Jika Anda memiliki obat kedaluwarsa di rumah, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda langsung membuangnya ke tempat sampah? Tunggu dulu! Karena sebenarnya, obat kedaluwarsa tidak boleh dibuang sembarangan. Lalu, bagaimana cara membuang obat kedaluwarsa yang benar? Jawaban Anda mungkin membuangnya ke dalam toilet. Namun ternyata cara itu salah. Obat tersebut dapat larut dalam air dan berisiko mencemari sungai, danau, kali, dan persediaan air bersih. Membuang obat kedaluwarsa ke dalam tempat sampah juga bukan merupakan keputusan yang baik, karena dapat membahayakan lingkungan. Apalagi obat tersebut masih berisiko untuk ditemukan oleh anak-anak, hewan peliharaan, atau pihak lain yang sengaja ingin menyalahgunakannya. Lalu, bagaimana cara yang tepat? Berikut yang bisa Anda lakukan.

Baca Juga : Apa Bahaya Mengonsumsi Obat Kedaluwarsa?

1. Titipkan obat-obatan kedaluwarsa kepada instansi resmi

Kumpulkan obat-obatan tidak terpakai atau yang sudah kedaluwarsa di rumah Anda. Jika sudah cukup banyak, bawa ke instansi resmi terdekat, seperti pabrik obat, apotek, rumah sakit, ataupun kantor polisi. Instansi tersebut memiliki akses dan bertanggung jawab untuk menangani pembuangan obat secara resmi. Mereka juga bisa melakukan pemusnahan rutin terhadap stok obat yang kedaluwarsa. Biasanya, obat-obatan tersebut akan dibakar untuk melindungi lingkungan dari pencemaran. Perlu diketahui juga kalau mereka hanya menerima obat-obatan, namun tidak untuk benda medis, seperti jarum suntik, obat cair, krim, salep, atau obat hirup. Selain itu, Anda juga dapat menghubungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota atau kabupaten tempat tinggal Anda, atau otoritas pengelolaan sampah lokal untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan cara membuang obat kedaluwarsa di daerah Anda.

2. Cara membuang di rumah

Jika tidak ada program penitipan obat-obatan bekas atau kedaluwarsa di lingkungan Anda, lakukan hal berikut di rumah, seperti dilansir dari Food and Drugs Administration (FDA):
  • Pertama, campur obat tanpa menggerus tablet maupun membuka isi kapsul, dengan bahan menjijikkan, seperti ampas kopi, sampah makanan, atau kotoran hewan peliharaan. Ini untuk mencegah anak-anak memainkannya atau orang menyalahgunakannya.
  • Kedua, masukkan campuran sampah tersebut ke dalam tempat khusus seperti wadah kedap udara dan jangan gunakan kantung plastik, untuk menghindari kebocoran, dan taruh wadah tersebut di tempat sampah Anda.
  • Ketiga, sebelum membuang botol obat atau kemasan obat kosong lainnya, selalu rusak tampilan fisiknya. Cabut atau coret stiker kemasan yang berisi data pribadi Anda, jika ada, dan gunting kemasan karton untuk membuatnya sulit dibaca. Hal ini bertujuan untuk mencegah pemalsuan kemasan atau isi ulang ilegal.

3. Ikuti petunjuk

Beberapa obat dilengkapi dengan petunjuk pembuangan yang tepat beserta lokasinya, contohnya obat-obatan kemoterapi. Karenanya, Anda disarankan untuk teliti membaca kemasan. Jika Anda tidak dapat menemukan tempat pembuangan resmi, direkomendasikan untuk membuang obat-obatan seperti di atas dengan mengguyurnya ke dalam toilet segera setelah mereka tidak lagi digunakan. Memang, beberapa tenaga pelayanan kesehatan dan ilmuwan kurang setuju dengan metode ini atas alasan keamanan lingkungan. Namun, FDA berargumen bahwa obat-obatan seperti ini bisa berakibat sangat fatal jika dikonsumsi oleh orang lain. “Kami percaya bahwa risiko ini jauh lebih berbahaya terhadap kesehatan manusia atau lingkungan yang mungkin berasal dari pembuangan obat-obatan kedaluwarsa di toilet,” jelas FDA, dikutip dari CNN. Jadi, bijaklah dalam membuang obat-obatan yang sudah tidak dipakai ya!