Berbicara pada diri sendiri tampaknya terasa aneh bagi sebagian orang. Tapi tidak bagi mereka yang sudah menjadikan hal ini sebagai kebiasaan rutin atMoau bahkan sesuatu yang refleks untuk dilakukan setiap hari, termasuk saya. Perkenalkan, saya Michele, mahasiswi universitas negeri di Depok. Jujur, saya seringkali berbicara pada diri sendiri, baik ketika merasa stres atau tengah bahagia. Bagaimana aktivitas ini dapat membantu memberikan dukungan secara positif bagi saya? Find my experience below!

Bicara di Masa-Masa Sulit dan Senang

Memang pada dasarnya, saya adalah orang yang senang untuk berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain. Tapi, bagaimana jika ada hal yang tak bisa saya ceritakan pada orang lain atau ketika saya tengah sendirian dan harus menghadapi sesuatu yang menakutkan? Ya, berbicara pada diri sendiri. I love talk to myself! Banyak studi yang menyarankan jika kita sebaiknya jangan berbicara pada diri sendiri ketika berada dalam kondisi terpuruk atau tertekan. Hal tersebut dipercaya dapat menambah pengaruh secara negatif bagi pikiran dan tubuh. Namun bagi saya, baik di saat saya membutuhkan solusi atas permasalahan tertentu atau saat saya mencapai kesuksesan dan membutuhkan penghargaan lebih, menyapa diri sendiri menjadi pilihan terbaik untuk dilakukan. Pada kenyataannya, berbicara pada diri sendiri memang tidak selalu membuahkan hasil. Saat saya bingung memutuskan prioritas dalam dunia pendidikan dan karier atau saat pusing memikirkan deadline, berbicara pada diri saya memang tidak selalu menghasilkan solusi atau pencerahan. Namun, setidaknya beban saya akan sedikit terangkat dan dapat memberikan self motivation serta meningkatkan kepercayaan diri. Di tengah kesibukan dan kepenatan, meluangkan waktu untuk berdiam di kamar dan berbicara mengenai apapun pada diri sendiri menjadi aktivitas yang tepat untuk memulihkan energi. Bagi saya, kesempatan untuk berdiam diri selama 5 hingga 10 menit cukup dilakukan untuk menyegarkan pikiran, mengenal lebih dalam keinginan pribadi, serta menegaskan kembali harapan dan keyakinan akan tujuan yang hendak saya capai. Ketika tidak ada orang yang bisa menenangkan atau mengerti keadaan Anda, berbicara pada diri sendiri dapat mendamaikan masalah yang tengah dipikirkan. Entah berkomunikasi dalam hati atau dengan lantang berbicara pada diri sendiri. Kebiasaan ini membawa saya untuk kembali fokus dan mempertimbangkan segala sesuatu demi kebaikan diri sendiri. Ya, hal-hal kecil yang luput sebelumnya dapat ditemukan dan menjadi dorongan besar bagi saya untuk kembali beraktivitas. Saya sarankan, Anda dapat melakukan beberapa aktivitas di bawah ini sembari berkomunikasi dengan diri sendiri:
  1. Saat sedih, tidak apa-apa jika Anda berbicara pada diri sendiri sembari menangis.
  2. Anda dapat melakukannya ketika hendak tidur di malam hari untuk menutup hari yang panjang dan melelahkan.
  3. Jika sulit untuk berbicara dengan lantang, Anda bisa menuliskan pikiran dan menanyakan pada diri sendiri apa yang terjadi dalam sebuah tulisan, gambar, atau coretan sederhana.
  4. Lakukanlah hal ini dalam keadaan yang rileks dan santai, misalnya saat berbaring di tempat tidur atau bersandar pada kursi.
  5. Anda juga bisa berbicara pada diri sendiri sembari mendengarkan lantunan musik.

Manfaat Bicara Pada Diri Sendiri

Menurut beberapa studi, meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dapat meningkatkan kesehatan mental secara signifikan. Berikut manfaat nyata dari kebiasaan tersebut:
  1. Memberikan suntikan semangat dan penghargaan saat Anda tidak dapat menangani masalah atau tengah menemui kegagalan.
  2. Memberikan dorongan positif lebih ketika Anda memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan menemui petualangan atau pengalaman baru.
  3. Mengurangi stres, perasaan tertekan, takut, kecemasan, serta kepanikan di tengah kesibukan.
  4. Mendorong kemandirian atau kepercayaan diri (positive thinking) serta menambah kenyamanan dan perasaan mencintai diri sendiri.
  5. Melatih kemampuan refleksi diri dan evaluasi.
  6. Membantu memahami keadaan dengan lebih baik, termasuk menemukan solusi atas permasalahan tertentu.
  7. Mengenal diri sendiri dengan lebih baik, termasuk kelemahan, kelebihan, peluang, dan ancaman.
  8. Meningkatkan memori dan ingatan jangka panjang serta konsentrasi.
Bagi Anda yang belum pernah mencoba, tak ada salahnya untuk ikut meluangkan waktu Anda dan berbicara pada diri sendiri. Sedangkan bagi Anda yang sudah menjadikannya sebagai kebiasaan rutin, tetap jaga pikiran yang terbuka agar Anda dapat memaksimalkan waktu serta keadaan untuk membantu diri sendiri. Love yourself, love your health!