Penyakit

Cacar ular (Herpes zoster)

Herpes zoster atau shingles adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam disertai rasa sakit. Meskipun herpes zoster dapat muncul di mana saja, namun penyakit tersebut sering muncul dalam bentuk garis yang melepuh dan melingkar di sisi kiri atau kanan tubuh. Walau bukan kondisi yang mengancam jiwa, herpes zoster bisa menimbulkan rasa nyeri yang cukup kuat. Masalah ini umumnya menyerang orang yang sudah tua dan orang-orang yang memiliki sistem imun lemah, baik itu dikarenakan stres, cedera, melakukan pengobatan tertentu, atau alasan lainnya. Setelah mendapatkan pengobatan, kebanyakan orang dapat benar-benar pulih seperti sedia kala. Tetapi, ada pula sebagian orang yang akan mengalaminya kembali.

Seseorang yang sudah pernah terkena cacar air kemungkinan akan mengalami herpes zoster. Tetapi dengan melakukan vaksinasi, herpes zoster dapat dicegah atau kalaupun mengalaminya, kondisinya tidak akan separah orang-orang yang belum divaksin. Vaksin herpes zoster dikenal dengan nama Zostavax. Vaksin ini dirokemandasikan untuk usia 60 tahun ke atas, baik bagi yang sudah pernah terkena herpes zoster atau belum pernah sekalipun.

Apabila Anda belum pernah terkena cacar air, sebisa mungkin hindari terinfeksi virus yang menyebabkan masalah tersebut lalu mendapatkan vaksin varicella. Hindari pula kontak dengan penderita cacar air, sebab cairan yang berasal dari lepuhan penderita dapat menularkan masalah ini.

Jika Anda sedang mengalami herpes zoster, hindari kontak dengan orang lain, terutama dengan ibu hamil, bayi, anak, orang yang belum pernah terkena cacar air, orang yang sedang sakit, atau orang yang memiliki sistem imun lemah, sampai ruam dan lepuhan di tubuh benar-benar pulih. Mengenakan jenis pakaian yang dapat menyerap cairan dan memproteksi luka lepuhan dapat mencegah Anda menyebarkan virus kepada orang-orang di sekitar Anda.

Ketika virus yang menyebabkan cacar air aktif kembali, Anda akan mengalami herpes zoster. Gejala awal yang diderita adalah sakit kepala, sensitif terhadap cahaya, dan gejala flu, namun tanpa demam. Lalu, Anda akan mengalami:

  • Kelelahan.
  • Gatal.
  • Demam.
  • Nyeri dan terasa terbakar.
  • Sensitif terhadap sentuhan.
  • Timbul ruam kemerahan beberapa hari setelah nyeri.
  • Kulit melepuh dan timbul bintil-bintik berisi cairan.

Herpes zoster disebabkan oleh virus bernama Varicella zoster. Virus ini jugalah yang menyebabkan masalah cacar air. Setelah Anda mengalami cacar air, virus akan berada dalam bentuk tidak aktif di jaringan saraf dekat sumsum tulang belakang dan otak. Bertahun-tahun kemudian, virus dapat aktif kembali sebagai herpes zoster.

Dokter biasanya akan mengidentifikasi herpes zoster dengan melihat area ruam di area tubuh Anda. Jika diagnosis tidak cukup jelas, dokter akan melakukan serangkaian tes, dan yang paling umum adalah tes herpes, dengan mengambil sampel sel dari lepuhan. Terkadang, dokter juga akan langsung memberikan pengobatan anti-virus.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan herpes zoster. Tetapi, penanganan dini dapat membantu mempersingkat periode infeksi herpes zoster dan mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi. Penanganan yang dilakukan meliputi pemberian obat anti-virus (acyclovir), anti-nyeri, anti-depresan, antibiotik yang dioleskan ke kulit untuk menghentikan infeksi pada luka lepuhan, dan lain-lain.

 

Rekomendasi Artikel

Herpes Zoster Dapat Mengakibatkan Kematian, Mitos atau Fakta?

Herpes Zoster Dapat Mengakibatkan Kematian, Mitos atau Fakta?

Herpes Zoster atau cacar ular merupakan penyakit lanjutan dari varicella, cacar air, atau chicken pox. Seseorang harus mengalami cacar air baru mengalami ini.

Jessica Christy

21 September 2017

Jangan Salah, Herpes Simplex dan Herpes Zoster Ternyata Berbeda!

Jangan Salah, Herpes Simplex dan Herpes Zoster Ternyata Berbeda!

Keduanya memiliki nama yang sama, namun ternyata merupakan penyakit yang berbeda. Apa ya perbedaan herpes zooster dan herpes simplex?

Maria Juwita Nugraha

10 April 2017

Direktori

    Proses...