Penyakit

Kutil kelamin (Genital Warts)

Pixabay.com

Genital warts adalah salah satu infeksi menular seksual yang mengakibatkan kelainan kulit berbentuk vegetasi bertangkai dengan permukaan berjonjot atau muncul benjolan yang disebabkan oleh infeksi HPV (human papilloma virus), yang sering dikenal dengan istilah kutil kelamin.

Pixabay.com

Genital warts ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga diusahakan agar menahan hubungan seksual untuk mencegah penularan penyakit. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan kondom sebagai langkah pencegahan, walaupun tidak sepenuhnya dapat mencegah penularan. Pasalnya, penyakit ini bisa timbul di tempat yang tidak terlindung kondom. Cara pencegahan lain adalah dengan menggunakan vaksin HPV. Vaksin paling baik diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.

Pixabay.com

Genital warts umumnya tidak bergejala (asymptomatic), tetapi tergantung pada ukuran dan lokasi anatomi. Genital warts biasanya tumbuh dan terkadang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, maupun gatal. Genital warts ada yang berukuran kecil dan berbentuk datar sehingga sulit untuk dideteksi, ada pula yang tumbuh secara berdekatan atau dalam jumlah banyak yang nampak seperti kembang kol. Pada laki-laki, genital warts tumbuh di batang atau ujung penis, kantung zakar, selangkangan, paha bagian atas, di sekitar atau di dalam anus, maupun di dalam uretra. Sedangkan pada wanita, genital warts dapat tumbuh di vulva, anus, daerah antara kelamin dan anus, leher rahim, maupun paha bagian atas.

Pixabay.com

Genital warts disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Terdapat lebih dari 60 tipe HPV yang berpotensi menyebabkan genital warts, namun tipe 6 dan 11 yang paling banyak ditemukan menyebabkan genital warts. Risiko terinfeksi HPV dapat meningkat pada perokok, pengguna kontrasepsi oral, berganti-ganti pasangan seksual, serta kontak seksual terlalu dini.

Pixabay.com

Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk menentukan diagnosis genital warts. Kutil atau lesi pada genital warts berbentuk seperti kembang kol, dan umumnya berjejer mulai dari arah anus. Ukuran lesi beragam, mulai dari yang hampir tak terlihat sampai dengan ukuran yang besar persis seperti kembang kol. Lesi yang timbul dapat berjumlah satu maupun banyak. Selain pemeriksaan fisik, dilakukan juga anoskopi dan proctosigmoidoscopy karena sebagian besar kasus genital warts menyebar ke arah dalam (75%-94%). Warna lesi umumnya merah muda atau putih. Selain itu, dapat juga dilakukan pemeriksaan mikroskopis untuk melihat karakteristik lesi.

Pixabay.com

Karena sifatnya yang menular, genital warts haruslah segera ditangani dengan tepat dan cepat. Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani genital warts secara umum terbagi menjadi topikal (contoh dengan podophyllin), immunotherapeutic (contoh dengan interferon), serta tindakan operatif.

Direktori

    Proses...