Apa itu hipokalemia? Istilah hipokalemia atau hipokalemi mungkin kurang akrab di telinga Geng Sehat. Tetapi kalau kalium atau potasium, pasti tahu kan? Ini adalah salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh kita. Hipokalemia artinya kekurangan mineral kalium atau nama lainnya potasium. Secara medis, pengertian hipokalemia sendiri adalah penurunan kadar kalium darah di bawah normal. Sebagian besar laboratorium menggunakan angka 3,5-5,5 mEq/L. Hipokalemia jangan diremehkan, karena membawa dampak kesehatan yang cukup serius.

 

Kalium merupakan elektrolit dan dibutuhkan untuk proses metabolisme di dalam tubuh. Kecukupan kalium memungkinkan jantung bekerja secara normal. Penurunan yang terlalu rendah dapat berakibat fatal bagi yang menderitanya, penderitanya akan mengalami gangguan irama jantung dan bahkan akan menyebabkan terjadinya kematian.

 

Kenapa Bisa Terjadi Hipokalemia?

Secara umum ada dua hal yang menyebabkan kenapa kalium menjadi rendah. Pertama karena asupan yang kurang, dan kedua, akibat pengeluaran kalium dari tubuh yang berlebihan. Pengeluaran kalium yang berlebihan bisa terjadi melalui muntah, diare, atau dari kencing, bahkan melalui keringat yang berlebihan. Asupan yang rendah bisa terjadi karena dalam keadaan sakit sehingga nafsu makan menjadi turun atau karena memang mengurangi makan atau karena kesibukan sehingga tidak sempat makan.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mencegah Diare
 

 

Siapa yang Berisiko Hipokalemia?

  • Pasien yang mengalami diare sampai terjadi dehidrasi berat dapat mengalami kekurangan kalium sehingga terjadi gangguan irama jantung dan dapat berakhir pada kematian. 

  • Pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit umumnya mengalami hipokalemia karena asupan yang kurang selama mengalami sakit. 

  • Pasien yang mengalami kerusakan ginjal mengakibatkan terjadi pengeluaran kalium yang berlebihan. 

  • Pasien yang minum obat-obatan yang bekerja membuat buang air kecil menjadi berlebihan misalnya diuretik. Diuretik bisa menyebabkan kadar kalium menurun karena kadar kalium keluar bersamaan dengan urine kita. Oleh karena itu pada pasien yang mendapat diuretik atau obat lain yang menyebabkan sering buang air kecil harus dibarengi dengan konsumsi suplemen kalium. 

  • Orang yang menggunakan obat pencahar juga bisa menyebabkan terjadi penurunan kalium. 

  • Pengguna obat herbal penurun berat badan yang membuat buang air kecil lebih sering.

 

Gejala Hipokalemia Bisa Ringan Hingga Berat

Pada kondisi baru terjadi penurunan kadar kalium biasanya seseorang yang mengalami hipokalemia tidak merasakan apa-apa. Di fase lanjut, ketika kadar kalium kurang dari 3 mEq/L, seseorang akan merasakan lemas dan jika terus berlanjut seseorang yang mengalami hipokalemia akan mengalami kelemahan otot serta kram otot atau baal dan sampai tidak dapat mengangkat kedua kaki bahkan kedua tangannya.

 

Kram juga bisa terjadi pada perut, perut bisa menjadi kembung bahkan jika berlanjut gerakan usus juga bisa menurun bahkan pasein bisa mengalami tidak bisa buang air besar dan tidak bisa buang angin. Pasien dengan hipokalemia juga bisa mengalami mual dan muntah yang memperburuk kondisi kekurangan kalium yang terjadi.Hipokalemia yang berlanjut dapat menyebabkan terjadi gangguan irama jantung dan jika berlanjut terus dapat terjadi henti jantung dan henti nafas.

Baca juga: 15 Cara Mudah Mencegah Risiko Penyakit Jantung

 

Cegah dari Sekarang

Hipokalemia tentu bisa dicegah dengan mengidentifikasi penyebab terjadinya kalium yang rendah. Jika sudah terdeteksi mengalami hipokalemia, solusinya adalah mengonsumsi suplemen kalium. Tetapi penyebab penurunan kalium tersebut juga harus diatasi. Misalnya karena diare atau muntah, maka diare dan muntah harus diobati agar berhenti.

 

Diare yang berlanjut akan menyebabkan terjadi dehidrasi dan terjadinya penurunan kalium, oleh karena itu selain diare yang diatasi, untuk mencegah dehidrasi dan penurunan kalium yang berlanjut harus segera diganti cairan dan elektrolit yang keluar dengan cairan pengganti cairan dan elekterolit seperti oralit. Untuk kondisi hipokalemia yang terjadi karena asupan yang kurang, selain suplementasi kalium juga harus diperbaiki dengan banyak mengonsumsi  makanan yang mengandung kalium.

Baca juga: Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Pisang?

 

Mengingat kondisi hipokalemia ini bisa terjadi sewaktu-waktu dan bisa mengganggu aktivitas Kamu, maka perhatikan diet Kamu ya, Gengs! Usahakan selalu memgosumsi makanan yang memang mengandung kalium yang tinggi terutama pada orang-orang yang mempunyai riwayat kekurangan kalium. Kecuali pada pasien yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal asupan tinggi kalium harus dicegah. (AY/WK)