Sudah lama rasanya nggak pergi piknik. Ketika kecil mungkin tidak bisa dihitung dengan 1 jari berapa kali piknik bersama keluarga. Namun sejak punya anak sendiri malah belum pernah piknik sekeluarga.

Berlibur ke Puncak

Pada saat libur Idul Adha kemarin, kami sekeluarga menyempatkan diri pergi ke villa keluarga di Puncak. Kebetulan memang ada acara kumpul keluarga di sana. Ternyata, villa yang kami kunjungi memiliki halaman yang sangat luas! Wah, pas deh. Bisa sekalian piknik-piknikan sama Elika.

Foto kiriman Lidwina Marcella (@cellacea) pada

Karena kami sampai pagi-pagi, matahari jadi belum terlalu tinggi sehingga masih nyaman bagi kami duduk-duduk di rumput sambil mengajak Elika merasakan menginjak rumput untuk pertama kalinya. Ya! Selama ini Elika belum pernah bertelanjang kaki menginjak rumput. Sepertinya ia merasa kegelian, sampai-sampai ia harus jinjit-jinjit karena merasakan sensasi baru di telapak kakinya. Lucu sekali. Hahaha.. Ekspresinya sama seperti waktu pertama kali ia menyentuh pasir di Bunaken. Ia memerhatikan tangan dan kakinya yang penuh pasir sambil mengernyitkan dahi dan akhirnya nyengir karena kesenangan.

Mengajak Anak Bermain Keluar Bagus Untuk Psikologis Anak

Sepertinya saya harus sering-sering mengajak Elika main ke luar rumah. Nggak usah jauh-jauh, main ke taman dekat rumah juga baik untuk tumbuh kembang anak. Selain baik untuk lebih mengenalkan Elika dengan alam sekitar, seiring berjalannya waktu, bermain di luar mendorong stabilitas emosi. Anak-anak akan mendapatkan pandangan lebih baik tentang kehidupan.  Bermain di luar memungkinkan anak untuk bersantai, mengurangi ketegangan dan membantu mereka memecahkan masalah. Ketika anak-anak bermain di luar, apalagi dengan teman sebaya mereka, mereka belajar untuk berbagi dan bekerja sama satu sama lain dan mengembangkan rasa empati. Para peneliti bahkan telah menemukan bahwa bermain di luar dapat menenangkan anak-anak yang mengalami gejala hiperaktif atau depresi jika dibiarkan bermain di alam bebas. 

Selain Psikologis, Juga Bagus untuk Kesehatan Anak

Foto kiriman Lidwina Marcella (@cellacea) pada
Selain manfaat psikologis di atas, tentunya main di luar rumah juga banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berada di taman bermain bermanfaat untuk mendorong anak-anak untuk menghabiskan waktu di luar rumah. Di mana mereka bisa mendapatkan banyak udara segar serta vitamin D yang didapat dari paparan sinar matahari pagi, yang sarat manfaat kesehatan. Salah seorang sahabat saya mengatakan, sejak rajin mengajak anaknya main ke luar rumah dan berjemur pada pagi hari ketika anaknya masih bayi, pertumbuhan tulang anaknya menjadi lebih cepat dari biasanya. Vitamin D juga memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk mencegah anak-anak dari masalah tulang di kemudian hari, diabetes, dan bahkan penyakit jantung. Matahari merupakan sumber terbaik untuk vitamin yang esensial.

Berani Kotor Itu Baik!

Memang tentunya anak kita akan menjadi kotor, terkena tanah, rumput, dan lain-lain. Tapi katanya kalau tidak kotor kan tidak belajar. Berbagai data menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh kita juga akan berfungsi dengan baik ketika kita terpapar mikroba, organisme, dan juga keanekaragaman pola makan dan lingkungan. Paparan tersebut bisa melalui saluran pencernaan, hidung, atau sistem pernapasan. Itu sebabnya, kadang kita perlu membiarkan anak bermain kotor-kotoran di luar ruangan karena paparan terhadap organisme yang beranekaragaman pada tumbuhan, tanah, tanaman, dan lain sebagainya, memengaruhi penurunan alergi. Nah, yuk sering-sering ajak anak kita main ke luar rumah sejak dini. Ternyata banyak juga manfaatnya, kan?