Diabetes mellitus bukan penyakit yang dapat dianggap sepele. Banyak orang mengupayakan segala macam cara agar terhindar dari penyakit yang satu ini, mulai dari cara yang alami hingga dengan menggunakan bantuan obat-obatan.

 

Karena begitu banyaknya cara yang dapat diupayakan, tidak jarang akhirnya bermunculan mitos-mitos pencegahan dan pengobatan yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit diabetes mellitus ini. Salah satu mitos pengobatan diabetes yang kerap diperbincangkan bahkan dipercaya oleh banyak orang hingga saat ini adalah penderita diabetes mellitus lebih baik mengonsumsi nasi sisa kemarin. Benarkah mitos ini?

 

Anggapan nasi kemarin jauh lebih baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus karena dipercaya memiliki kandungan gula yang lebih rendah jika dibandingkan dengan nasi yang baru matang. Meskipun anggapan ini sudah dipercaya cukup lama, namun nyatanya hal tersebut justru tidak sepenuhnya benar.

 

Memang benar nasi yang telah dibiarkan semalaman akan mengalami penurunan kadar glukosa, namun bukan berarti penderita diabetes diperbolehkan untuk mengonsumsi nasi kemarin dalam jumlah yang banyak. Hal ini mengingat indeks glikemik yang terkandung dalam nasi, baik nasi yang baru matang maupun nasi kemarin, akan tetap sama.

 

Selain memiliki indeks glikemik yang tetap sama dengan nasi baru matang, yang membuat nasi kemarin tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak oleh penderita diabetes karena memiliki nilai kandungan gizi yang sangat rendah, terutama kandungan vitamin D-nya. Hal ini karena kandungan vitamin D dalam nasi akan menguap di dalam pemanas nasi terlalu lama. Sedangkan, vitamin D yang terdapat dalam nasi dan jenis karbohidrat lainnya sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh, termasuk penderita diabetes.

 

Vitamin D sangat penting karena diperlukan untuk mencerna glukosa yang ada dalam nasi ketika dikonsumsi. Jika kandungan vitamin D yang ada justru hanya sedikit, secara otomatis tubuh akan lebih sulit dalam mencerna glukosa yang masuk.

 

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi nasi kemarin bagi penderita diabetes bukanlah solusi yang tepat. Bagaimana pun juga, mengonsumsi nasi yang baru matang jauh lebih baik bagi tubuh. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jumlahnya saja. Bagi penderita diabetes, jumlah nasi yang baik untuk dikonsumsi kurang lebih hanya sekitar 100-150 gr saja atau sekitar seukuran satu kepalan tangan dalam satu kali makan. Lebih baik lagi, jika penderita diabetes mengurangi kebiasaan mengonsumsi nasi putih dan beralih mengonsumsi nasi merah karena kandungan glukosanya jauh lebih kecil. Selain itu, sebaiknya penderita diabetes juga mengimbangi konsumsi nasi dengan pendamping lauk pauk dan juga sayur-sayuran yang lebih menyehatkan bagi tubuh.

 

Baca Juga

Ternyata Nasi Ada Banyak Jenisnya, Lho!