Di balik setiap keputusan medis yang tepat, ada proses diagnosis yang akurat. Salah satu teknologi yang kini memegang peranan penting dalam dunia diagnostik adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI). Dengan kemampuan menghasilkan gambaran detail organ dan jaringan tubuh tanpa radiasi, MRI membantu dokter melihat lebih dalam apa yang tidak bisa terlihat dari pemeriksaan biasa.
Mulai dari mendeteksi gangguan otak, cedera sendi, hingga kelainan pada organ dalam, MRI menjadi “mata kedua” bagi tenaga medis untuk memahami kondisi pasien secara lebih presisi. Peran diagnostik dengan MRI bukan hanya membantu menemukan penyakit lebih cepat, tetapi juga menentukan langkah penanganan yang paling tepat sehingga peluang kesembuhan pasien dapat meningkat.
MRI bukan teknologi baru di dunia kedokteran, namun seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan penegakan diagnosis yang presisi pada penyakit kompleks seperti gangguan saraf (stroke dan tumor otak), jantung, ortopedi, hingga onkologi (kanker), dan kebutuhan akan efisiensi waktu dan ketajaman gambar, MRI terus berkembang ke versi terbarunya.
MRI 3 Tesla Generasi Baru Hadir di Banten
Hari ini, 21 Mei 2026, Bethsaida Hospital secara resmi memperkenalkan inovasi fasilitas diagnosis terbaru: Sistem Pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero berbasis Artificial Intelligence (AI). Ini adalah MRI 3 Tesla pertama di propinsi Banten, dan atau yang ketiga di Indonesia.
Kehadiran teknologi mutakhir dari GE HealthCare ini menempatkan Bethsaida Hospital di garis depan digitalisasi medis, khususnya dalam menangani diagnosis kasus-kasus kritis secara lebih cepat, tepat, dan akurat.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, menjelaskan bahwa kehadiran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero merupakan bagian dari komitmen hospital dalam menghadirkan layanan diagnostik berteknologi tinggi dengan standar pelayanan yang modern dan berorientasi pada kebutuhan konsumen bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.
“Kami terus memperkuat fasilitas medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien. Kehadiran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero ini semakin memperkuat layanan Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam melayani berbagai kebutuhan klinis, khususnya pada kasus-kasus kompleks seperti gangguan saraf (stroke dan tumor otak), jantung, ortopedi, hingga onkologi (kanker) serta layanan lain yang memerlukan pencitraan medis dengan tingkat akurasi dan presisi tinggi,” ujar dr. Margareth.
Gambar Lebih Jernih dan Nyaman untuk Pasien
Selain menghadirkan keunggulan klinis, MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero menjawab tantangan utama dalam prosedur MRI, khususnya ketidaknyamanan dan rasa cemas pasien selama pemeriksaan.
Dengan desain bore (lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas dari MRI sebelumnya, memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman dan minim rasa cemas/panik (klaustrofobia).
Alat baru ini diperkuat dengan teknologi berbasis Artificial Intellegence (AI) melalui AIR™ Recon DL dan Sonic DL™ yang mampu menghasilkan kualitas pencitraan 60% lebih tajam sehingga meningkatkan akurasi diagnostik, serta mempercepat proses proses pemindaian hingga 50%, termasuk pada organ dengan pergerakan tinggi seperti jantung.
Dokter spesialis radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad menjelaskan, “Sebenernya dengan MRI terdahulu yaitu 1,5 Tesla sudah menghasilkan gambar yang bagus namun bore atau lubang pemindaian yang sempit dan waktun pemindaian lama bisa sampai 45 menit bahkan 60 menit tergantung pemerikasan apa yang dilakukan. MRT 3Tesla ini hadir dengan lubang pemindaian lebih luas, waktu lebih singkat, membuat pasien lebih nyaman.”
Pencitraan Tajam Kasus Neurologi Hingga Organ Dalam
MRI 3 Tesla ini bisa mendiagnosis kelainan dari kepala sampai ujung kaki. Namun, beberapa kasus yang sering menggunakan MRI sebagai sarana diagnostik adalah neurologi dan musculoskeletal (tulang dan persendian).
Berikut ini beberapa diagnostik yang bisa dilakukan dengan MRI:
- Bidang saraf, teknologi ini dapat membantu menilai kondisi seperti stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, dan kelainan tulang belakang.
- Jantung dan pembuluh darah, MRI 3 Tesla dapat membantu mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu.
- Ortopedi, teknologi ini bermanfaat untuk melihat kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, nyeri bahu, nyeri lutut, dan nyeri punggung
Kapan kita perlu melakukan MRI? Dr. Steven mengatakan bahwa MRI dilakukan semakin dini semakin baik, sebagai bagian dari medical check up, jangan menunggu sampai muncul gejala. Namun, MRI disarankan untuk orang yang mengalami keluhan sebagai berikut:
- Sakit kepala berat dan berulang
- Nyeri punggung, leher, lutut, atau bahu berkepanjangan
- Kelemahan anggota gerak, kesemutan, atau gangguan saraf
- Riwayat secera olahraga dan trauma
- Membutuhkan pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi dokter.
“Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, membantu kami dalam melakukan evaluasi secara lebih presisi, sekaligus mendukung dokter klinisi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien,” tegasnya.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyampaikan bahwa kehadiran SIGNA™ Hero di Bethsaida Hospital Gading Serpong diharapkan bisa menghemat devisa, di mana pasien Indonesia tidak perlu lagi berobat atau melakukan medical chek up ke negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
