Cuci tangan sering kali dipromosikan oleh berbagai lembaga kesehatan agar jadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Memang cuci tangan memiliki efek positif yang baik, yaitu pencegahan penyakit menular yang efektif. Cuci tangan direkomendasikan untuk dilakukan sebelum dan setelah dari kamar mandi, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan orang lain. Saran yang diberikan adalah melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau secara praktisnya dapat menggunakan hand sanitizer. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya cuci tangan yang merupakan hal penting untuk menjaga kebersihan diri, cara mengeringkan cuci tangan pun ternyata memberikan efek yang berbeda.

Mengeringkan Tangan dengan Jet Air Dryers

Tempat umum yang sering kali kita datangi, terutama di kota besar, adalah pusat perbelanjaan/mal. Seringkali toilet di pusat perbelanjaan, terutama di ibukota, memiliki alat pengering tangan yang lebih canggih, berupa jet air dryers. Selain menyediakan alat pengering tangan ini, biasanya disediakan juga kertas tissue sehingga kita dapat memilih untuk menggunakan kedua alat itu untuk mengeringkan tangan. Saya sendiri seringkali menggunakan jet air dryer setelah mencuci tangan, dengan pertimbangan menghemat penggunaan tisu. Namun belum lama ini, teman saya menegur saya untuk menghindari penggunaan jet air dryer  tersebut. “Malah lebih kotor.” Katanya. Namun saya belum mempercayai hal tersebut, maklum, dengan latar belakang anak kedokteran, segala sesuatu harus ada evidence basednya. Sampai suatu hari saya membaca suatu artikel yang membandingkan teknik mengeringkan tangan yang dinilai dari berbagai faktor. Artikel yang menarik, pikir saya, khususnya untuk pusat perbelanjaan di kota besar, ketika berbagai cara untuk mengeringkan tangan tersedia.

Faktor yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengeringkan Tangan

Jadi banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam artikel tersebut, antara lain seberapa kering tangan setelah teknik pengeringan tersebut, jumlah bakteri yang ada akibat penggunaan teknik pengeringan tangan tersebut, faktor ekonomi dan lingkungan, dan faktor kemudahannya.
  • Keringnya tangan dengan menggunakan tisu dapat dicapai dalam 10 detik. Apabila menggunakan hot air dryers harusnya dapat dicapai lebih cepat dari 10 detik.
  • Jika dibandingkan dengan jumlah bakteri yang ada, teknik mengeringkan tangan yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan tisu. Menggunakan jet air dryer dikatakan dapat meningkatkan jumlah bakteri, apalagi jika kita mengeringkannya dengan cara menggosokkan kedua tangan kita (yang biasa kita lakukan untuk mempercepat proses pengeringan tersebut). Hal ini dapat menyebabkan perpindahan bakteri
  • Penggunaan tisu dapat merugikan lingkungan, sehingga disarankan menggunakan handuk tangan, namun perlu diperhatikan bahwa penggunaan handuk ini terus-menerus dapat menjadi tempat pertumbuhan bakteri. Apabila handuk tersebut digunakan sekali pakai, dapat dibayangkan jumlah air yang digunakan untuk mencuci semuanya. Sehingga dari sisi lingkungan, jet air dryer lebih unggul.
Jadi setelah pertimbangan-pertimbangan yang diberikan, diharapkan teman-teman dapat menjadi lebih bijak untuk menentukan pilihanmu setelah mencuci tangan. Ingin menggunakan tisu atau jet air dryer? Your choice!