Nama Paten :
Baquinor, Bernoflox, Bimaflox, Bufacipro, Ciflos, Cifloxan, Ciprec, Ciprofloxacin Fresenius, Ciprofloxacin Hexpharm, Ciprolex, Ciproxin, Ciproxin Xr, Civell, Coroflox, Corsacin, Cyloam, Cyrox-500, Duflomex, Etacin, Fimoflox, Floksid, Floxbio, Floxifar, Floxigra 500, Girabloc, Hufaflox, Jayacin, Kifarox, Lapiflox, Licoprox, Meflosin, Mensipox, Miraflox 500, Novaflox, Omeproksil, Phaproxin, Poncoflox, Proxitor, Qinox, Quidex, Quincin, Renator, Rindiflox, Samquinor, Scanax, Siflox, Simflox, Spesidal, Taprocin, Tequinol, Vioquin, Volinol, Wiaflox, Ximex, Cylowam Ximex, Cylowam Zeniflox, Zumaflox.
(ISO vol. 50)
Penggunaan
Ciprofloxacin adalah sejenis antibiotik yang digunakan untuk mengobati beberapa infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati orang yang terkena penyakit antraks atau beberapa jenis dari plak.
Cara Kerja Obat
Ciprofloxacin merupakan antibiotik golongan kuinolon. Obat ini bekerja melawan bakteri dalam tubuh.
Efek Samping
Setiap obat pasti punya efek samping yang tidak diinginkan. Untuk ciprofloxacin, efek sampingnya terbagi menjadi tiga, yaitu efek samping yang sering terjadi, efek samping yang jarang, dan efek samping yang tidak terduga. Untuk efek samping yang sering terjadi adalah diare.
Sementara itu, efek samping ciprofloxacin yang jarang terjadi diantaranya, feses berdarah, rasa terbakar, kesemutan, gatal-gatal, perubahan warna kulit, perubahan warna urin, nyeri dada, dada terasa sesak, demam atau menggigil, kebingungan, telinga berdengung, batuk darah, dan kepala pening. Efek yang tidak terduga dari obat ini antara lain, asam lambung naik, kulit terkelupas, nyeri tulang, jari dan telapak tangan biru, kesulitan bernapas, penglihatan ganda, dan timbul perasaan tidak nyaman.
Pemakaian Obat
Dalam menentukan pemakaian obat, risiko dan keuntungannya harus ditimbang dan diperhatikan dengan matang. Ciproflxacin dapat digunakan sebelum atau sesudah makan. Namun, obat ini harus digunakan pada jam yang sama setiap harinya.
Jangan menggerus, mengunyah, atau memecahkan ciprofloxacin dalam bentuk tablet lepas lambat. Minumlah tablet secara utuh. Penggunaan obat ini harus sesuai dengan waktu pengobatan yang sudah dianjurkan.
Gejala infeksi dapat terlihat membaik walaupun sumber infeksi belum sepenuhnya terobati, jadi perlu diwaspadai. Melewatkan atau berhenti menggunakan ciprofloxacin akan meningkatkan risiko infeksi atau bakteri menjadi kebal terhadap obat ini.
Obat ini tidak dapat mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu dan pilek. Untuk wanita hamil dan wanita menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. Simpan ciporofloxacin pada suhu ruangan dan jauhkan dari tempat panas dan lembab.
Dosis
Dosis ciprofloxacin pada setiap pasien bisa berbeda-beda. Ikuti instruksi dokter dan label obat. Informasi berikut menjelaskan tentang dosis rata-rata dari obat ini. Kalau dosis yang sudah diberikan dokter kepada Kamu berbeda, jangan mengubahnya kecuali jika dokter yang memerintahkan.
Jumlah dosis ciprofloxacin yang diberikan tergantung dari kekuatan obat ini. Selain itu, jumlah dosis yang Kamu gunakan setiap hari, jarak waktu antara penggunaan obat, dan seberapa lama obat harus digunakan, tergantung dari masalah medis yang Kamu alami.
1. Untuk terapi infeksi saluran nafas bagian bawah, saluran nafas bagian atas, dan infeksi kulit dan jaringan lunak, dosisnya 500-750 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 7-14 hari.
2. Untuk terapi peradangan pada telinga luar, dosisnya 750 miligram sebanyak 2 kalir sehari selama 28 hari sampai 3 bulan.
3. Untuk terapi peradangan kandung kemih tanpa komplikasi, dosisnya 250-500 miligram selama 3 hari. Untuk dosis pada wanita sebelum menopause sekitar 500 miligram dalam dosis tunggal. Dengan komplikasi dosisnya 500 miligram sebanyak 2 kali selama 7 hari.
4. Untuk terapi pielonefritis (radang ginjal), dosis tanpa komplikasi adalah 500 miligram sebanyak 2 kalir sehari selama 7 hari. Dengan komplikasi dosisnya 500-750 miligram sebanyak 2 kali sehari selama kurang lebih 10 hari, dapat dilanjutkan selama lebih dari 21 hari.
5. Untuk terapi prostatitis (peradangan pada prostat), dosisnya 500-750 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 2-4 minggu (akut) atau 4-6 minggu (kronis).
6, Untuk terapi infeksi uretra dan radang pada serviks, jumlahnya 500 miligram dalam dosis tunggal.
7. Untuk terapi peradangan pada tulang panggul, dosisnya 500-750 miligram sebanyak 2 kali sehari selama kurang lebih 14 hari.
8. Untuk mengobati dan mencegah infeksi paska terpapar bakteri antraks: dosisnya 500 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 60 hari.
9. Untuk terapi infeksi tulang dan sendi, dosisnya 500-750 miligram sebanyak 2 kali sehari sampai maksimal 3 bulan.
10. Untuk terapi diare, dosisnya 500 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 1-5 hari tergantung dari keparahan dan kematangan infeksi.
11. Untuk terapi demam tifoid, dosisnya 500 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari.
12. Untuk terapi infeksi rongga perut, dosisnya 500-750 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 5-14 hari.
Dalam bentuk injeksi:
1) Untuk terapi infeksi saluran nafas bagian bawah dan saluran nafas bagian atas, serta infeksi kulit dan jaringan lunak: dosisnya 400 miligram sebanyak 2 kali sehari atau 3 kal sehar selama 7-14 hari.
2) Untuk terapi komplikasi saluran nafas bagian atas: dosisnya 200-400 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 7-14 hari.
3) Untuk terapi peradangan kandung kemih: dosisnya 400 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 28 hari.
4) Untuk pengobatan dan pencegahan infeksi paska terpapar bakteri antraks: dosisnya 400 miligram sebanyak 2 kali sehari selama 60 hari.
5) Untuk terapi infeksi tulang dan sendi: dosisnya 400 miligram sebanyak 2 kali sehari atau 3 kali sehari selama 4-12 minggu. Semua dosis dimasukkan melalui infus selama 60 menit.
Dalam bentuk sediaan untuk mata:
1) Untuk terapi infeksi pada mata: dalam larutan 0.3%: teteskan 1 atau 2 tetes pada mata yang terinfeksi sebanyak 4 kali sehari. Untuk infeksi berat, teteskan 1 atau 2 tetes setiap 2 jam saat bangun tidur di hari pertama atau kedua. Durasi maksimalnya adalah 21 hari. Dalam bentuk salep mata, oleskan 1.27 cm sebanyak 3 kali sehari selama 2 hari, kemudian 3 kali sehari selama 5 hari.
2) Untuk terapi luka pada kornea akibat bakteri: dalam bentuk larutan 0.3%: Hari pertama, teteskan 2 tetes pada mata yang sakit setiap 15 menit pada 6 jam pertama, kemudian 2 tetes setiap 30 menit setelahnya. Hari kedua, teteskan 2 tetes setiap jam. Hari ke 3-14, teteskan 2 tetes setiap 4 jam. Maksimal durasinya 21 hari.
Dalam bentuk sediaan untuk telinga: teteskan 0.25 ml ke telinga yang sakit setiap 12 jam selama 7 hari.
Interaksi
Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Informasi ini tidak mencakup semua interaksi obat terhadap ciprofloxacin. Oleh sebab itu, sebaiknya informasikan dokter tentang obat apa saja yang sedang Kamu gunakan, sebelum menggunakan ciprofloxacin.
Menggunakan ciprofloxacin bersama dengan obat apapun yang diinformasikan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, namun bisa saja dibutuhkan pada beberapa kasus. Kalau dokter memberikan dua obat secara bersamaan, biasanya dosis salah satu obat diubah atau frekuensi penggunaannya yang diubah, supaya kedua obat bisa bekerja dengan baik.
- Ciprofloxacin dapat meningkatkan konsentrasi obat clozapine, ropinirole, dan teofilin dalam plasma darah.
- Ciprofloxacin dapat meningkatkan efek dari obat antikoagulan oral (contoh: warfarin) dan glibenklamid.
- Ciprofloxacin dapat meningkatkan efek keracunan akibat obat methotrexate.
- Probenecid dapat meningkatkan konsentrasi ciprofloxacin dalam plasma.
- Multivitamin, suplemen yang mengandung mineral besi, Zinc, dan Calsium, dan antasida yang mengandung Aluminium, magnesium atau Kalsium dapat menurunkan absorpsi dari Ciprofloxacin.
- Penggunaan Ciprofloxacin bersamaan dengan obat antiaritmia kelas IA (contoh: quinidine, prokainamide), obat antiaritmia kelas III (contoh: amiodarone, sotalol), obat antidepresan golongan trisiklik, makrolida dan antipsikotik dapat memiliki efek memperpanjang QT interval pada jantung.
- Penggunaan Ciprofloxacin bersamaan dengan kortikosteroid dapat meningkatkan resiko kerusakan tendon parah.
- Ciprofloxacin dengan obat golongan NSAID akan meningkatkan resiko stimulasi pada sistem saraf pusat.
- Ciprofloxacin dapat mengubah konsentrasi fenitoin dalam plasma darah.
Interaksi yang fatal: Ciprofloxacin dapat meningkatkan peningkatan kadar tizanidine dalam plasma darah yang dapat mengakibatkan efek hipotensi dan sedatif.
Referensi:
ISO vol. 50
mims.com: ciprofloxacin
drugs.com: ciprofloxacin