Penyakit

Urtikaria (Biduran)

Urtikaria, pada masyarakat awam dikenal dengan biduran atau gatal, adalah reaksi kulit berupa bercak atau ruam merah, merah pucat, atau putih, yang disertai rasa gatal. Ini akan berkurang seiring berjalannya waktu. Urtikaria dapat dikatakan kronis jika bercak tersebut bertahan lebih dari 6 minggu atau kambuh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kondisi kronis ini biasanya tidak mengancam jiwa. Tetapi, tentunya menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu istirahat serta aktivitas sehari-hari. Seringkali, penyebab urtikaria kronis tidak diketahui dengan jelas. Dalam beberapa kasus, kondisi ini merupakan pertanda masalah kesehatan, seperti penyakit tiroid atau lupus.

Hindari faktor penyebab yang sudah diketahui, seperti makanan atau obat-obatan tertentu. Jika belum diketahui penyebab pasti dari urtikaria, ada baiknya penderita membuat catatan mengenai kegiatan, makanan, atau obat yang dikonsumsi setiap urtikaria muncul, berapa lama gejala muncul, serta pada area tubuh mana yang menunjukkan gejala urtikaria. Harapannya, dari catatan ini dapat diidentifikasi penyebab terjadinya urtikaria sehingga langkah pencegahan serta pengobatan berkelanjutan dapat dilakukan.

1. Bercak merah atau putih yang umumnya terjadi di wajah, tubuh, lengan, atau tungkai bawah.
2. Bercak yang timbul bervariasi dalam ukuran dan bentuk, serta dapat muncul dan memudar berulang kali seiring berjalannya waktu.
3. Gatal, yang mungkin parah.
4. Bengkak yang menyebabkan rasa sakit atau terbakar (angioedema), terutama di tenggorokan dan sekitar mata, pipi, bibir, tangan, kaki, maupun alat kelamin.
5. Gejala dapat menjadi lebih berat jika dipicu oleh beberapa hal, seperti seperti panas, olahraga, dan stres.
6. Kekambuhan relatif sering dan tidak dapat diprediksi, terkadang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Bercak atau ruam yang disertai gatal muncul ketika sel-sel tertentu melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah. Para dokter sering tidak dapat mengidentifikasi penyebab reaksi kulit ini, atau mengapa bercak atau ruam ini berkembang menjadi masalah kronis. Akan tetapi, reaksi kulit yang terjadi dapat dipicu oleh hal berikut:

  • Obat antinyeri.
  • Serangga atau parasit.
  • Infeksi.
  • Goresan.
  • Suhu panas atau dingin.
  • Sinar matahari.
  • Olahraga.
  • Alkohol.
  • Makanan atau minuman tertentu.
  • Tekanan pada kulit, seperti pada ikat pinggang yang ketat atau jam tangan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan sejumlah pertanyaan untuk mencoba menemukan penyebab urtikaria, seperti aktivitas sehari-hari, obat atau suplemen yang dikonsumsi, makan dan minuman yang dikonsumsi, lokasi urtikaria atau gatal-gatal yang muncul, dan berapa lama bercak atau ruam memudar. Selain itu, terkadang dibutuhkan pengujian lebih dalam jika tidak diidentifikasi penyebab dari munculnya urtikaria, seperti tes darah dan tes alergi.

Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan antihistamin, seperti loratadin, cetirizine, dan lain-lain yang dijual bebas. Tanyakan kepada dokter apa saja efek samping yang bisa ditimbulkan dari pengonsumsian obat tersebut, apakah menimbulkan kantuk atau yang lainnya. Jika Anda sedang hamil, informasikan kepada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat serta mengurangi risiko keguguran dan cacat lahir.

Pilihan obat lain yang dapat digunakan adalah penggunaan kortikosteroid, baik oral maupun krim. Pendekatan lain juga terkadang menggunakan antidepresan. Hindari pula faktor pencetus jika sudah teridentifikasi. Salah satu pendekatan paling rasional adalah mengobati setiap faktor yang menyebabkan gejala urtikarian. Misalnya, orang dengan urtikaria kronis akibat tiroid yang meradang (tiroiditis) sebaiknya mengobati masalah tiroid yang terjadi.

Direktori

    Proses...