Banyak mitos yang berkembang dimasyarakat tentang perawatan luka pasca operasi. Mulai dari pantangan untuk makan ikan, daging dan telur, pantangan untuk beraktivitas, bahkan sampai pantang mandi. Lalu sebenarnya apa saja yang harus diperhatikan dan dilakukan setelah operasi? Komplikasi apa saja yang mungkin terjadi bila proses penyembuhan luka tidak berjalan sebagaimana mestinya? Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam sebuah jurnal internasional, ada enam tahap penyembuhan luka yang sangat penting dalam penyembuhan yang komprehensif.

Hemostasis cepat

Hal ini mengacu pada mekanisme yang menghentikan pendarahan yang sebenarnya melalui proses yang disebut vasokonstriksi, di mana pembuluh darah Anda ditutup. Jika diumpamakan, hal ini mirip seperti usaha Anda untuk menghentikan keran yang bocor.

Peradangan

Peradangan sangat penting dalam proses perawatan luka, tetapi jika berlangsung terlalu lama, itu justru dapat mencegah regenerasi. Barangkali Anda pernah mengalami apabila sedang terluka maka daerah sekitar luka akan berubah menjadi kemerahan. Hal tersebut terjadi karena proses peradangan yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah di sekitar luka sehingga menimbulkan warna kemerahan. Umumnya proses peradangan ditandai dengan warna kemerahan, rasa panas, pembengkakan, nyeri, dan menurunnya fungsi pada daerah yang terluka. Dapat dicontohkan, pada saat terjatuh, daerah luka akan memerah, bengkak, terasa nyeri, dan bila disentuh akan terasa lebih panas dibandingkan sekitarnya. Selain itu, oleh karena terasa nyeri maka seringkali fungsi organ akan berkurang, misalkan seseorang yang terluka di bagian kaki akan kesulitan untuk berjalan seperti biasanya, sehingga ia akan tampak pincang saat berjalan.

Proliferasi dan migrasi

Ketika peradangan terjadi, tubuh melepaskan beberapa jenis sel, termasuk yang bertanggung jawab untuk migrasi dan proliferasi. Pelebaran pembuluh darah di sekitar luka ini akan membantu migrasi dari leukosit (sel darah putih) seperti neutrofil dan makrofag yang berfungsi untuk membunuh bakteri yang terdapat pada daerah luka serta menghancurkan jaringan yang rusak akibat luka tersebut. Adapun proliferasi mirip dengan hemostatis, sel-sel bekerja untuk lebih menyempitkan pembuluh darah Anda.

Angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru)

Setelah pendarahan di bawah kontrol, tubuh kemudian mulai berproses membangun kembali jaringan. Angiogenesis akan melibatkan pembentukan pembuluh darah baru. Proses ini terjadi ketika sel-sel tubuh Anda mulai untuk menggantikan pembuluh darah dan arteri yang rusak. Pembangunan jaringan baru ini membutuhkan protein sebagai bahan pembentuk jaringan yang baru.

Reepithelialisasi

Proses ini terjadi dengan pembentukan kembali epitel yang sudah rusak untuk melindungi lapisan di bawahnya dan mencegah kehilangan cairan.

Sintesis

Protein tertentu membentuk bekuan darah, yang membantu mencegah perdarahan lebih lanjut, membentuk kulit, dan pembuluh darah baru. Ada dua jenis penyembuhan luka yang utama yaitu penyembuhan primer dan penyembuhan sekunder. Penyembuhan luka primer umumnya terjadi pada penyembuhan luka paska operasi, dimana luka yang dibuat direkatkan kembali dengan jahitan, sehingga penyembuhan luka dapat terjadi dengan lebih mudah, lebih cepat, dan dengan jaringan parut yang minimal. Sementara, pada luka yang tidak direkatkan atau luka terbuka misalnya karena terinfeksi, maka penyembuhan luka yang terjadi adalah penyembuhan luka sekunder yang lebih lambat dan diawali dengan pertumbuhan jaringan granulasi untuk menggantikan jaringan yang hilang atau rusak. Umumnya bekas luka yang terjadi setelah proses penyembuhan sekunder lebih besar. Proses Penyembuhan Luka Pasca Operasi Apabila proses penyembuhan terganggu, maka dapat mengakibatkan penyembuhan luka yang terlambat hingga infeksi pada daerah luka operasi yang ditandai dengan adanya pengeluaran sekret dari luka. Pengeluaran sekret ini dapat berupa cairan serous kekuningan, darah, hingga nanah. Apabila Anda melihat kasa penutup luka operasi berubah warna, segeralah kembali ke dokter untuk memeriksakan keadaan luka operasi Anda. Adapun ada beberapa faktor yang memengaruhi penyembuhan luka, diantaranya faktor hygiene pasien, faktor gizi, dan faktor penyakit penyerta. Penting bagi pasien pasca operasi menjaga kebersihan daerah luka dan sekitarnya. Apabila luka ditutup dengan perban anti air, maka pasien diharuskan saat mandi untuk membersihkan daerah sekitar luka, namun jika perban yang digunakan bukan anti air, maka pertimbangkan untuk menutupinya dengan plastik agar tidak basah. Umumnya luka di daerah kulit akan menutup kembali dalam 3-7 hari. Artinya setelah 7 hari, seharusnya jahitan sudah dapat dilepas dan luka tidak perlu ditutup dengan kasa lagi. Pentingnya Protein untuk Penyembuhan Luka Operasi Seperti yang telah disebutkan di atas, dalam proses pembangunan jaringan baru, dibutuhkan protein. Sama seperti membangun sebuah rumah, jika Anda hanya menyusun bata untuk dinding rumah tanpa direkatkan menggunakan semen, maka saat angin bertiup kencang batu bata tersebut akan jatuh berserakan. Demikian pula dengan jaringan baru yang terbentuk tanpa disertai dengan asupan protein yang cukup. Pada pasien-pasien yang mendapatkan pantangan tidak boleh makan daging, ikan, dan telur setelah operasi, seringkali didapati luka operasi lebih lama sembuhnya. Oleh karena itu penting untuk mengonsumsi protein yang cukup setelah operasi, seperti daging, ikan dan telur, kecuali jika alergi dengan bahan makanan tersebut. Anda dapat menggantinya dengan protein nabati, seperti tahu dan tempe. Selain itu, perlu diketahui pula penyakit penyerta yang mungkin dapat mengganggu proses penyembuhan, seperti darah tinggi, kencing manis, dan anemia. Apabila tidak diatasi, maka seringkali luka tidak dapat menyembuh dengan baik. Ingat, demam, nyeri, pembengkakan, dan keluarnya cairan adalah tanda gangguan penyembuhan luka. Segeralah kembali kedokter Anda jika menemukan salah satu tanda tersebut. Selain itu, mobilisasi aktif juga diperlukan untuk mempercepat hilangnya nyeri dan penyembuhan luka, jadi jangan malas bergerak ya!