Penyakit

Infeksi Saluran Kemih (Urinary Tract Infection)

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada organ dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Pria dan wanita bisa mengalami infeksi saluran kemih, walaupun wanita lebih rentan mengalaminya karena pendeknya saluran uretra. Infeksi saluran kemih terbagi menjadi 2, yaitu ISK bagian atas (ureter dan ginjal) dan ISK bagian bawah (uretra dan kandung kemih).

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih ialah:

  • Banyak minum air putih untuk membantu mendorong bakteri keluar melalui urine.
  • Jangan menahan buang air kecil. Segeralah buang air kecil jika terasa ingin buang air kecil.
  • Buang air kecil pada pagi hari juga sangat dianjurkan untuk membantu membuang bakteri dalam kandung kemih yang bisa jadi terjebak semalaman.
  • Setelah buang air kecil, basuh kemaluan dari daerah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Hal ini membantu mencegah bakteri dari anus menyebar ke vagina dan uretra. Buang air kecil setelah berhubungan juga bisa mencegah ISK.
  • Jika tidak terlalu dibutuhkan, hindari produk feminin seperti douche dan bubuk di daerah genital yang dapat mengiritasi uretra.
  • Makan makanan yang bergizi seimbang juga diperlukan untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh, agar lebih kuat melawan infeksi.

Gejala infeksi saluran kemih bagian bawah berupa:

  1. Nyeri, perih, dan tidak nyaman saat buang air kecil.
  2. Rasa seperti ingin selalu buang air kecil dan sulit untuk ditahan.
  3. Merasa tidak tuntas walaupun telah buang air kecil.
  4. Perut bagian bawah yang terasa tidak nyaman.
  5. Urine yang dikeluarkan berbau menyengat.
  6. Warna urine bisa keruh bahkan seperti tercampur darah.

 

Sedangkan gejala infeksi saluran kemih bagian atas berupa:

  1. Demam.
  2. Tubuh menggigil.
  3. Nyeri pada bagian pinggang dan punggung.
  4. Gelisah dan tidak nyaman.
  5. Terkadang mual muntah bisa terjadi.

Sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh infeksi E. Coli dari saluran pencernaan, khususnya usus besar yang masuk ke uretra. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan setelah buang air kecil maupun besar.

 

Pada wanita, jarak antara anus dan uretra lebih dekat, sehingga menyebabkan potensi infeksi yang lebih tinggi daripada pria. Urine yang tertampung lama juga berpotensi menyebabkan infeksi, karena bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Untuk itu, segeralah buang air kecil bila diinginkan.

 

Beberapa kelompok pasien juga rentan terkena infeksi saluran kemih, seperti pasien dengan gangguan batu ginjal, menggunakan kateter atau alat bantu kencing, wanita dengan alat kontrasepsi diafragma, wanita hamil, penderita diabetes, dan pasien dengan sistem imun yang lemah.

Diagnosis infeksi saluran kemih bisa ditegakkan melalui analisa urine. Sampel urine diperiksa di laboratorium apakah ada infeksi bakteri serta perubahan pada sel darah putih yang mengindikasikan adanya infeksi. Analisa urine juga dilakukan untuk melihat fungsi ginjal.

 

Sebaiknya juga dilakukan kultur urine untuk mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan infeksi dan memilih antibiotik yang cocok digunakan. Selain itu, diagnosis bisa dibantu dengan melakukan scanning organ saluran kemih untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail menggunakan USG, CT Scan, dan lainnya

Karena infeksi disebabkan bakteri, maka penanganan utama adalah dengan antibiotik, namun tentunya dengan pertimbangan dokter. Ciprofloxacin, levofloxacin dan trimethoprim bisa menjadi pilihan utama penderita ISK. Namun, tidak menutup kemungkinan dokter juga bisa menggunakan azythromycin, fosfomycin, doxycycline dan golongan antibiotik lainnya.

 

Untuk penderita infeksi ringan dan tidak terjadi komplikasi, biasanya diperkenankan untuk rawat jalan. Selama perawatan, beberapa hal bisa dilakukan untuk mempercepat penanganan infeksi saluran kemih, seperti banyak minum air putih dan jangan menahan buang air kecil.

 

Penggunaan antipiretik seperti paracetamol bisa dilakukan untuk meredakan demam akibat infeksi. Infeksi saluran kemih tergolong ringan dan bisa disembuhkan. Namun bila terjadi komplikasi, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Rekomendasi Artikel

Inilah Akibat dari Kebiasaan Menahan Pipis

Inilah Akibat dari Kebiasaan Menahan Pipis

Salah satu efek samping dari sering menahan pipis adalah infeksi saluran kemih. Gejalanya beragam, seperti rasa anyang-anyangan dan nyeri saat pipis.

Jessica Christy

17 November 2017

Anak Mengompol, Normal atau Tidak?

Anak Mengompol, Normal atau Tidak?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak terus mengompol. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan genetik, kurangnya hormon tertentu di dalam tubuh.

Jessica Christy

16 November 2017

Bagaimana Ibu Hamil Bisa Terkena Infeksi Saluran Kemih?

Bagaimana Ibu Hamil Bisa Terkena Infeksi Saluran Kemih?

Penyebab infeksi saluran kemih pada ibu hamil ada beberapa, salah satunya bakteri. Infeksi saluran kemih juga memiliki dampak yang berbahaya bagi kehamilan.

GueSehat

16 July 2017

Direktori

    Proses...