Di Indonesia, ada dua teknik pengobatan yang dipercayai bisa menyembuhkan suatu penyakit. Ada teknik pengobatan yang dilakukan secara medis dan ada teknik pengobatan yang dilakukan dengan cara pengobatan alternatif. Pengobatan dengan metode medis ialah pengobatan atau penyembuhan yang dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran, tentunya dilakukan oleh dokter serta para ahli yang berpengalaman dan memiliki izin praktek yang benar. Sedangkan metode pengobatan alternatif dilakukan melalui cara non medis, bisa dengan media obat herbal atau media lain yang dipercaya oleh pihak penyembuh.

Pengobatan untuk Kanker Payudara

Lalu, bagaimana pengobatan yang dilakukan untuk penderita kanker payudara? Pengobatan medis atau alternatifkah yang lebih efektif? Pada dasarnya, setiap jenis pengobatan yang dilakukan dilihat terlebih dahulu dari stadium yang sudah dialami si pasien. Kemudian ada beberapa faktor lain yang menjadi pertimbangan sebelum memilih jenis pengobatan seperti apa yang baik dan tepat untuk menyembuhkan pasien. Pada penderita kanker payudara, secara medis dokter akan melihat beberepa faktor yang menyertai, seperti apakah si pasien sudah mengalami masa menopause atau belum, kondisi kesehatan pasien bagaimana, apakah masih tetap kuat apabila menjalani operasi, atau justru menimbulkan risiko besar apabila dilakukan tindakan bedah.

Tahapan Pengobatan Kanker Payudara

Pada pasien kanker payudara yang sebelumnya rajin memeriksakan diri ke dokter sejak dini, biasanya saat terdeteksi masih dalam stadium awal. Dengan pemeriksaan yang rutin pasien cenderung lebih mudah dan cepat untuk disembuhkan, bahkan tingkat kesembuhannya bisa total. Namun, apabila si pasien sudah terlambat dalam memeriksakan kondisinya, tentu dapat menimbulkan risiko yang cukup tinggi dalam proses penyembuhannya. Apalagi jika tingkat stadium yang dialaminya sudah tinggi, tentu risiko sel kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya bisa terjadi. Hal inilah yang membedakan jenis pengobatan yang diberikan kepada pasien. Penanganan akhir yang dilakukan oleh dokter adalah dengan metode pembedahan atau operasi. Jenis operasi atau bedah pun akan berbeda tergantung dari jenis kanker yang diderita pasien. Terdapat dua jenis operasi yang bisa dilakukan yaitu operasi yang dilakukan hanya untuk mengangkat tumor saja (lumpektomi) dan juga operasi yang dilakukan untuk mengangkat seluruh bagian payudara atau yang disebut dengan mastektomi. Kemudian pada tahap selanjutnya, setelah melakukan operasi, dokter akan memberikan kemoterapi pada pasien. Kemoterapi yang diberikan dokter terdiri dari dua jenis, yaitu kemoterapi sebelum operasi untuk mengecilkan tumor yang ada dan kemo sesudah operasi untuk menghancurkan sisa sel kanker yang masih ada. Efek sampingnya memang kerap dikeluhkan oleh kebanyakan pasien, yakni hilangnya selera makan, pusing, mual yang disertai muntah, juga sariawan. Kemoterapi juga bisa membuat produksi hormon esterogen menjadi terhambat. Pada wanita yang belum menopause, menstruasi pun akan menjadi terhenti sementara selama dalam masa pengobatan dengan kemoterapi. Obat antikanker yang digunakan untuk penyembuhan pun diberikan secara berbeda pada setiap pasien sesuai tingkat stadium dan jenis kanker yang dialami. Selain itu, terapi yang dilakukan juga meliputi radioterapi. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan sisa sel yang masih ada di dalam tubuh. Kemudian, ada juga terapi hormon yang bertujuan untuk menurunkan risiko kanker untuk tumbuh kembali.

Medis VS Alternatif

Lalu, amankah dengan metode pengobatan lain selain medis? Masih banyak sekali di Indonesia ini yang memilih pengobatan alternatif, meski sudah tahu bahwa dirinya menderita kanker payudara. Mirisnya, jika tidak dilakukan dengan benar dan tanpa prosedur yang jelas, pengobatan alternatif justru bisa memicu kanker payudara tumbuh semakin cepat. Hal ini karena setelah mengetahui adanya kanker, pasien tidak segera melakukan penanganan yang tepat dari dokter yang benar-benar ahli untuk menangani penyakit ini. Penanganan yang tepat adalah dengan melakukan pemeriksaan secara medis, dengan begitu pengobatan yang didapat pun secara medis akan langsung tertuju ke sumber penyakit. Herbal memang bukan berarti tidak bisa digunakan. Tetap bisa digunakan namun hanya sebagai pendamping untuk mengurangi tingkat kanker payudara bisa kembali berkembang, misalnya dengan mengonsumsi kunyit putih, buah mahkota dewa, mengkonsumsi sayuran hijau yang bisa menjauhkan kanker, juga buah lain yang dianjurkan. Baca Juga Artikel Lainnya;