Meningkatnya angka penyakit kronis, bertambahnya populasi lanjut usia, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin kompleks menjadikan inovasi bedah semakin penting.
Melalui pengembangan layanan robotik di berbagai kota di Indonesia, masyarakat dapat mengakses teknologi bedah modern berstandar global, sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri, sekaligus mendukung pemulihan yang lebih optimal dan kualitas hidup yang lebih baik.
Bedah robotik adalah prosedur operasi modern yang menggunakan lengan robot untuk membantu dokter bedah melakukan tindakan medis. Meskipun dikendalikan oleh mesin, operasi tetap dilakukan sepenuhnya oleh dokter ahli, bukan robot.
Dalam beberapa tahun terakhir, bedah robotik terus dikembangkan di beberapa rumah sakit di Indonesia. Salah satu yang cukup serius mengembangkan layanan bedah robotik adalah Siloam International Hospitals.
Manfaat dan Keunggulan Bedah Robotik
Bedah robotik lebih dari sekadar menghadirkan teknologi. Untuk menghadirkan layanan ini juga diperlukan kompetensi dokter, tata kelola klinis yang kuat, pemanfaatan data dan penelitian untuk mengukur luaran pasien, serta kolaborasi dengan berbagai pusat unggulan dunia.
Melalui pendekatan ini, setiap inovasi diarahkan untuk memberikan manfaat nyata berupa tindakan yang lebih presisi, lebih aman, pemulihan yang lebih cepat, dan hasil klinis yang lebih baik.
Perkembangan tersebut sejalan dengan semakin kuatnya bukti ilmiah mengenai manfaat bedah robotik. Studi menunjukkan bahwa teknologi ini memungkinkan sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, masa rawat inap yang lebih singkat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan pendekatan konvensional.
Pada penggunaan sistem bedah robotik Da Vinci Xi, penelitian menunjukkan lama rawat inap hampir dua hari lebih singkat, risiko komplikasi pascaoperasi 44% lebih rendah, dan risiko kematian dalam 30 hari hingga 46% lebih rendah.
Dibandingkan laparoskopi konvensional, Da Vinci Xi juga menurunkan risiko konversi ke bedah terbuka sebesar 56% dan komplikasi pascaoperasi sebesar 10%. Dengan tingkat presisi yang semakin tinggi, bedah robotik juga membantu dokter menangani kasus-kasus kompleks dengan akurasi yang lebih baik sehingga mendukung pemulihan pasien dan peningkatan kualitas hidup.
Layanan Bedah Robotik dari Berbagai Multidisiplin
Dalam waktu setahun terakhir, Siloam sudah mengembangkan layanan layanan bedah robotik di berbagai disiplin, termasuk ortopedi, urologi, bedah digestif, dan neurologi sudah dikembangkan Siloam. Ada tujuh sistem robotik yang beroperasi di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar.
Di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, ada Center of Robotic & Minimally Invasive Surgery, pusat unggulan untuk layanan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan bedah robotik lintas disiplin. Rumah sakit ini telah melakukan lebih dari 100 prosedur bedah robotik sejak mengoperasikan sistem Da Vinci Xi pada 2025, mencakup berbagai prosedur di bidang ortopedi, urologi, bedah digestif, dan spesialisasi lainnya.
"Dalam satu tahun terakhir, kami tidak hanya menghadirkan teknologi bedah robotik, tetapi membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi pasien. Hal ini mencakup investasi pada pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis, penelitian, dan budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa transformasi layanan kesehatan terjadi ketika inovasi diterapkan secara bertanggung jawab dan konsisten menghasilkan luaran klinis yang lebih baik,” jelas Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals dalam acara Siloam Robotic Summit 2026.
Acara ini menghadirkan lebih dari 30 ahli bedah, dokter spesialis, akademisi, dan pakar teknologi medis dari dalam maupun luar negeri.
Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Yanti Herman, SH, MH.Kes menyampaikan, "Inovasi bedah robotik tidak hanya mendorong kemajuan praktik bedah modern, tetapi juga memperkuat kapabilitas sistem kesehatan nasional agar masyarakat dapat mengakses layanan berstandar global lebih dekat dengan rumah. Pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Robotic Summit 2026 sebagai upaya memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan dan hasil klinis pasien di Indonesia.”
Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer, Siloam International Hospitals menjelaskan, berdasarkan evaluasi klinis internal Siloam, pemanfaatan bedah robotik menunjukkan manfaat yang terukur dalam aspek presisi, keselamatan, dan pemulihan pasien.
Ia mencontohkan, melalui Siloam Knee Arthroplasty Registry yang membandingkan operasi lutut robotik dan konvensional dari empat rumah sakit Siloam, ditemukan tingkat keamanan yang setara, dengan 0% readmisi 30 hari dan 0% infeksi pada kedua kelompok. Namun, pasien yang menjalani prosedur robotik menunjukkan pemulihan lebih cepat dengan rata-rata lama rawat inap 4,5 hari dibandingkan 6,2 hari pada prosedur konvensional.
“Dari sisi presisi, hampir seluruh prosedur robotik yang dievaluasi mencapai target keseimbangan sendi lutut sesuai rencana operasi. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian internasional yang menunjukkan bahwa teknologi robotik mendukung tingkat presisi yang tinggi dalam operasi penggantian sendi lutut,” ungkapnya.
