Penyakit

Radang selaput otak (Viral Meningitis)

Meningitis adalah inflamasi pada meninges atau selaput yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Pembengkakan yang terjadi pada meningitis dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, demam dan leher kaku.

Sebagian besar kasus meningitis disebabkan oleh infeksi virus, namun infeksi bakteri dan jamur juga dapat menjadi penyebab meningitis. Beberapa kasus meningitis dapat sembuh dalam beberapa minggu tanpa terapi. Namun, banyak juga kasus meningitis yang mengancam nyawa dan membutuhkan terapi antibiotik sesegera mungkin bila dicurigai ada infeksi bakteri.

Bakteri dan virus yang umum menyebabkan meningitis dapat menyebar melalui batuk, bersin, berciuman, serta menggunakan peralatan makan atau sikat gigi penderita. Berikut ini tahapan untuk mencegah terjangkit meningitis:

  1. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan secara tepat, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar rumah, atau memegang binatang. Ajarkan pula kepada anak-anak sejak dini.
  2. Latih kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan, misalnya tidak berbagi minuman, makanan, sedotan, peralatan makan, lip balm, sikat gigi kepada orang lain. Ajarkan pula kepada anak-anak Anda untuk melakukan hal yang sama.
  3. Jaga sistem imun Anda dengan cukup beristirahat, rutin berolahraga, serta menerapkan pola makan sehat dengan memperbanyak mengonsumsi buah, sayur, dan biji-bijian.
  4. Pastikan Anda menutup mulut dan hidung Anda ketika bersin atau batuk.
  5. Jika Anda sedang hamil, jaga pola makan Anda. Kurangi risiko dengan mengonsumsi daging yang matang dan menghindari keju yang terbuat dari susu yang dipasteurisasi.
  6. Mendapatkan vaksin haemophilus influenzae type b (Hib), pneumococcal conjugate (PCV13), pneumococcal polysaccharide (PPSV23),dan meningococcal conjugate.

Gejala-gejala awal meningitis mirip dengan influenza. Kemudian, gejala-gejala tersebut akan semakin parah dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari. Gejala meningitis yang dialami oleh orang-orang di atas usia 2 tahun adalah demam tinggi secara tiba-tiba, leher terasa kaku, sakit kepala yang parah, lemas, mual, muntah, kebingungan, sulit berkonsentrasi, kejang, merasa mengantuk, sulit berjalan, sensitif terhadap cahaya, kehilangan nafsu makan dan minum, serta terdapat ruam pada kulit.

Sedangkan pada newborn dan bayi, gejala meningitis mencakup:

  1. Demam tinggi.
  2. Menangis terus dan sulit ditenangkan.
  3. Selalu mengantuk atau sulit dibangunkan.
  4. Malas bergerak dan terlihat lesu.
  5. Mudah marah dan rewel.
  6. Tidak mau menyusu.
  7. Terdapat benjolan di fontanel (bagian lembut di pucuk kepala bayi).
  8. Lehar dan tubuh tampak kaku.
  9. Rewel dan mudah tantrum.

Infeksi virus adalah penyebab yang paling sering terjadi pada meningitis, diikuti oleh infeksi bakteri, dan yang jarang terjadi adalah infeksi jamur. Karena infeksi bakteri dapat mengancam jiwa, maka mengidentifikasi penyebab meningitis secepat mungkin sangat penting dilakukan.

Infeksi virus biasanya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Virus yang kerap mengakibatkan meningitis ialah enterovirus nonpolio, virus gondok (mumps), virus herpes, termasuk virus Epstein-Barr, herpes virus simpleks, dan virus varicella-zoster, virus campak, virus influenza, arbovirus (menyebar melalui nyamuk dan serangga lainnya), serta virus limfositik choriomeningitis.

Pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bakteri akan masuk ke dalam aliran darah dan menuju otak serta sumsum tulang belakang. Tetapi, terkadang bakteri juga dapat langsung menyerang selaput yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Umumnya, ini terjadi ketika seseorang mengalami infeksi telinga atau sinus, keretakan pada tengkorak, atau pasca-operasi (jarang terjadi). Bakteri yang dapat mengakibat meningitis akut antara lain Streptococcus pneumoniae (pneumococcus), Neisseria meningitidis (meningococcus), Haemophilus influenzae (haemophilus), dan Listeria monocytogenes (listeria). Sedangkan infeksi jamur jarang terjadi, namun menyebabkan meningitis kronis. Gejalanya mirip dengan meningitis bakteri akut. Infeksi ini tidak menular.

Dokter akan mendiagnosis meningitis berdasarkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan serangkaian tes lain. Selama pemeriksaan, dokter akan mengecek tanda-tanda infeksi di area kepala, telinga, tenggorokan, dan kulit di sepanjang tulang belakang.

Tes yang akan dilakukan kepada orang dengan gejala meningitis meliputi:

  1. Tes laboraturium. Tes ini berfungsi untuk mengecek penyebab meningitis, apakah virus, bakteri, parasit, atau jamur. Dokter akan mengambil sampel darah, cairan dubur, feses, dan serum dari tubuh pasien.
  2. Lumbar puncture atau pungsi lumbal. Dokter akan mengambil sampel cairan serebrospinal dari dasar tulang belakang untuk memeriksa apakah terdapat virus, bakteri, jamur, atau parasit lain.
  3. X-ray dada untuk mencari tanda-tanda infeksi.
  4. CT-Scan.
  5. Tes urine untuk mengecek infeksi pada saluran urine.
  6. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari ruam kulit.

Perawatan perlu diberikan secepatnya kepada penderita meningitis, terutama meningitis yang disebabkan infeksi bakteri. Jika penyakit yang dialami sudah amat parah, maka pasien akan dirawat di ICU.

Infeksi bakteri dapat disembuhkan dengan antibiotik yang diberikan melalui infus. Jika kondisi bisa ditangani secara baik, maka pasien hanya perlu dirawat selama seminggu di rumah sakit. Tetapi jika kondisi sebelum dirawat sudah cukup parah, pasien terpaksa mendapatkan perawatan beberapa minggu bahkan beberapa bulan.

Ada dua kategori meningitis akibat virus, yaitu parah dan ringan. Kebanyakan pasien yang menderita meningitis ringan bisa dirawat di rumah saja dan diberikan obat pereda sakit kepala serta obat anti-mual. Mereka juga diminta untuk banyak beristirahat dan mengonsumsi banyak cairan. Selama 1-2 minggu, pasien umumnya bisa pulih kembali.

Jika meningitis termasuk dalam kategori parah, maka pasien perlu dirawat di rumah sakit dan mendapatkan penanganan yang sama seperti pasien dengan meningitis akibat infeksi bakteri. Namun, cairan infus yang diberikan bukan mengandung antibiotik. Obat anti-virus juga akan diberikan jika penyakit bertambah parah.

Meningitis akibat infeksi jamur dapat diobati dengan obat anti-jamur dosis tinggi yang umumnya diberikan melalui infus. Lama pengobatan tergantung pada sistem kekebalan tubuh pasien dan tipe jamur yang mengakibatkan infeksi.

 

Direktori

    Proses...