Setelah sebelumnya saya melewati masa internship, akhirnya saya diperbolehkan untuk bekerja di manapun saya mau. Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya adalah,”Sekarang kerja di mana?” atau “Sekarang ngapain, dong?” Pertanyaan macam itu sudah sering saya jumpai setelah menyelesaikan internship.

 

Setelah menjalani fase internship, yang akan dilakukan adalah mengurus beberapa berkas yang dibutuhkan untuk praktik nantinya. Hal ini disebut dengan Surat Tanda Registrasi (STR), yang kira-kira selesai dalam 1-2 bulan setelah menyelesaikan fase internship. Selama menunggu, teman-teman dokter bisa mengikuti beberapa pelatihan, seperti ACLS, ATLS, GELS, dan sebagainya. Ini nantinya berguna dan menjadi salah satu syarat jika ingin bekerja di rumah sakit.

Baca juga: Dokter Butuh Seminar Apa Saja, Ya?

 

Pilihan kerja sebagai dokter umum cukup bervariasi. Rumah sakit swasta dan Rumah Sakit Umum Daerah menjadi pilihan yang cukup diminati oleh teman-teman dokter. RSUD memiliki fase tertentu untuk penerimaan karyawan, berupa PNS maupun non-PNS.

 

Di kota Jakarta, salah satu jalur untuk mendaftar di RSUD adalah melalui Dinas Kesehatan. Jujur saya, penerimaan dokter umum ke RSUD ini dikabarkan lebih sulit dan saya juga merasakan hal yang sama. Informasi yang didapatkan dari situs RSUD juga minim. Mungkin ada baiknya untuk teman-teman ingin mendaftar, langsung menghubungi SDM bagian RSUD tersebut.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Dokter-dokter Umum Indonesia

 

Bekerja di RSUD identik dengan pasien yang ramai, jam kerja yang padat, tetapi seimbang dengan gaji yang cukup besar. Sedangkan untuk rumah sakit swasta, informasi cukup tersedia di situs rumah sakit dan biasanya seleksi karyawan tidak terlalu banyak.

 

Jika bekerja di rumah sakit swasta, biasanya standar operasional mereka akan lebih jelas dan manajerial yang lebih baik. Jika teman-teman dokter cukup berminat dengan manajerial, mereka juga bisa bekerja sebagai dokter struktural di rumah sakit tersebut.

 

Selain itu, teman-teman dokter juga dapat bekerja di puskesmas dan klinik. Biasanya teman-teman yang memilih pekerjaan ini tidak begitu suka dan menghindari jaga malam. Selain itu, puskesmas dapat menjadi salah satu jalur untuk menjadi PNS. Jika memiliki minat di bidang tertentu, misalnya kecantikan, bekerja di klinik kecantikan merupakan salah satu pilihan yang bisa dipilih dan cukup diminati.

 

Yuk, cari tahu tentang BPJS! - guesehat.com

 

Susah enggak sih cari kerja sebagai dokter umum?

Well, tergantung dari kebutuhan rumah sakit tersebut. Berbagai rumah sakit biasanya memiliki perputaran doker umum yang cukup sering. Hal ini biasanya dikarenakan dokter umum yang bekerja berada di usia produktif. Mereka mungkin akan berhenti ketika memutuskan untuk berkeluarga.

Baca juga: Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Pergi ke Dokter
 

Selain itu, mereka juga akan mendaftarkan diri untuk bersekolah setelah beberapa tahun bekerja. Jadi saat mereka keluar kerja, akan selalu ada tempat kosong untuk kita menggantikan posisi mereka. Kebanyakan dokter bekerja selama 1-2 tahun, sebelum mencoba mendaftarkan diri menjadi dokter spesialis. Namun, tidak jarang saya mendengar teman-teman dokter sudah malas untuk melanjutkan sekolah menjadi dokter spesialis,  karena kelamaan bekerja.

 

Butuh enggak sih untuk sekolah spesialis lagi?

Tergantung dari passion masing-masing. Pekerjaan sebagai dokter spesialis cukup menjurus di 1 bidang saja. Jika memang bidang itu kita minati, kenapa tidak? Pekerjaan sebagai dokter umum cukup memiliki jam kerja yang panjang, tetapi sampai kapan kah kita akan terus melakukan shift jaga malam? Belum lagi jika kita sudah berkeluarga dan memiliki anak untuk diurus.

 

Namun pilihan untuk menjadi dokter spesialis juga bukan hal yang mudah. Hal ini disebabkan selama masa pendidikan spesialis, kita akan sangat sibuk dan kemungkinan untuk bisa pulang (terutama di tahun pertama sekolah) sangat kecil. Namun, keuntungan jangka panjang yang mungkin didapatkan adalah kualitas hidup yang lebih baik pada akhirnya.