Penyakit

Osteoarthritis

Osteoarthritis (OA) atau yang dikenal juga dengan istilah pengapuran adalah suatu penyakit degeneratif yang menyerang sendi. OA merupakan tipe radang sendi serta penyebab nyeri yang sering diderita pada usia lanjut. Walaupun dapat menyerang sendi di seluruh tubuh, umumnya OA terjadi di lutut, panggul, bagian bawah punggung, leher, serta jari tangan dan jari kaki. OA terjadi ketika kartilago atau tulang rawan yang menjadi bantalan sendi mengalami degradasi atau kerusakan secara kronis. Kartilago sendiri berfungsi untuk mencegah gesekan antar tulang pada sambungan sendi. Terkikis atau rusaknya kartilago pada sendi menyebabkan sambungan tulang saling bergesekan sehingga timbul rasa nyeri.

Beberapa hal ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya osteoarthritis: menjaga berat badan ideal (mencegah obesitas), menghindari aktivitas fisik dan olahraga yang memberi beban berat pada sendi secara terus-menerus, mengurangi risiko jatuh pada usia lanjut dengan cara penerangan rumah cukup, lantai tidak licin, pegangan di dinding kamar mandi, kloset duduk, hindari undakan atau tangga, tidak ada lipatan karpet atau benda berserakan, serta mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan sendi, misalnya mengandung substansi seperti glukosamin, kondroitin, dan asam hialuronat.

Gejala paling umum pada kasus osteoarthritis adalah nyeri pada bagian sendi. Gejala lain yang terlihat antara lain: kaku sendi di pagi hari yang berdurasi  kurang dari 30 menit, krepitus (bunyi renyah yang khas pada saat menggerakkan sendi), timbulnya tonjolan tulang (osteofit) yang menekan bagian luar tulang dan akar saraf, berkurangnya kelenturan sendi, serta kekakuan otot penyokong sendi akibat kerja yang berlebihan untuk menyokong tulang.

Usia, stres mekanik, penggunaan sendi yang berlebihan, kelainan anatomi, obesitas, serta genetik merupakan faktor-faktor risiko terjadinya osteoarthritis. Faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan lecet atau cedera mekanik maupun kimiawi pada sendi, sehingga timbul degradasi kartilago yang berujung pada reaksi inflamasi, kerusakan sendi, serta timbulnya nyeri.

Diagnosis OA dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik, rontgen, serta laboratorium. Gambaran rontgen akan menunjukkan adanya osteofit atau pembesaran serta deformitas pada bagian tulang atau sendi yang terkena. Kaku sendi terjadi kurang dari 30 menit dan ada suara krepitus saat sendi digerakkan. Pada pengapuran sendi panggul, sering ditemukan hasil pemeriksaan laboratorium laju endap darah 20 mm/jam.

Edukasi pada penderita untuk menjaga kesehatan sendi sangat penting, terutama meminimalkan risiko jatuh. Penanganan lain yang dapat dilakukan antara lain dengan fisioterapi, yaitu mengurangi rasa nyeri dengan bantuan alat ultrasonik, laser, TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) atau terapi listrik, latihan lingkup gerak sendi, terapi okupasi, serta akupuntur. Pada pasien obesitas, dilakukan program penurunan berat badan untuk mengurangi beban sendi. Pasien juga dianjurkan untuk memproteksi sendi dengan cara menggunakan knee decker atau mengurangi aktivitas yang memberi beban berat pada sendi, seperti naik-turun tangga. Obat-obatan yang digunakan dalam penanganan osteoarthritis antara lain pereda nyeri seperti parasetamol, pereda nyeri yang dioleskan pada bagian sendi, obat anti radang golongan non-steroid, chondroprotective agent seperti glukosamin, kondroitin, dan asam hialuronat, sampai dengan injeksi langsung ke sendi pada beberapa kasus.

Rekomendasi Artikel

Cara Mencegah Penyakit Osteoarthritis Sejak Dini!

Cara Mencegah Penyakit Osteoarthritis Sejak Dini!

Osteoarthritis adalah penyakit yang menyerang persendian pada tulang. Bertambahnya usia menjadi penyebab umum terjadinya penyakit ini. Pengeroposan kartilago at

GueSehat

26 September 2016

Direktori

    Proses...