Sering berpergian lintas negara dengan pesawat? Sudah bisa dipastikan jetlag adalah ‘musuh’ utama Anda, terutama jika perjalanan yang dilewati adalah lintas benua yang melewati banyak perbedaan zona waktu. Sejatinya, jet lag adalah hasil dari adanya gangguan pada jam internal tubuh. Jam biologis yang mendorong ritme sirkadian (kapan seseorang tidur dan bangun tidur) akan dipengaruhi oleh hormon melatonin. Nah, ketika terbang ke zona waktu yang berbeda, jam biologis tubuh kita pun mengalami disinkronisasi.

Gejala Jetlag

Biasanya, ketika berpergian dalam rentan waktu singkat dan harus melewati perbedaan zona waktu akan menimbulkan gejala-gejala jetlag. Umumnya, gejala jetlag akan membaik dalam waktu satu hingga dua hari, tergantung pada kecepatan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru. Gejala-gejala jetlag yang bisa Anda alami adalah seperti berikut:
  • Merasa lelah dan seperti kehabisan banyak energi
  • Merasa tidak enak badan
  • Gangguan tidur, seperti insomnia, tidur secara berlebihan, atau bangun terlalu cepat
  • Gangguan pencernaan
  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan muntah
  • Cemas dan murah marah
  • Kebingungan dan sulit berkonsentrasi
  • Pusing dan sakit kepala
  • Otot dan tulang terasa nyeri

Cara Terbaik Mengatasi Jet Lag

Cara terbaik untuk mengatasi jet lag adalah dengan membatasi paparan cahaya dalam waktu tertentu, istirahat, serta makan yang cukup, dan jika diperlukan gunakan suplemen yang mengandung melatonin dalam jumlah yang sangat sedikit. Tetapi suplemen dengan kandungan melatonin, belum tentu tersedia di setiap negara. Untuk itu, tidak ada salahnya jika Anda selalu menyediakan suplemen ini di dalam tas Anda sebagai cara mengatasi jetlag. Namun, bagi orang dengan epilepsi atau yang mengonsumsi obat pembekuan darah tidak disarankan untuk mengonsumsinya. Langkah-langkah tersebut digunakan sebagai strategi mempercepat penyesuaian jam bilogis tubuh terhadap zona waktu yang baru. Menurut Stuart Peirson dari Nuffield Laboratorium of Ophthalmology di Oxford University. ada induk dari jam biologis di hipotalamus yang disebut suprachiasmatic nuclei (SCN). "Mekanismenya tergantung dari apa yang disebut gen jam tubuh berbentuk neuron dalam SCN. Gen ini juga mengubah perilaku organisme dalam 24 jam baik pada lalat, tikus, atau manusia," kata Peirson. Peirson mengatakan cahaya bisa mengubah gen jam tubuh pada SCN. Tetapi, secara alamiah, ada protein yang disebut SIK1 yang diaktifkan oleh cahaya dan secara aktif mencegah pergeseran jam tubuh ketika seseorang berada di zona waktu yang berbeda. Jadi tidak perlu bingung lagi sekarang bagaimana caranya mengatasi jetlag, jika Anda hendak berpergian lintas benua. Jangan sampai jetlag membatasi ruang gerak Anda untuk menjelajahi dunia. Sudah siap untuk trip berikutnya?