Melihat fenomena “peredaran obat palsu” saat ini memang membuat resah. Pasalnya, kegiatan pembuatan dan penjualan obat illegal tersebut ternyata telah terjadi kurang lebih 5 tahun. Saat kasus ini terbongkar, barulah kita menyadari pentingnya ketelitian sebelum menggunakan suatu produk kesehatan. Jangan sampai ternyata kita pun telah mengonsumsi obat palsu secara tidak langsung. Untuk itu Anda wajib mengetahui 5 hal tentang obat palsu;

Apa itu obat palsu?

Sesuai dengan namanya, obat ini mengandung bahan-bahan yang tidak sesuai dengan aturannya. Namun, didesain dan dibungkus seperti obat asli. Dampaknya tentu saja dapat merugikan konsumen terlebih pada penderita penyakit kronis.

Apa dampak negatif obat palsu?

Tentu saja obat palsu tidak membawa dampak baik bagi kesehatan. Dapatkah Anda bayangkan jika yang mengonsumsi obat ini adalah pasien penyakit kronis? Beberapa penelitian menemukan jika obat palsu terbuat dari tepung dan zat-zat berbahaya yang tak diketahui kandungannya. Pasien penyakit kronis tentu membutuhkan penanganan yang intensif. Sehingga, jika mengonsumsi obat palsu akan membawa dampak pada kematian. Lalu bagaimana dengan pasien penyakit ringan seperti flu? Efek samping pasti akan terjadi, salah satunya yaitu alergi pada kulit sebagai bentuk reaksi tubuh akan zat berbahaya tersebut.

Mengapa obat palsu berisiko pada kualitas kesehatan?

  • Obat palsu mengandung zat-zat yang berbahaya
  • Mengandung zat aktif palsu yang akan berdampak pada kesehatan
  • Mengandung komposisi zat aktif yang tidak sesuai
  • Terbungkus dari pelapis obat palsu, sehingga proses pengobatan akan semakin lama

Bagaimana penampilan obat palsu?

Ini adalah poin penting yang wajib Anda ketahui, sebab hingga saat ini belum ada kepastian untuk membedakan obat palsu dengan yang asli secara kasat mata. Berikut adalah ciri-ciri umumnya :
  • Memiliki warna, bau, dan rasa yang aneh
  • Memiliki struktur yang rapuh atau mudah terbelah
  • Terbungkus dalam kemasan yang tidak baik, atau terdapat label yang tidak sesuai dengan produksi pabrik
  • Harganya sangat murah, bahkan lebih murah dibanding rata-rata harga obat secara umum

Bagaimana cara menghindari obat palsu?

Tak dipungkiri, menentukan obat yang bersifat asli memang tidak mudah. Untuk mendapatkan keakuratan saja harus dilakukan uji laboratorium yang memiliki proses rumit. Lalu bagaimana cara cepat untuk mencegah mengonsumsi obat-obat palsu yang tengah berjamur ini?
  • Pastikan untuk membeli obat dari sumber yang resmi, misalnya apotek yang telah dianjurkan dokter dan memiliki reputasi yang jelas.
  • Berhati-hatilah saat membeli obat atau produk kesehatan melalui internet. Apabila Anda memilih (baik secara terpaksa maupun tidak) untuk membelinya melalui online, maka cermati toko obat online tersebut. Pastikan jika toko tersebut memiliki Verified Internet Pharmacy Practice Sites (VIPPS) atau tanda resmi dari pemerintah.
  • Kemudian, saat Anda telah menerima obat atau produk yang telah dibeli melalui online, cermati penampilan pembungkusnya terlebih dulu. Pastikan jika masih terbungkus rapi dan tidak memiliki perubahan bentuk. Setelah itu, perhatikan penampilan dari produk itu sendiri. Jangan konsumsi jika menurut Anda mencurigakan.
Dengan merebaknya peredaran obat palsu ini seharusnya bisa membuat masyarakat bisa lebih waspada lagi dalam memilih obat yang akan dikonsumsi dan tentunya bisa menghindari obat palsu ini. Jangan sampai keinginan Anda untuk bisa sembuh dari penyakit justru menjadi lebih parah lagi karena penggunaan obat palsu. Jika ada keanehan pada obat yang Anda beli, jangan ragu untuk segera menanyakannya pada dokter atau apoteker Anda.