Kehamilan merupakan momen penting bagi janin yang juga berpengaruh pada perkembangannya setelah lahir. Tanpa Mums sadari, kehamilan ternyata menuntut Mums untuk memenuhi asupan gizi lebih banyak dari sebelumnya. Salah satu yang penting, kebutuhan PROTEIN harian. Dilansir dari healthypregnancy.com, protein lebih dibutuhkan Mums, khususnya pada trimester 1, 2 dan 3 karena protein memiliki peran penting dalam pembentukan sel baru (embryogenesis).

Baca juga: 4 Tips Menjaga Kehamilan yang Harus Diperhatikan

 

Mengapa Protein Mampu Memengaruhi Perkembangan Janin?

Bersumber dari healthypregnancy.com, dari 20 penelitian yang dilakukan secara terpisah, ditemukan jika asupan protein selama hamil dapat memengaruhi berat bayi saat lahir. Para Mums yang mengonsumsi banyak protein semasa hamil akan melahirkan anak dengan berat lahir yang lebih tinggi. Menurut para ahli medis, bayi yang lahir dengan berat rendah akan berisiko tinggi pada sejumlah gangguan kesehatan, seperti infeksi, penyakit kuning, gangguan pernapasan, dan kemungkinan gangguan penyakit lainnya.

Demikian juga, bila Mums sulit makan selama 3 bulan awal kehamilan (trimester 1) dimana pada periode tersebut adalah periode pertumbuhan janin beserta organ-organ tubuh, akan berdampak negatif untuk perkembangan selanjutnya yang bisa mengakibatkan terjadinya IUGR (Intra uterine Growth Retardation) yang akan berlanjut menjadi kecacatan dan atau kematian janin dalam Rahim (IUFD = Intra Uterine Fetal Death).

Jangan pernah menyepelekan hal ini, karena protein dapat membantu pembentukan semua jaringan lunak bayi, mulai dari tulang, kuku, rambut, dan organ tubuh lainnya. Sedangkan untuk Mums, protein membantu pembentukan plasenta, sel darah merah, hingga memproduksi hormon yang dapat mengatur setiap fungsi dalam tubuh.

Dampak Kekurangan Protein pada Ibu Hamil - guesehat.com