Penyakit

Adenoiditis (Radang Kelenjar Adenoid)

 pressfoto/freepik

 

Adenoid merupakan jaringan limfatik di area tenggorokan dan mirip amandel. Jaringan ini menyimpan sel darah putih dan bertugas sebagai antibodi untuk melawan infeksi, terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Karena letaknya tersembunyi di belakang hidung, adenoid tidak terlihat tanpa alat bantu kaca mulut. Seiring dengan semakin matangnya sistem kekebalan tubuh lainnya, ukuran adenoid biasanya akan mengecil dengan sendirinya.

Adenoid dapat terinfeksi virus dan bakteri, yang dikenal dengan adenoiditis. Adenoiditis umumnya terjadi pada anak-anak dan biasanya terjadi bersamaan dengan infeksi amandel (tonsilitis). Adenoiditis yang berat dan kronis dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi telinga tengah, infeksi sinus (sinusitis), infeksi paru-paru (pneumonia), serta bronkitis.

 

pressfoto/freepik 

 

Ada beberapa cara agar Anda terhindari dari adenoiditis, yaitu:

  1. Mengonsumsi makanan bergizi.

  2. Banyak minum air putih untuk membersihkan dan melembapkan tenggorokan.

  3. Beristirahat dengan cukup.

  4. Berkumur setelah makan atau minum minuman yang manis untuk membersihkan tenggorokan.

  5. Selalu menjaga kebersihan diri.

 

pressfoto/freepik 

 

Gejala yang ditimbulkan ketika seseorang terserang adenoiditis ialah demam, adenoid membengkak, nyeri pada tenggorokan dan telinga, serta pembesaran kelenjar getah bening di leher. Penderita juga akan menunjukkan gejala flu, misalnya hidung tersumbat, suara terdengar bindeng, dan mengalami kesulitan napas, sehingga harus bernapas lewat mulut. Selain itu, penderita akan mengalami kesulitan tidur, apnea tidur, maupun mendengkur.

 

pressfoto/freepik 

 

Ada beberapa virus yang dapat menyebabkan terjadinya adenoiditis, seperti virus Epstein-Barr, adenovirus, dan rhinovirus. Beberapa bakteri juga dapat mengakibatkan masalah ini, di antaranya bakteri Haemophilus influenzae serta Streptococcus. Selain itu, faktor-faktor risiko tertentu bisa membuat seseorang rentan terhadap infeksi ini, contohnya seseorang yang mengalami infeksi pada tenggorokan, leher, atau kepala berulang, infeksi pada amandel (tonsil), serta kontak dengan kuman dari udara.

 

pressfoto/freepik 

 

Jika Anda menunjukkan gejala-gejala terkena adenoiditis, dokter spesialis THT akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek di mana lokasi infeksi. Dokter juga akan memberikan beberapa pertanyaan seputar riwayat kesehatan keluarga. Serangkaian tes lain untuk memastikan infeksi ini antara lain dengan melakukan swab tenggorokan untuk mengambil sampel organisme, pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyebab infeksi, X-ray kepala dan leher untuk menentukan ukuran adenoid dan luasnya area infeksi, serta endoskopi serat optik.

 

 

pressfoto/freepik 

 

Adenoiditis diobati dengan antibiotik, analgesik dan antipiretik. Namun, ada kalanya diperlukan pembedahan (adenoidektomi) pada kasus yang sering kambuh atau ada gangguan napas yang kronis. Jika adenoiditis disebabkan oleh virus, maka infeksi dapat sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan antibiotik. Pemulihan biasanya memakan waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan bila adenoiditis disebabkan oleh bakteri, diperlukan antibiotik untuk membantu penyembuhan. Lambat laun, sistem pernapasan dan menelan akan membaik jika obat-obatan dikonsumsi secara teratur.

 

Rekomendasi Artikel

Hipertiroid Bukan Penyakit Menular namun Bisa Mengancam Jiwa

Hipertiroid Bukan Penyakit Menular namun Bisa Mengancam Jiwa

Putri saya divonis menderita hipertirod atau kada hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh hingga mengganggu metabolisme.

Tati Suherman

20 June 2017

Muncul Benjolan Sebesar Jeruk di Leher Kanan

Muncul Benjolan Sebesar Jeruk di Leher Kanan

Saya mengalami bengkak di leher sebelah kanan sebesar telur puyuh. Benjolan di leher akhirnya dioperasi oleh dokter.

Muzammil Zamil

04 April 2017

Direktori

    Proses...