasi uang

Idealnya, dari total uang yang diterima si Kecil, ajarkanlah prinsip untuk beramal dan belanja sambil menabung. Berikut gambaran perinciannya.

  • Sisihkan 10-20% untuk berbagi (sedekah). Dari setiap rezeki yang si Kecil peroleh, tanamkan bahwa disitu ada hak orang lain yang lebih memerlukan. Bebaskan si Kecil untuk memutuskan ingin beramal pada siapa. Mums bisa memberikan rekomendasi seperti panti asuhan, griya sedekah, kaum dhuafa, ataupun beramal di masjid.
  • Sekitar 40%-50% dari uang Lebaran, gunakan untuk membeli barang yang diinginkan. Di luar momen Idul Fitri, biasanya agak sulit bagi si Kecil untuk mendapatkan barang idaman. Pasalnya, Mums dan Dads mungkin menerapkan sistem reward jika si Kecil berhasil melakukan tugas-tugasnya dengan baik. Karena itu, berikanlah sedikit keleluasaan untuknya berbelanja dengan uang yang si Kecil kumpulkan di hari Lebaran. Arahkan si Kecil untuk membeli barang bermanfaat yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  • Sisihkan 30%-40% untuk tabungan. Menabung, adalah alokasi terpenting untuk dijadikan kebiasaan positif sejak kecil. Sebutkan semua manfaat menabung pada si Kecil. Metode menabung bisa disesuaikan dengan usia si Kecil. Belikanlah celengan jika si Kecil masih balita. Untuk anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah, Mums bisa mengajarkan kebiasaan menabung di bank. Niatkan uang tabungan tersebut untuk disimpan agar memberikannya manfaat besar yang tidak terduga di masa depan. 

 

 

4. Ajarkan si Kecil untuk membuat skala prioritas

Berikan edukasi, bahwa belanja harus sesuai dengan kebutuhan dan bukan karena keinginan. Agar prinsip ini tidak menjadi sekedar saran, ajak si Kecil untuk membuat daftar keinginan. Tentukan apakah ia ingin membeli mainan atau perlengkapan sekolah. Bila daftar keinginan si kecil terlalu banyak, langkah selanjutnya adalah mengajarkan untuk membuat urutan dan skala prioritas. Dimulai dari barang yang paling dibutuhkan hingga barang yang paling tidak dibutuhkan.

 

Dari sini, si Kecil bisa memahami bahwa tidak semua barang bisa dipenuhi sekaligus. Ingatkan pula, jika dia membeli barang A, maka jatah belanjanya hanya tersisa sekian. Pastikan si Kecil tidak menyesal dengan pilihan barang yang ia beli. Trik ini penting agar anak berpikir panjang saat membeli sebuah barang. Bila barang tersebut memang sesuatu yang dibutuhkan, maka ia pasti merasa keputusannya sepadan.

 

5. Buat kesepakatan dengan si Kecil

Si Kecil terbiasa menimbang-nimbang barang yang ingin ia beli dengan uang Lebaran? Tidak apa-apa. Kebiasaan ini justru baik kok, Mums. Ia dapat belajar untuk memiliki target atau tujuan. Saat si Kecil sudah yakin dengan pilihannya, buatlah kesepakatan untuk tidak mendadak menyesal atau berhenti menyukai mainan yang ia pilih. Beritahu si Kecil, barang yang telah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi.

 

6. Sempatkan berbagi untuk kemanusiaan

Si Kecil dikenal sebagai pribadi yang penuh rasa peduli pada disabilitas atau orang yang sakit parah? Maka tidak ada salahnya, Mums menggugah hati si Kecil untuk menyisihkan uang Lebaran untuk kemanusiaan. Belikan obat-obatan dan alat kesehatan sederhana seperti kain kasa, kotak P3K, plaster, dan lain-lain. Ajak ia untuk memberikan barang-barang tersebut pada mereka di rumah sakit, yayasan, atau di lingkungan terdekat. Kegiatan ini bisa memberi nilai tambah bagi niatnya untuk beramal.

 

7. Tawarkan si Kecil untuk membeli buku

Menanamkan kecintaan pada buku, terbukti memberi beragam manfaat bagi si Kecil. Apalagi, bila si Kecil sudah bisa membaca dan menunjukkan minat khusus pada buku. Pupuk dengan baik hobi membaca ini. Giring si Kecil untuk membelanjakan uang Lebaran miliknya ke toko buku. Biarkan ia berkeliling. Dampingi buah hati Mums dengan rekomendasi buku yang sarat nilai-nilai baik. Kelak, buku-buku pertama yang Mums pilihkan semasa ia kanak-kanak, akan ia kenang selamanya sebagai buku yang paling berkesan. Percaya deh, si Kecil pasti langsung mengingat Mums, kapan saja ia melihat judul atau sampul buku tersebut.

 

Kegembiraan si Kecil di hari Raya bukan alasan untuk menghabiskan seluruh uang Lebaran tanpa perhitungan. Namun, pandailah memilah cara menyampaikannya. Jangan sampai jadi terkesan terlalu mendikte si Kecil ya, Mums. Biarkan si Kecil memikirkan sendiri saran yang Mums berikan. Tugas Mums hanya membuatnya bertanggung jawab pada uang yang ia miliki. Hal yang tak kalah penting, ajarkan si Kecil untuk tidak menjadi pihak yang duluan meminta uang pada sanak keluarga yang dikunjungi selama agenda silahturahim. Agar mental peminta tidak lekat padanya saat ia dewasa. (TA/WK)

Baca juga: Cara Agar si Kecil Tidak Rewel di Jalan saat Mudik