Pasangan suami istri yang memiliki kesulitan untuk memiliki anak mungkin bisa mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama kadar gula darah. Mengapa? karena ternyata diabetes merupakan salah satu faktor penyebab ketidaksuburan dan berbagai gangguan seksual, baik bagi pria maupun wanita

 

Tahukah Kamu bahwa di Amerika saja, terdapat 200.000 orang setiap tahunnya yang didiagnosis mengidap diabetes tipe 2 menurut American Diabetes Assosiaton. Tidak hanya di Amerika, di Indonesia sendiri diabetes masih banyak ditemui. Melihat data tersebut, diabetes bisa dikatakan penyakit yang cukup umum untuk diderita, terutama oleh orang dewasa. Karenanya, diabetes mungkin saja menjadi dalang dibalik sulitnya proses pembuahan.

 

Baik wanita maupun pria sama-sama bisa mengalami penurunan fungsi seksual yang disebabkan oleh diabetes. Terutama pada pria, diabetes dapat menyebabkan berbagai gangguan seksual yang dapat mengurangi peluang kehamilan dan mempengaruhi kualitas sperma. Hal ini tentunya dapat menjadi pria pengidap diabetes menjadi tidak subur. Gangguan seksual dan kesuburan pada pria yang bisa disebabkan karena diabetes yaitu:

 

Disfungsi ereksi (erectile dysfunction)

Gangguan ini merupakan gangguan fungsi seksual yang cukup umum dialami pada pria dengan diabetes. Disfungsi ereksi merupakan kesulitan atau ketidakmampuan dalam menjaga ereksi selama berhubungan seksual, terutama disebabkan karena kerusakan saraf dan kurangnya sirkulasi darah. Peningkatan resikodisfungsi ereksi dikaitkan dengan tingginya kadar gula darah, tekanan darah, dan kolestrol, dimana semua gejala ini umum ditemui pada penderita diabetes.

 

Ejakulasi tertunda (retarded ejaculation/delayed ejaculation)

Penundaan atau gangguan ejakulasi merujuk pada kesulitan untuk mencapai ejakulasi pada pria. Gangguan ini dapat disebabkan karena kurangnya sensitivitas saraf, usia, masalah psikologis, serta pengobatan tertentu.

 

Ejakulasi terbalik (retrogade ejaculation)

Menjelang ejakulasi, biasanya saraf akan mengontrol otot kandung kemih agar menutup dan sperma bisa keluar melalui uretra. Ketika saraf kehilangan kemampuannya untuk mengontrol otot kandung kemih, sperma malah akan masuk ke dalam kandung kemih dan bukan keluar dari penis. Hal ini dinamakan dengan ejakulasi terbalik atau retrogade ejaculation. Diabetes, operasi pada prostat atau uretra, dan beberapa pengobatan tertentu seperti pengobatan darah tinggi) merupakan penyebab retrogade ejaculation.

 

 Kerusakan DNA

Hal terpenting dari dampak diabetes terhadap kesuburan pria yaitu rusaknya DNA. Penelitian oleh Dr. Ishola Agbaje dari Reproducitive Research Group di Queen's University, Belfast membuktikan bahwa diabetes dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sperma yang dapat menghambat kehamilan bayi yang sehat. Penelitian tersebut menemukan bahwa:

- Pria dengan diabetes memiliki kadar semen yang lebih rendah dibanding pria sehat (2.6 ml dibanding 3.3 ml)

- Pria dengan diabetes memiliki kandungan nuclear DNA (nDNA) pada sperma yang lebih tinggi (52% dibanding 32%)

- Pria dengan diabetes mengalami kehilangan mitochondrial DNA yang lebih banyak

Singkatnya, hal-hal tersebut membuat pria dengan diabetes kesulitan membuahi pasangannya, serta meningkatkan resiko untuk terjadi keguguran atau cacat pada bayi pun meningkat. Penelitian juga menemukan bahwa diabetes dapat mengurangi kualitas spema tetapi tidak mempengaruhi pergerakan sperma untuk membuahi sel telur.

 

Banyak sekali ternyata pengaruh diabetes terhadap fungsi seksual. Kabar baiknya, menjaga kadar gula darah dapat menyelesaikan berbagai gangguan seksual yang diakibatkan oleh diabetes tersebut. Konsultasikan kesehatan dengan dokter spesialis endokrinologi dan kandungan jika ingin melakukan program kehamilan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Peluang memiliki anak masih tinggi tentunya dengan gaya hidup yang baik, menjaga pola makan, serta menjaga kesehatan.

 

 

Baca Juga

3 Tipe Diabetes Melitus Ini Wajib Kamu Cegah!

Mitos Seputar Diabetes, Benar atau Salah?

Nasi Kemarin Baik bagi Penderita Diabetes, Mitos atau Fakta?

Ketahui Gejala Diabetes Melitus agar Jangan Salah Langkah!